Beli Buku Bonus Ilmu buat Ibu dan Calon Ibu

Masih ingat buku Kupilih Jalan Terindah Hidupku yang pernah saya review sebelumya? udah jadi baca belum?

kalau mau baca review lainnya liat di instagramnya ya

Sedikit resume cerita, buku Kupilih Jalan Terindah Hidupku ini buku yang menceritakan tentang perjalanan seorang wanita yang punya karir bagus lalu dihadapkan dengan pilihan dalam hidup dengan tanggung jawab yang lebih besar terhadap anak. Bukunya berisikan drama kehidupan yang sangat nyata untuk ibu-ibu muda termasuk masalah si mbak asisten yang mudik dan tak kembali. Dalam buku ini diceritakan bagaimana seorang wanita yang sukses dalam karir bertransformasi menjadi ibu rumahtangga yang awalnya sangat stress dengan semua yang terasa baru dan akhirnya bisa menjadi lebih baik setelah menemukan tips dan trik untuk mempermudah pekerjaan sebagai ibu di rumah. Yang menarik, tips-tips dituliskan bukan seperti membaca buku manual tapi masih tetap dengan cara bercerita keseharian. Tips yang bisa ditemukan termasuk cara mengurus cucian dari menjemur sampai menyetrika, mencuci piring, sampai pengelolaan waktu. Review lengkap semi curcol nya bisa di baca di tulisan sebelumnya.

Buku ini saya rekomendasikan dibaca oleh para wanita baik yang masih single ataupun sudah menikah, sudah ataupun belum punya anak supaya ada gambaran hari-hari mendatang itu seperti apa dan bisa mengerti situasi ibu-ibu punya anak ada ataupun tanpa asisten. Buku ini juga penting dibaca untuk para suami, supaya lebih dapat gambaran apa yang dihadapi istri sepanjang hari dengan anak.

Untuk ibu-ibu muda yang sedang galau antara tetap bekerja kantor atau mengurus anak di rumah, buku ini juga bisa dibaca bersama dengan suami untuk membuat kesepakatan sebelum memutuskan berhenti bekerja. Yang jelas, apapun keputusannya, seorang ibu butuh sistem pendukung supaya bisa tetap bekerja kantor atau bekerja urus rumahtangga.

Kalau belum jadi baca dan mulai penasaran, jangan ditunda lagi segera beli sekarang juga. Kenapa harus sekarang? karena dengan beli 1 buku, selain dapat ilmu dari bukunya juga lagi ada promosi bisa dapat ilmu tambahan dengan kesempatan mengikuti 4 kulwap dengan topik-topik yang perlu diketahui sebagai ibu (dan calon ibu). Kalau yang beli buku ini pria, bisa kasih kesempatan ikutan kulwapnya ke pasangannya, kakaknya, adiknya atau wanita terdekat yang dirasakan butuh (karena kulwapnya khusus untuk wanita).

Apaan sih kulwap itu? Kulwap itu singkatan dari Kuliah via WhatsApp, jadi gak perlu pergi kemana-mana dan materinya bisa diikuti dari manapun sambil dasteran di rumah. Kalau ga sempat ikutin pada saat kulwap berlangsung, ilmunya bisa dibaca kemudian kok. Pembicara/nara sumbernya biasanya orang yang berbagi ilmu dan ada sesi tanya jawab.

Narasumber kulwapnya 4 emak-emak yang juga psikolog

Nih informasi lengkap mengenai kulwap bonus dari buku Kupilih Jalan Terindah Hidupku:

“Seorang ibu yang kuat bukanlah ibu yang tidak pernah meminta bantuan orang lain. Tapi ibu yang tahu kapan dia membutuhkan orang lain dan memiliki keberanian untuk mengekspresikannya.

Karena dibutuhkan satu desa untuk bisa membesarkan anak dengan baik. Maka, dibutuhkan juga satu desa untuk menghasilkan ibu yang baik pula.”

-Anna Maghusser-
Www.mother.ly

Kulwap ini hadir untuk memfasilitasi kebutuhan ibu akan hadirnya profesional melalui metode yang bisa diperoleh sambil mengerjakan tugas utama di rumah (dan bahkan sambil dasteran sekalipun) untuk membahas masalah sehari-hari. Nih catat topik, tanggal dan waktunya:

  1. Cara mengatasi stress pada ibu rumah tangga
    Pembicara: Citra Pratiwi, M. Psi., Psikolog
    Psikolog Klinis Dewasa
    (Tanggal 23 Oktober 2019 jam 09.00-11.00 Wib)
  2. Saat ibu ada dipersimpangan (Cara mengambil keputusan yang efektif)
    Pembicara: Ernawati, M.Psi., Psikolog
    (Tanggal 29 Oktober 2019 jam 9.00-11.00)
  3. Managemen Waktu bagi Ibu rumah tangga
    Pembicara: Feny Citra, M. Psi., Psikolog
    Psikolog Anak dan Remaja
    (Tanggal 30 Oktober 2019 jam 09.00-11.00 Wib)
  4. Komunikasi dengan pasangan
    Pembicara: Ratih Sondari, M. Psi., Psikolog
    Psikolog Anak dan Remaja
    (Tanggal 31 Oktober 2019 jam 09.00-11.00 Wib)

Bagaimana cara ikutan?
Biasanya untuk ikut 4 kulwap ini, anda perlu membayar Rp. 199.000.

Tapi kali ini, bisa didapatkan GRATIS.
Ya GRATIS!!!

Anda cukup membeli buku “Kupilih Jalan Terindah Hidupku” seharga Rp. 38.000 dan langsung bisa mendapatkan satu tempat duduk di masing-masing kulwap di atas.

Jadi, tunggu apa lagi?
Silahkan pesan bukunya dan daftar melalui WA ke +6282113997086

Persediaan terbatas! Jadi jangan sampai ketinggalan.

Jonathan dan Buku Harry Potter

Rasanya baru tahun 2018 lalu saya mulai mengenalkan chapter books ke Jonathan, dan baru tahun lalu dia mulai kenal buku Harry Potter, eh hari ini dia menyelesaikan membaca semua buku Harry Potter sampai buku ke-7 The Deathly Hallows.

Waktu dia mulai baca di awal tahun 2018 lalu, dia baca 2 buku pertama dengan cepat. Memasuki buku ke-3 dia mulai merasa ada bagian yang bikin dia takut, nah buku itu dia bacanya agak random dan dilewatkan bagian yang dia takut dan setelah itu dia berhenti. Nah setelah main game Harry Potter Wizards Unite, dia jadi suka banyak pertanyaan dan bertanya dementor itu apa, jadi kami bilang: baca lagi aja terusin bukunya, nanti itu ada di buku selanjutnya.

Minggu lalu, dia mencari lagi buku Harry Potter ke-3 dan baca tanpa melewatkan bagian dementor. Selesai buku ke-3 dia lanjut buku ke-4. Waktu belanja buku di promosi AsiaBooks tahun lalu, kami beli Harry Potter sampai buku ke-4. Selesai buku ke-4 dia minta lagi buku ke-5, akhirnya kami kasih versi kindlenya saja. Selesai baca di Kindle, dia baca buku fisik lagi. Buku ke 6 dan 7 kami masih ada karena 1 buku itu kami beli setelah di Chiang Mai dan 1 buku kami bawa dari Indonesia waktu pulang kemarin.

Sebenarnya, Jonathan bisa baca semua versi di Kindle, karena kami langganan Kindle Unlimited dan semua buku itu bisa di baca gratis dengan Kindle Unlimited, tapi Jonathan memilih buku fisik.

Setiap kali ada bagian yang menarik, dia dengan semangat mengetes kemampuan kami akan cerita Harry Potter. Saya sudah banyak lupa ceritanya, tapi Joe tentunya ga mau kalah dengan cepat menjawab setiap pertanyaan dengan bantuan Google hehehe. Momen paling lucu adalah: Jonathan membuat percakapan imajiner suatu hari anaknya akan dia suruh baca buku Harry Potter, dan mungkin dia sudah lupa, tapi dia akan menggoogle supaya tetap tau menjawab kalau lupa ceritanya. Bagian ini sepertinya dia membayangkan dia seperti papanya. Memang benar ya, anak kecil itu mencontoh orangtua, tugas kita jadi orangtua jadi role model dan hati-hati jangan sampai anak meniru bagian yang salahnya hehehe.

Jonathan kalau sudah baca agak susah disuruh yang lain. Bukunya juga akan dibawa-bawa di mobil dan dibaca di mana saja. Hari Sabtu lalu, waktu di mobil, saya heran dia terbatuk-batuk, saya pikir dia keselek. Ternyata dia menahan tangis sampai terbatuk-batuk. Saya tanya, eh kenapa nangis? Dia sedih karena Dumbledore died katanya. Aduh ya saya harusnya simpati malah jadi ketawa terbahak-bahak (bukan contoh yang baik). Setelah sampai dirumah saya ajak ngobrol kalau boleh saja sedih, tapi itu cuma cerita dan tadi mama kaget kirain ada apa sampai nangis gitu. Untungnya dia sedihnya cuma sebentar. Sekarang kalau saya tanya kamu masih sedih Dumbledorenya mati? dia bilang udah nggak lagi kok.

Setelah menyelesaikan semua buku, saya bertanya ke Jonathan dia lebih suka buku fisik atau buku di Kindle. Dia jawabnya lebih suka buku fisik, jadi gak usah tap layar dan kalau mau balik ke halaman-halaman sebelumnnya bisa mudah liat 2 halaman sekaligus. Tapi gak berapa lama kemudian dia jawab lagi, Kindle juga dia suka karena bisa dengan mudah mencari kata dan menemukannya gak harus balik-balik semua halaman dan baca ulang kata demi kata. Tapi kalau dari beberapa hari melihat dia membaca, bisa dibilang dia memang lebih menikmati baca buku fisik. Kata Joe, jadi kita memang sebaiknya tetap beli buku fisik walau ada di Kindle Unlimited. Saya sih gak masalah, tapi kadang suka bingung aja nyusun bukunya kalau rak udah kepenuhan.

Saya juga lebih suka buku fisik, tapi kadang-kadang kurang rajin buat nenteng buku. Apalagi kalau sudah bawa-bawa buku, tapi ternyata gak sempat juga dibaca, jadinya mikirnya ah baca di HP aja aplikasi Kindle kan ada, waktu buka HP malah lupa buat buat aplikasinya hahaha.

Kalau kalian sukanya baca buku fisik atau buku elektronik?

Review App iPusnas

Saya baru tahu ada aplikasi perpustakaan digital punya perpustakaan nasional Indonesia yang bisa diakses melalui aplikasi iPusnas. Waktu ke Perpustakaan Nasional akhir tahun 2018, saya gak melihat ada informasi soal ini (dan mungkin saya aja gak perhatian), padahal kalau melihat dari website dan facebooknya, aplikasi ini sudah ada sejak Agustus 2016. Kalau kata Joe, dia pernah tau soal aplikasi iPusnas ini, tapi koleksi bukunya belum banyak dan tidak ada yang menarik, jadilah kami melupakan aplikasi ini.

Beberapa waktu lalu, dari obrolan di grup KLIP, saya jadi tertarik mencoba aplikasi ini. Saya langsung mendownload dan menginstal di HP Android saya. Ternyata sekarang buku-bukunya sudah ada banyak. Berikut ini opini saya setelah beberapa hari menggunakan aplikasi iPusnas.

Instalasi dan Pendaftaran

Aplikasi ini tersedia untuk handphone Android maupun iOs, ada versi desktop juga untuk Mac dan Windows. Jadi pilihan untuk mengakses perpustakaan cukup banyak. Instalasi di desktop Mac akan meminta kita mengatur security nya sedikit, tapi setelah itu tidak ada masalah.

Pendaftaran bisa menggunakan facebook atau alamat email. Saya sudah mencoba mendaftar dengan Facebook, dan Joe mencoba mendaftarkan dengan e-mail. Setelah pendaftaran, kita diminta lagi memasukkan kata sandi terpisah untuk aplikasi ini. Pendaftarannya sangat mudah, dalam waktu 5 menit saya sudah bisa melihat ada buku apa saja dalam koleksinya.

Peminjaman dan Pengembalian

Karena sedang kepikiran mencari buku-buku SD berbahasa Indonesia untuk Jonathan, saya mencoba untuk melakukan pencarian dengan kata kunci SD. Hasil pencariannya cukup banyak buku yang bisa bermanfaat untuk homeschool kami.

Selain meminjam buku untuk SD, saya iseng juga mencari tahu apakah ada buku belajar bahasa Thai dan bahasa Korea di koleksinya. Hasilnya ternyata ada beberapa buku Thai dan Korea. Ah andai saja buku belajar bahasa Thai ini ada 12 tahun yang lalu sebelum kami ke sini hehehe.

Aplikasi ini hanya mengijinkan kita meminjam maksimum 3 buku, dan lamanya peminjaman tiap buku itu sekitar 3 hari. Kalau kita tidak kembalikan secara manual, akan ada pemberitahuan kalau bukunya sudah habis masa peminjamanya. Kita harus menghapusnya atau ya pinjam lagi kalau masih ingin baca lagi dan masih tersedia koleksi yang bisa dipinjam. Nah kalau kita sudah selesai sebelum waktu 3 hari atau ingin meminjam buku yang lain gimana? ya kita bisa kembalikan dulu salah satu buku yang tidak ingin kita baca dan pinjam buku yang ingin kita baca.

Awalnya saya tidak menemukan bagaimana cara mengembalikan bukunya, ternyata caranya adalah: dari rak buku/bookshelf kita bisa melihat di dekat info ada titik tiga di sebelah kanan buku, nah klik di situ akan ada menu share, rekomendasi dan return. Untuk mengembalikan tentunya klik return/kembalikan. Oh ya menunya mengikuti setting handset kita, karena setting di HP saya bahasa Inggris, menunya menggunakan bahasa Inggris, kalau setting HP nya bahasa Indonesia, tentunya menunya semua dalam bahasa Indonesia.

Untuk di ipad, menu return ini tidak kelihatan. Kita bisa delete/hapus, dan tindakan menghapus buku ini sama dengan mengembalikan buku yang kita pinjam.

Tampilan Buku

Setelah sukses meminjam buku, tentunya berikutnya membaca bukunya. Awalnya saya semangat 45 untuk membacanya, tapi ternyata tampilan di HP sangat kecil dan mata saya gak kuat. Tampilannya seperti menampilkan bentuk pdf nya saja yang tidak bisa diubah ukuran besar kecil hurufnya.

Begini contoh yang terlihat di layar HP, kalau mau lebih jelas membacanya, maka saya harus memperbesar tampilan dan menggeser secara manual sambil membaca, dan tentunya sangat tidak nyaman. Idealnya membaca bukunya menggunakan tablet/ipad atau di layar komputer. Padahal harapannya bisa membaca sambil nungguin anak les pakai HP hehehe. Tapi sekarang ini untung ada tablet yang bisa dipinjam kalau lagi mau baca.

Opini setelah memakai aplikasi beberapa hari

Kelebihannya:

  • Saya senang menemukan sumber untuk membaca buku-buku bahasa Indonesia yang bisa diakses dari luar Indonesia secara gratis.
  • Koleksinya cukup lengkap, ada banyak novel berbahasa Indonesia dan buku anak-anak selain buku pelajaran dan juga buku terjemahan yang dijual di Indonesia.

Kekurangannya:

  • waktu peminjamannya kurang lama hehehehe, dan cuma boleh pinjam 3 itu terlalu sedikit (banyak maunya yah)
  • tidak ada cara memasukkan buku ke wishlist atau daftar favorit. Karena cuma boleh pinjam 3, kadang-kadang perlu tempat untuk menyimpan daftar buku yang ingin dipinjam setelah 3 buku yang dipinjam selesai dibaca.
  • Saat ini hanya bisa memasukkan ke wishlist kalau buku tidak tersedia dan kita masukkan dalam antrian ingin meminjam saja. Oh ya, setiap judul buku ada batasan jumlah yang bisa dipinjam, jadi misalnya buku itu ada 5 stok, kalau sudah ada 5 orang yang meminjam maka kita harus antri menunggu giliran untuk bisa meminjamnya ketika ada yang mengembalikan.
  • Kalau bentuk e-book readernya seperti aplikasi kindle yang bisa mengubah ukuran hurufnya, pasti lebih betah bacanya di HP.
  • Aplikasinya sering crash dan prosesnya sering terasa lambat terutama waktu meminjam dan mendownload buku ke rak buku (padahal internet di sini kencang loh, gimana lagi kalau yang akses internetnya lambat), mudah-mudahan aplikasinya masih terus menerus diperbaiki.

Walaupun masih ada rasa tidak puas memakainya, ya saya tetap bersyukur ada aplikasi ipusnas ini. Sekarang jadi harus lebih rajin lagi membaca buku, dan bisa mulai mengajarkan Jonathan juga membaca buku bahasa Indonesia.

Sedikit tambahan usulan buat iPusnas, mungkin bisa ada menu membeli buku digitalnya, jadi bisa baca bukunya lebih lama dari 3 hari. Sekalian juga membantu buat penulis promosi bukunya.