18 Tahun Ngeblog Bareng

Kemarin sebenarnya ulang tahun blog ini, tapi lupa menuliskannya. Setelah 18 tahun ngeblog bareng, saya semakin merasa bahwa ngeblog tentang kehidupan ini merupakan hal yang penting, sebagai warisan untuk masa depan. Dan cerita-cerita kecil tentang kehidupan ini semuanya layak dituliskan.

Walaupun kami belum terlalu tua (masih kepala 4), tapi sudah banyak teman yang lebih dulu meninggalkan dunia ini. Walaupun kami sangat berharap bisa sampai melihat cucu, tapi kami tidak tahu rencana Tuhan. Jadi Kami ingin terus bisa menuliskan kisah hidup keluarga kami untuk bisa diwariskan nanti ke keturunan kami.

Jadi di posting ulang tahun blog ini, saya akan cerita tentang hari kemarin. Ini hari biasa, bukan hari istimewa perayaan blog ataupun perayaan lain. Saya ingat dulu waktu masih kecil, jarang sekali bisa pergi ke tempat wisata karena semua terasa mahal. Di sini tempat wisata relatif murah dan juga dekat, jadi ketika ingin pergi bisa langsung pergi kapan saja.

Sekarang kami berusaha jalan pagi tiap hari, dan jika tidak jalan pagi, kami akan berusaha bermain Just Dance di Switch atau sorenya jalan keluar. Kemarin pagi hujan deras, tapi Joshua yang biasanya malas jalan pagi malah minta jalan keluar sambil memakai payung.

Jalan pagi pas hujan

Karena terlalu deras, kami cuma jalan sebentar dan memutuskan sorenya untuk jalan lagi keluar. Jadi di sore hari kami jalan lagi ke Night Safari dan berjalan di Walking Trailnya.

Berhenti dulu untuk foto

Jaman dulu, night safari belum memakai sistem kartu dan kami bisa memakai cash untuk beli makanan. Lalu diperkenalkan sistem kartu dengan topup, jadi agak lebih repot. Tapi sekarang sudah bisa menggunakan Scan Prompt Pay (Semacam QRIS di Indonesia) jadi kembali jadi praktis.

Lanjutkan membaca “18 Tahun Ngeblog Bareng”

Hooking Aplikasi Android di 2022: Magisk, Zygisk, LSPosed dan JShook

Artikel ini ditujukan untuk para reverse engineer dan pentester yang ingin mengetahui situasi terbaru hooking Android pada awal tahun 2022. Hooking Android artinya kita menulis kode untuk mengintercept fungsi yang ada dan menggantinya dengan milik kita. Tujuan hooking ada banyak, misalnya: bypass SSL Pinning, security testing, cheating game, dsb.

Di tahun 2019 saya pernah menuliskan tentang Magisk, Frida, dan XPosed Framework. Artikel ini merupakan update situasi terkini. Untuk Frida, saya pernah menulis lebih detail di sini (2019), dan XPosed pernah saya tulis di sini (2016).

Zygisk

Setelah capek kucing-kucingan dengan Google dalam hal Safety Net, akhirnya Magisk Hide dihapus. Selain Magisk Hide, Magisk memiliki banyak modul. Modul Magisk sifatnya low level, seperti menyembunyikan, memindahkan, menggantikan atau menambahkan file tertentu di Android.

Modul Magisk yang saya pakai

Sekarang ini ada modul magisk baru bernama Zygisk. Ini sekedar untuk meload sebuah .so di setiap proses (dan otomatis dipanggil ketika proses dimulai). Dengan ini, developer Magisk hanya ingin bilang: ini saya sediakan akses untuk hook low level, silakan dimanfaatkan untuk apapun.

Lanjutkan membaca “Hooking Aplikasi Android di 2022: Magisk, Zygisk, LSPosed dan JShook”

Mengenal Minecraft (untuk orang tua)

Salah satu kerjaan iseng saya baru-baru ini adalah mensetup server Minecraft untuk anak-anak anggota Ikatan Alumni Informatika ITB (IAIF). Ternyata bahkan di kalangan lulusan Informatika, banyak orang tua yang masih belum paham Minecraft, jadi akan saya coba jelaskan di tulisan ini.

Menu Minecraft (Java Edition)

Sebagai informasi: sebenarnya server Minecraft ini hanyalah kegiatan pertama Klub Anak-anak IAIF. Tujuan utama adalah untuk bermain dan belajar bagi anak-anak alumni ITB. Semoga denga ini bukan hanya orang tuanya yang berteman, tapi anak-anak juga.

Informasi tentang Minecraft bisa sangat panjang, di tulisan ini saya berusaha menjabarkan sesederhana mungkin, walau tidak 100% akurat.

Lanjutkan membaca “Mengenal Minecraft (untuk orang tua)”

Bereksperimen dengan LoRa

LoRa merupakan teknologi proprietary untuk komunikasi radio jarak jauh yang butuh daya rendah (low power-wide area network). Nama LoRa sendiri singkatan dari “long range“. Di tulisan ini saya akan mempernalkan teknologi ini dan eksperimen yang sudah saya lakukan menggunakan LoRa.

LoRa dan LoRaWAN

LoRa merupakan protokol proprietary (artinya dimiliki perusahaan tertentu, bukan teknologi terbuka) tepatnya dimiliki oleh SemTech. Walau proprietary, tapi LoRa sudah didukung banyak perusahaan lain yang bergabung pada LoRa Alliance. LoRa hanya merupakan bagian standard modulasinya, sedangkan di layer atasnya ada yang namanya LoRaWAN (LoRa Wide Area Network). Di tulisan ini saya hanya membahas LoRa saja.

LoRa memiliki kecepatan rendah (hanya puluhan kilobit per second), jadi hanya cocok untuk mengirim data sensor atau teks singkat. LoRa tidak cocok digunakan mengirimkan data besar (misalnya gambar/video). LoRa memakai daya sangat rendah, sehingga device dengan batere bisa mengirim data selama beberapa tahun.

Lanjutkan membaca “Bereksperimen dengan LoRa”

Aneka device e-ink

Dari dulu saya merasa senang dengan gadget yang memakai layar e-ink. Layar e-ink tidak memancarkan cahaya (tidak seperti layar LCD) jadi mata tidak cepat lelah. Layar e-ink juga bisa terbaca dengan jelas di luar rumah. E-ink hanya butuh daya ketika layarnya diupdate, setelah gambarnya muncul gambar terakhir tidak akan berubah walau tidak dialiri listrik lagi, jadi lebih hemat batere.

Kelemahan e-ink adalah: refresh ratenya lambat. Jika kita membeli modul e-Ink sendiri (misalnya untuk dipakai dengan Arduino), refresh ratenya dalam hitungan detik. E-reader pertama yang saya beli dulu butuh sekitar 0.8-1 detik untuk berganti halaman. Tapi sekarang sudah ada yang refresh ratenya cukup cepat untuk menonton video (walau masih kurang lancar). Kelemahan lain e-ink adalah: tidak bisa dibaca dalam gelap (karena tidak memancarkan cahaya), tapi sekarang sudah banyak device yang menyertakan backlight untuk dipakai di malam hari.

Lanjutkan membaca “Aneka device e-ink”

Lima belas tahun Petualangan bersama

Hari ini tepatnya sudah 15 tahun sejak pernikahan kami, dan sudah ada begitu banyak hal yang kami alami bersama. Selama 15 tahun ini kami punya rencana secara umum, tapi tidak pernah spesifik, dan menjalani hidup ini seperti petualangan.

Sebagian orang punya rencana detail dalam hidupnya: ingin masuk sekolah mana, ingin bekerja di mana, dan dalam berapa tahun harus mendapatkan jabatan apa. Sementara kami punya rencana tapi sekedar “ingin sekolah lagi” (tapi tidak benar-benar aktif mencari), “ingin punya anak” (tapi tidak langsung buru-buru konsultasi ke dokter).

Lanjutkan membaca “Lima belas tahun Petualangan bersama”

Memakai Postman untuk Testing Web API

Postman merupakan aplikasi komersial (tapi ada versi gratisnya) untuk merancang API (Application Programming Interface), mendokumentasikan API, memonitor API, dan testing API berbasis web. Tool ini bisa dipakai oleh developer dan tester.

Di tulisan ini saya hanya akan membahas penggunan Postman untuk testing API. Artinya saya hanya akan membahas bagian Collections dan Environment. Testing API bisa dilakukan untuk development, QA, ataupun pentesting. Postman memudahkan banyak hal untuk testing, misalnya kita bisa melakukan otorisasi, bisa menyimpan token, dan bisa kita program menggunakan JavaScript.

Postman memiliki banyak fitur, hanya dua ini saja yang akan dibahas di tulisan ini
Lanjutkan membaca “Memakai Postman untuk Testing Web API”