Kdrama: “Record of Youth”, Bukan Mimpi di Siang Hari

Hari ini tidak terasa sudah saatnya untuk menuliskan tantangan kokoriyaan lagi. Semakin mendekati akhir dari tantangan menulis, semakin sulit mencari ide tulisannya. Kebetulan banget nih lagi pengen cerita tentang drama “Record of Youth” yang baru ada 4 episode di Netflix dan tayang setiap Senin dan Selasa.

Poster Record of Youth (sumber: wikipedia)

Topik 28. Daydreaming: pengen ketemu tokoh drama yang mana? Atau pengen jadi tokoh drama yang mana. 

Walaupun mungkin tidak terlalu pas, mari kita pas-pasin saja ya isi tulisannya sebagai jawaban dari tantangan tulisan kali ini, hehehe.

Tokoh-tokoh dalam Record of Youth

Ahn Jeong-ha (diperankan oleh Park So-dam) adalah seorang gadis berusia 26 tahun yang saya suka karakternya dalam drama Record of Youth. Usia 26 tahun, dia memilih bekerja menjadi Makeup Artist (MUA) setelah sebelumnya dia lelah bekerja di kantor mengurus laporan keuangan kantor. 

Setelah banting setir menjadi MUA, dia juga aktif mengunggah konten digital di sosmed dan platform video yang berisi tips dan trik untuk seputar kecantikan. Dia punya prinsip untuk punya kestabilan dalam hidup, termasuk jadwal yang selalu tetap dan melatih kemampuan meriasnya dengan memberikan rias wajah gratis sambil memvideokan hasil riasannya untuk menjadi isi dari beauty tips yang dia punya.

Kerja keras selalu ada hasilnya dong, di usianya yang tergolong muda, dia sudah bisa mengumpulkan uang untuk membayar uang muka untuk mengambil kredit rumah jangka panjang. Bagaimana cara dia melakukannya? Tentu saja dengan berhemat, dia tidak banyak makan di luar atau nongkrong di cafe, dan memasak sendiri setiap kali pengen makan enak.

Kesannya hidupnya tidak dinikmati ya karena dia kerja keras terus? Nggak juga loh, dia menikmati menjadi MUA, dia menikmati membuat video tips kecantikan, dia menikmati apapun yang dia lakukan. Dia justru merasa, dengan pekerjaannya sekarang, hidupnya jadi jauh lebih bisa dinikmati karena dia menyukai apa yang dikerjakan.

Selain menikmati apa yang dia kerjakan, Ahn Jeong-ha ini seorang fangirl yang realistis. Saya sebutkan realistis karena dia hanya menikmati menjadi fans tanpa mengabaikan apa yang menjadi rutinnya. Dia memilih idola juga bukan berdasarkan wajah saja, tapi dia mengagumi orang yang mau bekerja keras (seperti dirinya juga). 

Fangirl itu buat dia cuma untuk hiburan dan bukan bagian dari realita. Menurut Ahn Jeong-ha, dunia fangirl itu cuma dunia yang terpisah dari dunia nyata. Dia tidak pernah terpikir atau berkeinginan untuk bertemu dengan idolanya itu. Biarlah idolanya menjadi idola di dunia fantasinya saja.

Dalam drama ini Ahn Jeong-ha memilih Sa Hye-jun (yang diperankan oleh Park Bo Gum) menjadi idolanya, seorang model yang merintis karir menjadi aktor yang seumuran dengannya. Sa Hye-jun berasal dari keluarga miskin yang bersahabat dengan seorang model lain Won Hae-hyo (diperankan oleh Byeon Woo-seok) yang berasal dari keluarga kaya. Mereka berdua bersahabat sejak kecil dan terjun ke dunia model pada saat yang sama. 

Sa Hye-jun ini nasibnya agak kurang bagus, agensi tempat dia bergabung sering tidak memberikan haknya sebagai model. Jadi, dia bekerja keras tapi duitnya tidak diterima. Pada akhirnya, dia keluar dari agensinya dan tidak menuntut uang pembayaran sama sekali.

Walau memulai karir sebagai model di waktu yang sama, sahabatnya Won Hae-hyo lebih banyak mendapat tawaran pekerjaan baik sebagai model ataupun bermain film. Sahabatnya ini lebih berhasil karena yang menjadi manajernya adalah ibunya sendiri yang mengerti bagaimana membuat anaknya populer melalui media sosial ataupun mengundang wartawan untuk makan bersama.

Selain sebagai model, Sa Hye-jun bekerja part time di banyak tempat termasuk jadi pelayan di berbagai restoran (ini sih jelas banget dramanya sekalian ngiklan). Sa Hye-jun ini memang orangnya tidak suka konflik, tidak sombong dan cenderung tidak punya ambisi. Menurutnya kompetisi itu dilakukan untuk mengalahkan diri sendiri. 

Orang tua dari Sa Hye-jun tidak pernah menyetujui usahanya menjadi model, apalagi setelah 7 tahun sejak memulai karir modelnya, dia tetap saja biasa-biasa saja dan tidak terlalu terkenal, belum lagi usianya sudah mendekati usia wajib militer. Di Korea Selatan, ada kewajiban untuk semua anak lelaki untuk mengikuti wajib militer selama 18 bulan sebelum usia 30 tahun.

Ceritanya

Cerita drama ini awalnya agak kurang menarik karena terlalu lama menyampaikan latar belakang dari 3 tokoh tersebut. Tapi ketika 3 tokoh tersebut bertemu di 1 tempat, ceritanya jadi lebih menarik. Saya sempat tidak sabar menontonnya, jadi sudah saya kasih peringatan, kalau menontonnya harap sabar ya.

Ahn Jeong-ha mendapat kesempatan dari salon tempatnya bekerja untuk mendandani para model yang akan fashion show. Tentu saja bisa ditebak kalau dia akan merias wajah idolanya. Coba bayangkan, kalau kamu dapat kesempatan bertemu dengan artis biasmu, masih bisa bekerja dengan baik atau malah jadi histeris ga jelas? 

Nah si Ahn Jeong-ha masih bisa bekerja profesional. Tapi tentu saja dia agak gugup di awalnya dan berusaha menutupi fakta kalau dia fans Sa Hye-jun. Ceritanya, Ahn Jeong-ha ini masih MUA junior, masih baru kan dia kerja jadi MUA. Makanya dia kebagian merias model yang tidak begitu terkenal, sedangkan seniornya merias Won Hye-yo yang lebih terkenal. 

Tapi ceritanya karena si senior lagi pergi sebentar, si Won Hye-yo minta Ahn Jeong-ha meneruskan riasannya, nah tindakan ini dianggap mencuri klien sama si senior, apalagi berikut-berikutnya si Won Hye-yo ini kalau datang ke salon selalu mintanya dirias sama Ahn Jeong-ha. Padahal ceritanya, di salon itu ada namanya level, kalau masih junior ga boleh merias wajah orang yang levelnya lebih terkenal.

Berawal dari situ, Sa Hye-jun dan Won Hye-yo jadinya malah makin gak suka sama perias senior. Tapi karena pelanggan adalah raja, bos salon malah naikin level Ahn Jeong-ha dan bolehin Ahn Jeong-ha untuk selalu merias Won Hye-yo. Dan tentu saja ini bikin si perias senior makin tidak suka dengan Ahn Jeong-ha.

Oh ya, saya ceritanya agak melompat, alkisah dari kesempatan merias pertama itu, Sa Hye-jun ngajak Ahn Jeong-ha ngobrol. Sepertinya niat awalnya menghibur karena melihat senior yang salah paham tapi malah dia yang judes dan tidak mau mendengar penjelasan Ahn Jeong-ha.

Tidak sengaja, Sa Hye-jun melihat layar ponsel Ahn Jeong-ha wallpapernya kok ada wajah dia dan Won Hye-yo. Ahn Jeong-ha ngeles dan bilang kalau dia fans nya Won Hye-yo dan bukan fans Sa Hye-jun. Ya udah abis itu mereka ngobrol dan karena seumuran, mereka memutuskan berteman.

Mimpi-mimpi Masa Muda

Drama ini baru tayang 4 episode, tapi sudah panjang aja ceritanya ya, gimana kalau 16 episode? Hehehe. Lumayan ceritanya sekilas tentang masa muda dan segala impian, tapi cara menceritakannya ya tentu saja tidak semuanya mulus kayak jalan tol. 

Justru yang banyak dikisahkan itu kalau mimpi itu memang biasanya terjadi ketika kita tidur, tapi namanya cita-cita masa muda itu butuh usaha dan kerja keras. Berusaha selagi muda dan masih ada waktu.

Tapi dalam drama ini, ada juga kisah orang yang memulai karirnya ketika sudah berumur dan juga ada yang sudah tua. Belum tau sih apakah mereka semua akan berhasil? Atau harus bangun dulu biar ga mimpi lagi?

Walaupun ceritanya fokus di tokoh yang berupaya mengejar mimpi masa mudanya, drama ini juga mengisahkan bagaimana peranan keluarga membentuk prinsip seseorang dan dukungan keluarga dalam perjalanan karir. Bagaimana juga kita mendukung seseorang dengan sepenuhnya dan bukannya bilang saya dukung tapi lalu meragukan kemampuan orang tersebut. 

Mendukung itu dengan memberinya kesempatan untuk mencoba dan mencari tahu sendiri apakah dia akan berhasil atau gagal. Seperti sebuah quote yang saya pernah baca tapi lupa di mana: “Lebih baik menyesal dengan sesuatu yang sudah diusahakan lalu gagal daripada menyesal karena tidak pernah mencobanya.”

Mimpi di Siang Hari (Daydreaming)

Kelebihan drama Korea itu mengisahkan berbagai pekerjaan dengan cukup detail. Segala karakter juga digambarkan dengan cukup detail dan dilengkapi dengan selipan nasihat di sana sini.

Dari sekian banyak karakter drama korea yang pernah saya tonton, salah satu karakter yang saya suka karakter Ahn Jeong-ha. Bukan, saya bukan pengen jadi makeup artis, tapi saya suka dengan prinsip-prinsipnya. Dia juga selalu bicara apa adanya, misalnya soal uang.

Misalnya saja prinsip dalam menjadi fangirl. Katanya, idola itu sesuatu yang hidup di dunia khayalnya. Dia tidak bisa berteman dengan idolanya, karena dia tidak pernah berharap untuk bertemu dengan idolanya. Kalau seperti di drama ini mereka bertemu dan jadi berteman, maka dia harus berhenti menjadi fangirl dan hanya menjadi teman saja.

Prinsipnya untuk bicara apa adanya, selalu jujur, selalu to the point terutama  dalam hal mengelola keuangan saya juga suka, prinsip tentang dia memperlakukan orang lain sebagaimana dia ingin diperlakukan juga saya suka. Sepertinya tokoh Ahn Jeong-ha ini dituliskan berdasarkan karakter saya #halumaksimal. 

Ya udah deh, daripada halu kemana-mana, nonton sendiri aja. Saya ga bisa spoiler, soalnya ceritanya masih belum berakhir. Semoga kerja keras mereka membuahkan hasil manis dan ceritanya berakhir bahagia.

6 thoughts on “Kdrama: “Record of Youth”, Bukan Mimpi di Siang Hari”

  1. Aku tipikal yang gal bisa ngomongin keuangan loo…pengaturan kacau, dan rasanya ada banyak topik lain yang seru untuk dibahas daripada keuangan.
    Heuheu~

    Semoga…
    Semua karakter di drama ini bisa berakhir bahagia.
    Happy watching~

    1. iya, keuangan itu isu sensitif, tapi ya aku termasuk yg ngomongin keuangan apa adanya hehehe.

      seru sbnrnya melihat perjuangan si manajer di usia 40tahun dan si kakek yg udah tua juga. semua kemungkinan bakal bertransformasi menerapkan ilmu roda yang berputar

    1. iya, cerita anak muda jaman skrg dengan kerja kerasnya menggapai mimpi, depannya agak slow buatku, tapi pas pemeran utama dah ketemu jadi lebih menarik

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.