Backup data server dan personal

Saya sudah pernah mengalami masalah kehilangan data: komputer dicuri (waktu jaman kuliah), harddisk rusak, server cloud yang harddisknya rusak. Saya juga pernah memiliki masalah dengan account google, jadi saya tidak pernah percaya 100% dengan layanan cloud.

Saya pernah menulis tentang pentingnya backup untuk solusi ransomware. Di tulisan ini isinya lebih teknis, tentang berbagai software yang saya pakai untuk backup saat ini (rsync, rclone, borg backup, syncthing, seafile dan git).

NAS saat ini (Sudah saya bahas di posting ini)

Inspirasi membuat tulisan ini adalah karena salah satu dedicated server yang saya pakai harddisknya tiba-tiba rusak. Saya sudah menduga hal ini suatu saat akan terjadi karena 4 tahun yang lalu saya mendapatkan servernya dengan harga promo, dan saya cek umur harddisknya sudah cukup tua ketika menerima server tersebut.

Sebagai catatan: servernya hanya saya pakai untuk kegiatan pentest karena penyedia jasanya tidak memfilter paket dan tidak memberi warning jika ada kegiatan scanning dari server di sana. Saya pernah mencoba beberapa hosting yang akan langsung mematikan server dan mengemail saya, memberi tahu bahwa host Anda mungkin kena malware dan mencoba menyerang host lain (padahal ini scanning). Karena itu saya tidak keberatan jika data server ini hilang, tapi bayangkan jika ini terjadi di server Anda.

Pesan dari customer service
Lanjutkan membaca “Backup data server dan personal”

Hidup Tanpa Bajakan, Dimulai Dari Niat

Bulan Agustus ini, dengan semangat kemerdekaan RI, Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog mengangkat tema “Budayakan Hidup Tanpa Bajakan”. Saya ingat, tema ini saya usulkan karena merasa prihatin dengan penyebaran konten digital bajakan yang sangat mudah sekali dilakukan.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengingatkan dan mengajak kembali kepada para mamah dan pembaca sekalian untuk memulai hidup legal tanpa bajakan dengan cara mulai dari niat dan dari diri sendiri.

mamah gajah ngeblog
Lanjutkan membaca “Hidup Tanpa Bajakan, Dimulai Dari Niat”

Cara Membuat Podcast dan Mengisinya

Saya belajar podcast baru sejak November 2020 lalu. Awalnya sih untuk mengisi podcast channel Drakorclass saja. Punya channel pribadi tidak diisi, tidak tahu mau diisi apa, hehehe.

Sejak Bulan lalu, saya sudah berencana membuat podcast KLIP sebagai bagian dari kegiatan Klub Buku KLIP 2021. Ini juga dalam rangka memfasilitasi beberapa teman di KLIP yang lebih suka reviu buku pakai suara daripada menulis. Tapi akhirnya baru kemarin dilaksanakan.

Kalau podcast drakorclass isinya tentang seputar drama Korea, podcast KLIP ini isinya seputar literasi terutama reviu buku. Karena masih baru, tentu saja podcast KLIP ini isinya masih sedikit.

Lanjutkan membaca “Cara Membuat Podcast dan Mengisinya”

Penggunaan Heading dalam Tulisan Blog

Salah satu pelajaran dari ngurusin blog DrakorClass adalah jadi lebih memperhatikan penggunaan heading dalam tulisan. Awalnya ketika menulis tulisan berbagai tipe penonton drakor, saya merasa kalau tulisan tersebut akan butuh daftar isi untuk memudahkan pembaca melihat langsung bagian yang mereka ingin baca.

Sebenarnya, sudah tau penggunaan heading sejak jaman kuliah, terutama di saat menyusun tugas akhir dan memanfaatkan fitur heading yang tersedia di word processor (MS Word) untuk menghasilkan daftar isi secara otomatis. Tapi, bertahun-tahun menulis blog, baru belakangan ini memperhatikan penggunaan heading di blog. Itupun penggunaanya ternyata selama ini masih salah.

Lanjutkan membaca “Penggunaan Heading dalam Tulisan Blog”

Google Photos dan Kebiasaan Foto Setiap Hari yang Berguna

Joe punya kebiasaan suka foto-foto aja iseng. Awalnya kebiasaan ini karena kami ingin punya kumpulan foto setiap hari dalam setahun yang dilakukan sejak tahun 2016. Harus diakui, mau kamera HP secanggih apapun, saya masih kalah rajin foto dibandingkan Joe. Nah, kebiasaan ini kali ini jadi berguna untuk menemukan misteri mencari di mana botol minum Joshua ketinggalan.

Hari Jumat kemarin, ketika waktunya menjemput, cuaca tiba-tiba berubah dari panas terik menjadi hujan deras. Saya memang sudah membaca berita kalau sejak Jumat sampai Minggu besok, akan ada badai Noul yang efeknya sampai ke sebagian besar wilayah Thailand, termasuk Chiang Mai.

Joe ikut menjemput Joshua dan menyetir mobil, saya kebagian turun dari mobil dan membantu Joshua untuk naik ke mobil. Saya ingat, waktu itu botol minum Joshua sudah saya bawa, tapi ketika sampai di rumah, saya cari-cari botol minum Joshua tidak ketemu juga.

Setiap Jumat sore, Joshua dan Jonathan ada kegiatan bersama, jadi saya pikir botol minumnya ketinggalan di tempat kegiatan bersama. Tapi, setelah saya melihat-lihat foto hari kemarin, saya baru menyadari kalau ternyata botol minum Joshua ketinggalan di tempat kegiatan Joshua yang pertama.

Lanjutkan membaca “Google Photos dan Kebiasaan Foto Setiap Hari yang Berguna”

Lebih Memilih Buku Digital

Hari Sabtu lalu, saya memulai membaca buku Mark Manson yang ke-2, judulnya “Everything is F*cked: A Book About Hope”. Awalnya, saya membaca buku fisik, dapat pinjaman dari teman yang baru beli sekaligus buku 1 dan 2 dari Book Depository.

Gayanya mau baca banyak, nyatanya?

Saya membaca sambil menunggu anak-anak yang sedang belajar gambar. Di lokasi yang sama ada coffee shop yang sepi dan nyaman untuk duduk membaca. Jadi saya pikir, saya akan bisa membaca paling tidak beberapa bab dari buku ini.

Ternyata, saya sudah lama sekali tidak membaca buku fisik yang tulisannya kecil. Walau suasana sepi dan harusnya saya bisa konsentrasi membaca, nyatanya saya tidak bisa mengikuti bagian awal dari buku yang bercerita fakta sejarah dari seseorang bernama Pilecki dari Polandia dalam usaha heroiknya membela negaranya Polandia melawan Soviet dan Nazi yang pada masa itu terjepit di tengah-tengah.

Saya baru mulai tertarik ketika bagian buku mulai dengan ciri khas Mark dengan gaya bahasa yang terdengar kasar tapi mengandung kebenaran. Lalu saya pikir, “Oh saya tidak suka dengan fakta sejarah, makanya saya tidak bisa menikmati bagian depan bukunya”.

Lanjutkan membaca “Lebih Memilih Buku Digital”

Google Meet, Bertemu Virtual lewat Video Gratis dari Google

Hari ini, ketika membuka Gmail, saya mendapat notifikasi tentang Google Meet. Ternyata jadi juga Google menggratiskan layanan Google Meet yang sebelumnya hanya tersedia sebagai layanan berbayar.

Akses ke Google Meet dari dalam Gmail

Dulu saya pengguna Google Talk untuk percakapan teks, sebelum kemudian berubah nama menjadi Google Hangout. Tapi karena semua orang yang saya kenal menggunakan WhatsApp, saya juga mulai meninggalkan pemakaian Google Hangout.

Google Hangout dikembangkan menjadi Google Meet dengan kemampuan untuk pertemuan virtual oleh Google yang awalnya merupakan layanan berbayar untuk kantor/bisnis. Sejak akhir April 2020, Google mengumumkan akan menjadikan layanan Google Meet ini gratis untuk semua orang.

Lanjutkan membaca “Google Meet, Bertemu Virtual lewat Video Gratis dari Google”