Baca Buku: Show Your Work!

Setelah membaca buku pertama dan ketiga dari Austin Kleon, tadinya hampir tidak membaca buku ke-2 ini. Tapi ya, karena sudah dipinjam dari ipusnas, saya pikir tidak ada salahnya saya baca juga. Ternyata…isinya tidak kalah menarik dari buku ke-3. Jadi memang mungkin lebih enak bacanya kalau berurutan ya, masing-masing buku membuat saya tetap mengangguk-angguk setuju.

Oh ya, jadi ada 3 buku Austin Kleon (dan semuanya sudah saya baca):

  1. Steal Like An Artist atau mencuri seperti seorang seniman. Berisi tips-tips untuk meniru orang lain sambil menemukan gaya berkreasi diri sendiri.
  2. Show Your Work! ini buku yang akan saya tuliskan di sini. Isinya tentang bagaimana “pamer karya” dan membuat orang tertarik dengan karya kita.
  3. Keep Going. Bagaimana kalau kita sudah berkarya dan sudah mulai merasa berhasil, lalu mengatasi perasaan mentok ketika kita merasa karya kita tidak sebaik sebelumnya.

Nah, sebenarnya beberapa hal yang dibahas di buku ketiga itu ada sebagian di buku pertama, makanya tadinya saya hampir tidak membaca buku ke-2. Tapi tetap saja ada hal-hal yang terasa baru dan menyemangati diri untuk tetap berkarya.

Ah kepanjangan pendahuluan nih, langsung aja deh ke bagian-bagian yang menurut saya menarik.

Miliki Komunitas

Komunitas yang dimaksud di sini bukan komunitas sekedar kumpul-kumpul saja. Tapi lebih ke komunitas yang punya karya yang sama. Jadi ingat kalau sebelum baca buku ini saya pernah menulis tentang manfaat komunitas spesifik.

Punya teman-teman di komunitas yang menghasilkan karya sejenis artinya kita punya peluang untuk mendapatkan umpan balik dari karya kita. Umpan balik ini tentu saja tidak selalu berupa pujian, tapi juga bisa berupa kritik. Tapi kalau kita sudah berteman baik, misalnya mereka suka dengan karya kita, tentunya mereka secara tidak langsung akan menjadi konsumen dan marketer kita.

Apakah artinya kita manfaatkan teman? ya nggak dong, kalau namanya sudah berteman baik, ada hubungan 2 arah. Bukan cuma teman kita yang kasih umpan balik ke kita, tapi ya kalau mereka ada hasil karya, kita juga kasih umpan balik kan. Kalau teman lebih sukses dari kita? ya tidak apa, kita bisa belajar dari mereka, meniru cara mereka supaya ikut sukses juga.

Berkontribusi

Di buku ini, saya berkenalan dengan kata scenius. Apa itu scenius?

“sekelompok orang yang saling mendukung, mengamati karya satu sama lain, saling mencuri ide, dan saling menyumbang gagasan. ”

Scenius – menjadi bagian dari orang yang berkontribusi

Untuk bergabung dalam sebuah komunitas dan berkontribusi jaman sekarang ini sudah mudah, ada internet. Sebenarnya sudah banyak contoh hasil karya yang dihasilkan dari keroyokan beramai-ramai.

Menjadi Amatir

Apa sih amatir itu?

  • melakukan sesuatu atas dasar kesenangan, memperjuangkan karya dengan semangat cinta, tanpa menghiraukan potensi kesohoran, uang, kerap didapatkan oleh para profesional.
  • Mencoba apa saja, kesempatan bereksperimen tanpa peduli hasilnya
  • Tidak takut salah
  • Tidak takut malu atau terlihat konyol
  • Tidak ada bedanya bagus atau jelek, yang ada beda berkarya atau tidak berkarya
  • Pembelajar seumur hidup
  • Cara terbaik untuk mulai membagi karyamu adalah memikirkan apa yang ingin kamu pelajari, lalu berkomitmenlah mempelajarinya melebihi apa pun.
  • Temukan satu scenius , perhatikan apa yang orang lain bagi, lalu catatlah apa yang tidak mereka bagi.
  • Bagilah apa yang kamu cintai maka orang-orang yang sehati denganmu akan datang.

Berbagilah

Berbagi di sini bukan hanya berbagi hasil karya (pamer karya), tapi bisa juga berbagi tips, proses atau pengalaman yang kita punya ketika menghasilkan suatu karya. Berbagi di mana? ya berbagi di komunitas (bisa komunitas offline ataupun online).

Ada beberapa hal yang perlu diingat ketika berbagi:

  • Jangan berusaha menjadi tren ataupun keren. Kalau kita suka sesuatu, belum tentu orang lain menyukainya. Jadi ya tidak usah berdebat, namanya selera bisa beda-beda.
  • Kalau kita mengutip dari sebuah sumber, cantumkan sumbernya. Membagikan karya orang lain dengan sumber ini menunjukkan kita menghargai karya orang tersebut.
  • Cantumkan link yang bisa di klik. Orang-orang di internet ini pemalas, kalau ga ada link, hanya sedikit yang mau repot mencari tahu tentang keterangan yang kita berikan.
  • Jangan pernah membagikan informasi yang tidak jelas kebenarannya ataupun sumbernya. Saya tidak pernah membaca lanjutan dari informasi yang diawali kalimat: gak tau nih benar atau nggak.
  • Karya kita tidak bicara sendiri, manusia punya keinginan untuk terhubung satu sama lain. Jadi ya ceritakan saja proses dan jatuh bangunnya ketika membuat suatu karya. Perasaan orang terhadap proses berkarya kita mempengaruhi respon orang lain terhadap hasil karya tersebut.
  • Belajar bercerita yang menarik. Biasanya perlu latihan untuk bisa membuat cerita kita semakin menarik.
  • Ajarkan apa yang kamu tahu. Hal terbaik ketika berbagi pengetahuan adalah kita jadi belajar juga.
  • Kalau mau jadi penulis, harus jadi pembaca terlebih dahulu. Jangan berharap tulisan kita dibaca orang lain kalau kita malas membaca tulisan orang lain.
  • Kalau mau punya banyak follower, jadilah orang yang layak di follow. Jangan pernah pernah meminta orang lain mem-follow-mu.

Berkarya untuk diri sendiri

Kadang-kadang dari hobi bisa menjadi profesi. Kita bisa menjual hasil karya kita. Setelah punya hasil beberapa karya, ada kalanya kita menerima umpan balik yang kurang positif. Tidak usah langsung putus asa, terima masukan dan tetap berkarya.

Berkarya ini jangan demi memuaskan hati orang lain, karena dalamnya laut bisa diduga, dalam hati siapa yang tahu. Eh kok jadi berpribahasa. Maksudnya kita tidak bisa memuaskan hati semua orang. Kalau kita tetap berkarya dan tetap melakukan yang terbaik, mau belajar, mau memperbaiki diri, masa sih kita tidak bisa menghasilkan karya yang semakin baik.

Jangan juga mengerjakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kata hati. Kalau memang jenis pekerjaannya tidak sesuai kata hati, boleh ditolak kok. Kita bisa berkarya lebih baik kalau hati kita tidak menolak apa yang kita kerjakan.

Teruslah berkarya

Berhenti sesekali boleh, tapi untuk kembali lagi berkarya. Kalau lagi mentok ya bisa beberes rumah atau perhatikan sekitar. Cari inspirasi dan deskripsikan apa yang kita lihat. Kalau kita tidak memulai kerja, pekerjaan tidak akan pernah selesai (ah ini seperti kata-kata saya ke anak saya buat dia mulai mengerjakan tugas sekolahnya hahaha).

Ada lebih banyak tips-tips dan contoh yang diberikan dalam buku-buku Austin Kleon. Kalau mau lebih jelasnya baca bukunya saja ya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.