Ke Belanda

Dari RHME2 tahun lalu saya mendapatkan hadiah mengikuti kursus security gratis di Riscure Delft, Belanda. Karena ini bukan perjalanan dinas dari kantor, jadi saya perlu mengurus segala sesuatu sendiri, dan saya bisa bebas menceritakan perjalanannya.

Visa

Di Chiang Mai tidak ada kedutaan Belanda, jadi untuk mengurus Visa saya perlu ke Bangkok. Sebenarnya mengurus Visa bisa dilakukan di kedutaan Belanda atau di VFSGlobal. Saya memilih menggunakan VFSGlobal karena mereka punya jasa kirim balik visa via EMS (menghemat uang dan waktu, tidak perlu kembali ke Bangkok lagi).

Website VFSGlobal sudah sangat bagus, ada checklist mengenai berbagai dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan jenis Visa-nya. Karena saya ke sini untuk training, saya menggunakan Visa bisnis. Sebagai catatan, bidang security ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan tempat saya bekerja sekarang, tapi tetap butuh surat pengantar dari tempat bekerja.

Tidak ada proses wawancara ketika menyerahkan dokumen. Saya hanya menyerahkan semuanya, diminta scan sidik jari, mengisi alamat pengiriman kembali paspor setelah selesai. Visa saya dapatkan sekitar seminggu, saya masukkan alamat kantor supaya yakin ada selalu orang yang menerima. Karena proses VISA sangat singkat, saya sempat makan siang dengan Pak Kief, alumni Informatika ITB yang saat ini bertugas di KBRI.

Perjalanan

Ada pesawat KLM dari Bangkok langsung ke Belanda. Perjalanannya 11 jam. Karena tidak ada connecting KLM dari Chiang Mai, jadi saya naik airline lain, dengan menyisakan waktu 4 jam. Ternyata 4 jam ini cukup pas, karena butuh menunggu bagasi, antri memasukkan bagasi, antri imigrasi, antri scan.

Di dalam pesawat ada Entertainment System. Kalo saya membawa peralatan yang lengkap, sistemnya sepertinya bisa dijebol. Sistemnya menerima input USB, dan biasanya sistem seperti ini rentan terhadap berbagai macam file yang corrupt. Sistemnya sendiri memakai HTML untuk user interfacenya, ini bisa terlihat dari sifatnya, misalnya file yang memiliki nama &lt; akan muncul sebagai tanda kurang dari (<).

 

Mengunjungi Keluarga Dea

Dulu banget dalam kisah pacaran kami ada Dea, saudara sepupu Risna yang meyakinkan Risna supaya mau pacaran dengan saya. Beberapa tahun kemudian Risna membantu Dea menulis surat ke calon suami Dea (yang sekarang jadi suami Dea saat ini). Karena Delf tidak terlalu jauh, jadi saya bisa mampir ke rumah mereka. Saya menginap semalam, dijamu jalan-jalan, dan diantarkan ke penginapan. Senang rasanya bisa ngobrol dan bertanya-tanya banyak hal mengenai Belanda.

(Catatan: untuk privasi, foto-foto orang lain tampak depan biasanya tidak akan ditampilkan tanpa ijin orangnya, dan foto-foto seperti itu biasanya saya share di Facebook untuk “Friends” saja)

Kebetulan sedang ada Pasar Raya Indonesia, jadi saya bisa beli makan malam sebelum diantar ke hotel.

Transportasi

Tempat pelatihan dan hotel jaraknya hanya 4 km, jadi saya punya beberapa opsi: jalan kaki, naik sepeda, taksi, dan Uber. Di hari pertama saya sudah menyewa sepeda, tapi tiba-tiba hujan yang agak deras dan tidak terlihat akan berhenti, jadi akhirnya manggil Uber. Padahal saya sudah susah payah mempelajari gimana cara mengamankan sepeda, cara membuka dan menutup kunci (dari Youtube), juga membaca seksama aturan dari hotel (misalnya hotel tidak bertanggung jawab kalo ban kempes, pompa aja sendiri).

Ternyata saya beruntung sekali di hari pertama bisa mendapatkan uber, karena di kota Delft ini saat ini uber sangat sedikit, sampai-sampai Uber akan memberikan bonus untuk driver yang melakukan 5 perjalanan di Delft. Pagi itu saya beruntung karena ada driver yang kebetulan baru mengantarkan salah satu peserta training yang sama ke Riscure. Benar saja pulangnya nggak  dapet uber, jadi saya mencoba jalan dan ternyata rasanya cukup menyenangkan.

Di Belanda rasanya aneh kalo tidak mencoba naik sepeda, jadi saya akhirnya mencoba menyewa sepeda lagi. Untuk memandu perjalanan, saya set tujuan di Google Maps, saya kantongi HP-nya dan mendengarkan petunjuknya dengan earphone. Perjalanan dengan sepeda lebih menyenangkan dari jalan kaki. Pulang dari pelatihan, saya sempat berkelana menyusuri suasana pedesaan walau sebenarnya itu nyasar, karena Google Maps/HP saya ngaco.

Kincir Angin

Pelatihan

Materi training yang saya ambil adalah “Embedded Systems Security“. Dalam banyak hal, materinya sebenarnya terlalu dasar buat saya. Tapi saya mengambil ini karena ingin menstrukturkan segala macam pengetahuan yang sudah saya miliki (dan menambal lubang dalam pengetahuan saya). Pelajaran terbanyak justru saya dapatkan dari ngobrol dengan pelatih dan peserta lain.

Dalam bidang lain (misalnya pemrograman), saya bisa dengan percaya diri menyusun materi pengajaran dengan struktur yang baik, tapi di bidang embedded security saya merasa masih bingung jika harus mengajarkan ilmunya ke orang lain. Ternyata belajar mereview semua hal dasar sangat berguna, dan bahkan orang-orang dari Riscure sendiri kadang diikutkan dalam training mereka (bukan sekedar mengisi slot, tapi mereka benar-benar belajar), misalnya ada karyawan yang ikut dalam kelas, karena meskipun jago enkripsi (memiliki PhD), tapi masih lemah dalam embedded system.

Training yang ada ditujukan untuk mengenali dan mencegah berbagai serangan terhadap embedded systems. Ini biasanya sangat berguna untuk berbagai perusahaan yang membuat hardware sendiri (supaya aman, tidak mudah dicopy pesaing, dsb), tapi juga berguna untuk mengevaluasi berbagai produk yang ada.

Misalnya salah satu target yang diberikan adalah webcam WIFI, yang ternyata mengirimkan statusnya ke China, dan semua semua streamnya bisa diakses dari seluruh dunia, dan bahkan secara teori bisa dipakai untuk menjebol jaringan internal karena melakukan NAT Traversal. Bayangkan jika Anda memilih webcam ini untuk dipakai di lembaga negara atau kamar pribadi Anda. Contoh hardware berbahaya lain adalah router, saat ini berbagai modem default dari ISP ternyata memiliki lubang yang membuat semua orang bisa masuk. Jika ada yang mengerti dan melakukan pengecekan dasar hardware, kasus semacam itu tidak akan terjadi.

Anak-anak

Saya jarang sekali pergi meninggalkan keluarga, walaupun hanya beberapa hari, karena anak-anak akan sangat kangen (dan saya kangen mereka). Jika kantor bisa mengirimkan orang lain, saya akan sangat senang daripada saya yang pergi. Di hari pertama sudah ada insiden: Joshua jatuh, gigi depannya lepas sampai ke akarnya. Risna pun segera dibantu oleh Bos dan Office Manager kami untuk ke UGD, lalu diteruskan ke dokter gigi (untuk memastikan tidak ada pecahan tersisa). Hasilnya: Joshua akan tumbuh gigi depan lagi yang permanen beberapa tahun yang akan datang, tapi tetap butuh dikontrol perkembangannya.

Pulang

Untuk menghemat, pulang dilakukan dengan naik Uber ke stasiun, disambung dengan naik kereta. Waktu sampe Belanda masih agak  nggak konsen baca kelas kereta dan jadwalnya (jam 8 malam, atau jam 2 pagi waktu Thailand), waktu pulang lebih jelas rasanya.

Perjalanan ke Thailand lancar, mendarat di Bangkok, dan beberapa jam kemudian diteruskan ke Chiang Mai. Joshua “ngambek” karena papanya pergi lama, setelah diajak main di mall dan naik kereta keliling mall, baru dia peluk papanya dan bilang “hug papa”.

Jonathan menunjukkan kalo dia beli kartu Bingo, tapi tidak bisa main dengan fun karena tidak bisa menghasilkan bilangan acak, jadi dia minta dibuatkan appnya. Akhirnya saya buatkan versi HTML5.

Dan Jonathan juga ingin makan telur karena oleh-oleh egg timer yang saya bawakan yang akan memainkan melodi tertentu tergantung level matang telurnya. Ternyata lagu terakhir adalah lagu kebangsaan Belanda, kalau misalnya mau bikin sendiri atau hack yang sudah ada, boleh nggak ya pake lagu kebangsaan Indonesia dalam telur rebus?

Telur Rebus

Kesibukan dan Oprekan Agustus 2017

Seperti biasa, jika sudah lama tidak posting, ceritanya digabung. Posting ini campuran cerita mengenai SIM Card Hologram, RHME3, perjalanan ke Singapore dan cerita mengenai tablet Android.

SIM Card Hologram

Tanggal 26 Juli 2017 saya melihat posting mengenai program developer untuk Hologram dan saya segera mendaftar untuk mendapatkan SIM Card gratis.

Secara singkat, dengan SIM card Hologram dan kerjasama mereka dengan jaringan GSM di (hampir) seluruh dunia, kita bisa membuat produk IOT (Internet of Things) yang bekerja secara internasional dan relatif murah.  Tidak perlu memikirkan roaming data dan tarif yang berbeda di tiap negara.

SIM card hologram ini bukan untuk dipakai di handphone dan browsing, tapi ditujukan untuk dipakai di embedded system yang butuh konektivitas data yang ukurannya relatif kecil dan di luar jangkauan WIFI, walau bisa juga sebagai komplemen atau cadangan WIFI.

Khusus untuk developer plan, diberikan jatah 1 MB/bulan gratis untuk development. Jika dipakai untuk browsing, satu megabyte itu bahkan tidak cukup untuk membuka halaman depan blog ini, tapi untuk keperluan pengiriman data dari sensor ini sudah cukup.

Tanggal 11 Agustus SIM Cardnya sudah sampai, dan saya test menggunakan modem HSDPA murah (kurang dari 9 USD, sudah termasuk ongkir). Percobaan saya lakukan di Linux dengan wvdial, dan koneksi bisa mudah dilakukan.

IP yang didapatkan adalah IP internal. Device bisa mengakses IP eksternal, dan waktu saya coba asal IP nya dari Saint Helier, Jersey. Untuk koneksi kebalikannya (dari eksternal ke device), kita bisa memakai API yang disediakan hologram (atau membeli nomor supaya bisa dikirimi SMS).

Sebenarnya saat ini saya nggak punya proyek khusus yang ingin saya lakukan, tapi ini bisa saya pakai untuk melakukan koneksi ke server rumah jika koneksi internet sedang mati.

CTF RHME3

Karena waktu saya semakin terbatas, sekarang ini saya hanya sempat mengikuti CTF jangka panjang, bukan CTF 2 hari di akhir pekan. Saat ini sudah ada beberapa yang rutin: Flare-On, Labyrenth, dan RHME.

Saya mulai ikut CTF RHME tahun lalu, dan tahun ini sudah dimulai lagi: The world first automotive CTF, begitu slogan RHME tahun ini. Registrasinya kemarin dibuka tanggal 7 Agustus dan ditutup tanggal 28 Agustus. Ada tiga soal yang cukup sulit, mereka mengalokasikan 500 device, tapi hanya 486 orang yang menyelesaikan minimal 1 soal.

Dari Indonesia cuma teman saya Deny yang berhasil mendaftar (padahal dah beberapa kali saya umumkan di group RE Indonesia yang anggotanya ratusan). Dari Thailand ada 7 orang yang mendaftar.  Device akan dikirimkan ke peserta mulai 1 November nanti.


Sekarang ini Joshua sedang sangat senang nempel ke saya, kadang minta dipangku nonton Youtube padahal bisa nonton di TV yang besar atau di tablet, sementara saya coding (split screen). Sepertinya sudah saatnya beli dua monitor.

HITB Singapore

Tahun ini saya mencoba lagi HITB ke Singapore, walau hasilnya kurang memuaskan (peringkat 14 offline dari 28 team). Pesertanya jauh lebih kompetitif dari terakhir kali kompetisi beberapa tahun yang lalu. Soal-soalnya juga jauh lebih sulit.

Meski tidak menang, tapi saya senang bisa bertemu lagi dengan teman-teman yang sudah lama tidak saya temui, dan juga bertemu teman baru.

Buat orang-orang yang meng-add saya di Facebook: segala macam hal-hal menarik saya buat jadi public di timeline saya atau di blog. Hal-hal yang sifatnya hanya untuk teman saja, saya publish untuk “Friend” (seperti misalnya foto teman-teman yang saya temui di Singapore), jadi sebenarnya nggak seru nge-add saya jadi friend di Facebook.

Bug Bounty

Meski sudah banyak bug yang saya laporkan ke berbagai pihak, biasanya balasannya cuma: makasih mas. Ada juga bahkan yang gak pake terima kasih, terus diem-diem benerin. Ada beberapa yang nawarin kerjaan/proyek, tapi kemudian nggak ada kabarnya lagi.

Setelah tahun lalu menemukan bug di payment gateway Master Card (dan menerima 8500 USD), tahun ini saya coba-coba lagi dan menemukan lagi bug di beberapa payment gateway. Sayangnya yang sangat tanggap cuma satu: Fusion Payments. Di bulan ini saya sudah menemukan 2 critical level bug di sana, yang pertama 400 USD dan berikutnya 500 USD.

Sebagai catatan: bug-bug yang saya temukan akan saya tuliskan detailnya, tapi saat ini masih belum bisa/boleh.

Tablet Android

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan pekerjaan testing aplikasi Android yang hanya berjalan di versi tablet (layar besar). Ternyata aplikasinya berisi form yang banyak sekali sehingga perlu layar lebar. Biasanya saya memakai tablet Samsung Note 8 yang sudah bertahun-tahun umurnya, tapi sekarang ini tabletnya sudah rusak (mati/tidak bisa boot lagi). Karena aplikasinya selalu hang di emulator, akhirnya saya memakai Android di Pinebook.

Semua bisa berjalan dan testing bisa selesai, tapi ada yang mengganggu: Pinebook tidak punya touch screen, dan aplikasinya hanya mau jalan di mode landscape. Jadi saya terpaksa memakai laptop dalam posisi miring, dengan menggunakan keyboard eksternal.

Akhirnya saya beli Android murah dari AliExpress. Ratingnya bagus, katanya CPUnya 8 core, memorinya 4 GB dengan ROM 32 GB. Setelah sampai, kenyataannya CPUnya cuma 4 core, RAM nya cuma 2GB dan ROM cuma 16 GB. Ternyata kernelnya diakali sehingga jika memakai software dari play store pun, akan muncul kalau memorinya 4 GB, CPUnya 8 core, dan ROM-nya 32 GB.

Waktu mau coba root dengan langsung flash recovery partition baru, ternyata malah error, tidak bisa boot sama sekali dan nggak bisa dicharge juga. Akhirnya saya charge baterenya dengan cara membuka soldernya lalu memakai modul charger Lithium. Setelah mendapatkan file ROM asli dari sellernya, akhirnya bisa jalan normal lagi. Tapi benda ini sangat ringkih, jadi saya simpan saja untuk pentest berikutnya.

 

Sebenarnya masih banyak cerita dan detail lain bulan ini, tapi akan saya geser ceritanya ke bulan depan.

Buku, musik, film, dan software legal

Dari dulu kami berusaha untuk tidak membajak berbagai hal, baik itu software, buku, maupun film. Saat ini menurut saya sudah lebih mudah dan sudah relatif murah untuk hidup legal. Posting ini sekedar membagikan layanan apa saja yang saya pakai saat ini.

Untuk masalah buku, ada beberapa pendekatan yang kami ambil. Buku Jonathan dan Joshua biasanya beli baik second hand atau baru. Biasanya buku anak-anak yang klasik bisa dicari second hand-nya, dan hanya sebagian saja yang baru. Untuk buku cerita (novel), saya membeli versi Kindle dari Amazon. Untuk buku IT saya berlangganan O’Reilly Safari . Di Safari ada ribuan buku IT yang bisa saya baca di browser atau di aplikasi Android/iOS.

Harga normal Safari cukup mahal 39 USD/bulan atau 399 USD/tahun, tapi saya dapat promosi 199 USD/tahun. Selama saya tidak berhenti berlangganan, tarifnya akan tetap USD 199/tahun untuk tahun berikutnya. Jika dirupiahkan sekitar 220 rb/bulan, masih lebih murah dari langganan kebanyakan TV Kabel.

Buku di Safari Books bukan hanya buku lama, tapi juga terbaru dari berbagai penerbit seperti O’Reilly, Packt Publishing, Apress, Nostarch, dll. Harga satuan buku-buku ini relatif mahal, contohnya belum lama ini hacker hardware Andrew “bunnie” Huang merilis buku yang harganya 23.95 USD, dan dalam seminggu buku itu sudah ada di Safari Books.

Untuk film, kami memakai NetFlix. Saat ini film di NetFlix sudah sangat banyak, baik untuk dewasa maupun anak-anak. Khusus untuk film anak-anak Kristen, kami berlangganan Jellytelly (4.99 USD/bulan). Kadang saya membeli juga film dari Google Play.

Kebanyakan musik kami dengarkan dari Youtube yang diputar di TV. Dulu kami sering membeli CD dan me-rip musiknya jadi MP3, tapi sekarang jika ingin punya lagu untuk diputar di mobil kami lebih memilih membeli album musik dari iTunes.

Untuk masalah film, masih ada beberapa film yang kami download. Ada beberapa TV Series yang tidak ada di NetFlix Thailand (dan sering kali ketinggalan episodenya), dan ada beberapa film yang lama sekali masuk Google Play. Jika memungkinkan, kami lebih memilih pergi ke bioskop untuk melihat film yang menarik.

Untuk layanan online, saya subscribe Office 365 personal (60 USD/tahun). Dengan subscription ini saya dapat 1 TB storage di OneDrive, dan juga bisa menginstall Ms Office terbaru di Desktop (walau sangat jarang saya pakai, biasanya hanya ketika testing atau reverse engineering file document ber-macro), saya juga dapat gratis telepon 60 menit dengan Skype ke tujuan tertentu di dunia (walau yang terpakai hanya telepon ke telepon rumah di Indonesia).

Karena jumlah foto dan email saya sudah cukup besar, saya juga berlangganan storage dari Google, tapi untuk 2 tahun ke depan saya pakai gratis dari bonus Chromebook yang saya beli. Untuk backup data di iOS, saya memakai paket termurah dari Apple (0.99 usd/bulan).

Desktop saya memakai Windows 10 Pro dengan lisensi resmi (dulu lisensinya dari Windows 7, upgrade ke Windows 8, lalu Windows 10). Server saya memakai Linux jadi tidak ada masalah lisensi. Berbagai software yang saya pakai juga versi gratis.

Ada satu software yang saat ini saya bayar yaitu IntelliJ All Products Pack (149 USD/tahun). Meskipun saya relatif jarang memakai IDE, tapi software ini sudah beberapa kali membantu saya melakukan beberapa project dengan cepat.  Contohnya, saya pernah memakai Intellij untuk Reverse Engineering app Java karena fitur Refactoring untuk mengganti nama method/variabel sangat bagus. Prinsip saya: jika software itu menghemat waktu saya, dan saya mendapatkan lebih banyak uang dari yang saya bayarkan untuk membeli softwarenya, maka saya tidak keberatan membelinya.

 

Jalan-jalan di Bangkok

Meskipun sudah 10 tahun di Thailand, kami cukup jarang jalan-jalan ke Bangkok. Selain jaraknya yang cukup jauh, menurut kami Bangkok kurang nyaman karena kemacetannya. Durasi terbang ke Bangkok memang hanya satu jam, tapi biasanya butuh naik taksi dua jam untuk sampai ke pusat kotanya.

Seperti biasa, kami ke Bangkok hanya jika ada urusan administratif, kali ini untuk perpanjangan paspor saya. KBRI Bangkok sudah memperoleh ISO 9001:2015 dan pelayanannya sudah sangat baik, paspor bisa diajukan pada hari kerja dan selesai di hari kerja berikutnya. Sebenarnya perjalanan ini dilakukan dari 15 Juni – 18 Juni, tapi baru dituliskan sekarang.

Ini kali pertama Joshua duduk sendiri di pesawat karena usianya sudah lewat dari 2 tahun (baru lewat 2 minggu). Untungnya semua berjalan lancar, Joshua mau duduk sendiri dekat jendela dan Jonathan mau mengalah duduk di pinggir.

Jonathan nanya-nanya pertanyaan yang lucu ke pramugarinya misalnya kenapa di gambar panduan keselamatan ini kursinya cuma dua? kan di pesawat ini semua kursinya tiga?

Kami ketemu Opung yang memang berangkat dari Kuala Namu dengan jam kedatangan yang hampir sama dengan jam kedatangan kami. Kamipun segera ke KBRI, lalu makan siang. Kantin KBRI baru buka pukul 1 di bulan puasa.

Tempat lain yang kami kunjungi selama di Bangkok tidak banyak. Kami naik bus gratis (ada bus gratis di Bangkok untuk rute tertentu) ke Science Center karena terakhir kali ke Bangkok kami tidak sempat dapet show Planetarium. Bus yang kami naiki sudah cukup tua tapi bersih.

Di Science Center ada banyak yang bisa dimainkan oleh Jonathan dan Joshua.

Kami juga sempat naik kereta dan bermain-main di taman

Keesokan harinya kami ke Children Discovery Museum di Chatuchak. Tempat ini gratis. Sebenarnya sudah pernah ke sini sebelumnya, dan karena Jonathan suka, kami datang lagi. Walaupun gratis, tempat ini sangat bagus, mulai dari taman bermain, kepala dinosaurus mekatronik sampai perpustakaan ada.

Di hari Minggu kami pulang menggunakan Bus NakhonChaiAir, ini kali pertama kami naik bus ke Chiang Mai (biasanya selalu pesawat). Perjalanannya sekitar 10 jam. Busnya menarik: ada AC, kursinya reclining dan sekaligus bisa memijat punggung, ada in bus entertainment (ada film, lagu, dan kita bisa melihat kamera depan bus), ada makanan dan snack, bahkan ada “pramugari”-nya. Untuk naik bus, tiket kita discan seperti ketika naik pesawat.

Sebenarnya agak khawatir membawa Joshua naik bus, takut rewel sepanjang perjalanan. Tapi mengingat tahun lalu Joshua berhasil ke Jogja, kami beranikan diri. Ternyata Joshua cukup menikmati, tempat duduk yang dipilih juga ternyata pas: sangat luas bagian depannya sampai dia bisa bermain di bawah, bahkan Joshua juga bisa tidur pulas dalam bus.

 

Ponsel Anda disadap? (bagian 2)

Setelah Anda membaca bagian pertama posting ini, pertanyaan yang kemungkinan muncul adalah: jadi bagaimana saya tahu kalau ponsel saya sudah terinstall program untuk menyadap? Jawaban sederhananya: jika yang menyadap level biasa, maka penyadapan akan sangat mudah dideteksi. Jika yang menyadap level negara, akan sangat sulit dideteksi.

Sebelum mengecek Ponsel

Sebelum mencurigai ponsel Anda, cek dulu semua account online Anda. Cek sejarah login Anda untuk melihat ada yang mencurigakan atau tidak.  Seperti telah dibahas sebelumnya: cara seseorang bisa masuk ke HP Anda ada banyak, jadi meskipun Anda bisa membersihkan HP, kalau cara masuknya masih terbuka ya masih bisa kena lagi.

Cek juga desktop/laptop Anda. Tidak ada satu resep khusus untuk melakukan ini, jika ragu: backup data, lalu reinstall semuanya, dan update semua software yang Anda pakai ke versi terbaru. Hati-hati dengan software bajakan, meski pembajak awal mungkin jujur dan tidak memberikan backdoor, orang lain mungkin menambahkan backdoor.

Cek juga apakah kecurigaan Anda bisa dijelaskan dari sudut pandang lain. Misalnya apakah informasi yang bocor hanya yang diterima orang tertentu saja. Mungkin orang tersebut dihack, mungkin pula dia yang membocorkan informasinya.

Pemeriksaan Ponsel

Ada beberapa titik di HP yang bisa diperiksa. Pertama coba perhatikan semua notifikasi yang muncul. Lihatlah jika ada yang tidak wajar atau mencurigakan. Dalam kasus di bawah ini saya memang sengaja menginstall certificate supaya bisa melakukan monitoring koneksi jaringan. Informasi mengenai WhatsApp juga wajar karena saya sedang mengakses WhatsApp via web.

Salah satu metode yang dipakai untuk memata-matai adalah dengan tidak menginstall aplikasi baru, tapi mengganti aplikasi Anda dengan versi lain yang sudah dimodifikasi. Versi yang sudah dimodifikasi ini bisa mengirimkan pesan ke orang lain. Ini yang dilakukan dengan software dari Hacking Team yang dijual ke berbagai pemerintah.

Sebagai catatan: beberapa orang memang dengan sengaja memodifikasi WhatsAppnya untuk mengaktifkan fitur tertentu, misalnya agar meskipun kita sudah membaca pesan seseorang, tapi tidak diketahui oleh orang lain sampai kita tekan sebuah tombol (tujuannya supaya tidak dikira malas, bisa beralasan belum baca message).

Aplikasi yang sudah dimodifikasi ini tentunya tidak bisa diupdate dari Google Play, jadi cara pertama adalah: coba install lagi aplikasi Whats App dari Google Play. Jika ada WhatsApp “palsu”, maka akan muncul opsi “Install” (dianggap belum terinstall).

Berikutnya lagi kemungkinan HP Anda sudah diroot. HP yang sudah diroot bisa dimodifikasi sehingga aplikasi tertentu bisa membaca aplikasi lain.  Tergantung versi Android yang Anda pakai (dan dari vendor mana), proses ini bisa memakan waktu beberapa menit saja. Jika Anda adalah orang awam yang merasa tidak pernah me-root HP Anda, maka Anda perlu mengecek apakah HP Anda sudah diroot oleh orang lain. Sebagai catatan tambahan: HP China yang tidak bermerk kadang sudah diroot “dari pabriknya”.

Sebagai catatan tambahan: “membaca aplikasi lain” ini bisa sekedar screen capture saja. Saya pernah membuat aplikasi Blackberry dan aplikasi Dekstop sehingga kita bisa mengendalikan Blackberry dari PC. Prinsip program tersebut hanyalah melakukan screen capture secara kontinyu dan mengirimkan ke PC (via USB/Bluetooth/WIFI), dan tentu saja ini bisa dimodifikasi untuk mengirim ke komputer lain jika dideteksi aplikasi yang aktif adalah aplikasi tertentu. Program serupa bisa dibuat untuk sistem operasi lain, tapi di OS lain  butuh akses root.

Anda bisa memakai aplikasi Root Checker untuk mengecek apakah HP Anda sudah diroot. Alternatif lain adalah menginstall aplikasi bangking seperti Sakuku, tidak perlu sampai mendaftar, ketika dijalankan aplikasi ini langsung mengecek apakah HP Anda diroot atau tidak dan tidak mau jalan jika diroot.

Jika Anda merasa tidak pernah me-root tapi sudah ter-root, maka cara terbaik adalah mereset HP Anda ke factory setting. Lebih bagus lagi kalau diinstall ulang dengan stock firmware dari web produsennya.

Keberadaan root juga bisa disembunyikan dengan aplikasi tertentu atau dengan modul XPosed. Dengan ini hampir semua aplikasi tidak bisa mendeteksi keberadaan root dan keberadaan program penyadap. Saat ini Google memiliki fitur Safety Net untuk bisa mengetahui apakah HP dimodifikasi atau tidak. Salah satu caranya adalah memakai SafetyNet Playground. Sayangnya ini hanya berlaku untuk ponsel bermerk, bukan ponsel murah dari China (akan gagal Safety Net karena dianggap sudah dimodifikasi).

Apakah setelah dicek dengan Safety Net sudah pasti aman? belum tentu juga, dalam bahasa orang awam: di Android versi tertentu ada cara supaya aplikasi bisa mengakses aplikasi lain. Dalam bahasa teknis: mungkin saja sebuah aplikasi melakukan kernel exploit temporer, dan menghapus lagi jejaknya setelah itu. Ada juga software bernama Magisk yang biasanya bisa membypass SafetyNet (tapi biasanya tiap beberapa bulan diupdate oleh Google).

Jika Anda adalah orang security, maka tentunya pernah mendengar mengenai rootkit level kernel di berbagai sistem operasi. Android pada dasarnya memakai kernel Linux, jadi tidak sulit membuat rootkit yang sulit dideteksi.

Selain ponselnya sendiri, pengecekan berikutnya yang bisa dilakukan adalah pengecekan paket jaringan. Cara ini lebih sulit karena mewajibkan kita tahu mengenai koneksi jaringan yang umum dan tidak umum oleh aplikasi. Inipun tidak selalu berhasil, bisa saja program penyadapnya mengirimkan hasil sadapan jam 3 pagi ketika semua orang tertidur.

Penutup

Secara umum cukup sulit bagi orang awam untuk mendeteksi penyadapan di ponselnya. Kemungkinan yang dirasakan adalah efeknya (misalnya akses jaringan jadi lambat, atau secara umum HP menjadi lambat). Pengecekan yang proper hanya bisa dilakukan ahlinya.

JIka Anda cukup mahir, cara termudah yang bisa dilakukan jika mencurigai ada penyadapan adalah: backup semua data, reset/reinstall firmware ponsel, reinstall PC Anda. Ganti semua password Anda.

Dan yang paling penting adalah: Jika Anda tidak ingin ada informasi yang penting tersebar, jangan gunakan ponsel untuk mengkomunikasikan hal tersebut. Jangan simpan foto atau video yang tidak boleh tersebar.

Ponsel Anda disadap? (bagian 1)

Beberapa waktu yang lalu ada yang mengirim pesan di Facebook: “Mas, saya merasa ada yang mengintip pesan WhatsApp saya”. Pertanyaan dilanjutkan dengan bagaimana caranya mengetahui apakah memang benar disadap, bagimana cara membersihkannya, dan juga bagaimana orang tersebut bisa masuk?

Ada banyak alasan kenapa seseorang mungkin mau menyadap Anda. Mungkin Anda orang penting dan pemerintah mau menyadap Anda. Mungkin ada rekan atau lawan bisnis yang ingin tahu soal bisnis Anda. Mungkin Anda berteman dengan orang penting yang terlalu sulit didekati untuk disadap. Mungkin Anda punya mantan pacar yang masih belum bisa melupakan Anda.

Secara umum, seseorang bisa saja tidak bertujuan menyadap. Bisa saja seseorang masuk ke HP Anda untuk  sekedar merampok: mengakses rekening bank Anda atau informasi kartu kredit Anda, atau bahkan sekedar mengambil pulsa Anda. Bahkan kadang sekedar agar uang dari iklan yang tampil di berbagai aplikasi masuk ke rekening penyerang.

Serangan Massal vs Serangan Spesifik

Tidak selamanya kita menjadi korban karena kita ditargetkan spesifik. Sering kali ada serangan massal (menebar jala), dengan harapan dapat korban empuk. Ketika ada sebuah serangan massal dan penyerang menyadari Anda punya akses penting, mungkin mereka akan memfokuskan diri pada Anda.

Ada contoh yang baru saja terjadi. Ada software open source OS X bernama Handbrake yang servernya dihack dan softwarenya disisipi malware selama 3 hari. Siapapun yang mendownload dan menginstall dalam rentang 3 hari tersebut kena malware. Sebenarnya sekarang ini software ini sudah cukup jarang dipakai karena selain untuk konversi video fungsi utamanya dulu adalah me-rip (menyalin film dari) DVD.

Ada satu developer OS X dari perusahaan Panic.com kebetulan saja sedang mengupdate software Handbrake di dalam rentang waktu 3 hari tersebut. Karena orang itu merupakan developer maka dia memiliki akses source code perusahaan, dan hasilnya: source code produk perusahaan mereka dicuri.

OS X merupakan sistem operasi yang relatif aman, jumlah penggunanya tidak sebanyak Windows, dan jumlah malware yang ada juga tidak sebanyak Windows, tapi karena sedang apes ya tetap saja bisa kena. Pembuat malwarenya tentunya tidak bisa memprediksi siapa yang akan mendownload softwarenya, tapi kebetulan saja ada korban menarik yang ketemu.

Tiap hari ribuan malware didistribusikan dengan berbagai cara, dengan email, dengan link web, dsb. Para pembuat malware ini tidak berfokus pada orang tertentu. Jika kebetulan pembuat malwarenya mengamati bahwa Anda adalah target penting (atau mungkin berhubungan dengan orang penting), maka dia bisa meneruskan manual proses penyerangan.

Serangan spesifik juga bisa dilakukan, tingkat kesulitannya tergantung banyak hal. Tapi biasanya yang pertama dilakukan adalah mengenal target dulu. Kemudian titik lemahnya bisa dicari. Yang dimaksud titik lemah adalah titik manapun untuk bisa menguping: bisa HP-nya langsung, bisa account onlinenya, bisa Laptopnya, bisa routernya, dsb.

Keamanan Sistem Operasi Ponsel

Pertama perlu dicatat bahwa keamanan ponsel berbeda-beda tergantung sistem operasi dan versinya, saat ini yang paling aman adalah iPhone (sistem operasinya iOS), dan bisa dibilang yang paling tidak aman adalah Android (kebanyakan model selain yang terbaru).

Ada trade-0ff antara kenyamanan dan keamanan. Di Android hampir semua aplikasi bisa mengakses apapun, bahkan aplikasi apapun bisa diganti dengan aplikasi lain. Contoh sederhana: SMS bisa ditangani oleh program tertentu, di iOS tidak bisa. Dengan adanya akses SMS, di Android bisa ada program auto forward SMS ke email atau ke SMS lain, sementara hal ini tidak bisa di iOS.

iOS bisa dibuat jadi lebih nyaman dengan jailbreak, tapi ini mengurangi keamanannya. Dengan jailbreak, berbagai software yang tidak diijinkan Apple bisa diinstall.

Kenyamanan Android ditukar dengan keamanannya: program yang semestinya memforward SMS ke email Anda bisa saja ternyata jahat dan sekaligus memforward SMS bank Anda ke email penjahat. Di sini pengguna Android perlu belajar percaya pada pembuat aplikasi. Jika Aplikasi didapat dari Play Store resmi Google, maka kemungkinan besar aplikasi itu aman.

Akses SMS hanyalah salah satu contoh saja, masih banyak contoh lain yang dibolehkan di Android tapi tidak di iOS. Lebih mudah membuat dan menginstall aplikasi ke sebuah handset Android, dalam hitungan menit saya bisa menginstall aplikasi buatan saya ke HP orang lain, cukup dengan mengganti sedikit setting. Untuk iOS, agar bisa menginstall aplikasi kita perlu mendaftar jadi developer di situs Apple, dan jika kita tidak membayar 99 USD/tahun, aplikasi yang diinstall di device akan expired dalam seminggu.

Keamanan Aplikasi Messaging

Berbagai macam aplikasi messaging (misalnya WhatsApp, BBM, Line, Telegram) sudah sangat aman, sehingga data yang ada di perjalanan tidak bisa disadap, tapi data yang ada di ponsel bisa disadap. Jika Anda tidak percaya bahwa ada bentuk enkripsi yang tidak bisa dibuka, Anda bisa membaca artikel saya tentang ubreakable encryption.

Sekali lagi: meskipun ISP atau orang lain tidak bisa menyadap data di perjalanan, tapi data yang ada di salah satu ujung bisa disadap. Ibaratnya jika ada orang mengintip di belakang Anda waktu Anda mengetik pesan, maka orang itu akan bisa membaca pesan Anda, tidak peduli dikirim dengan metode apapun.

Yang di belakang Anda bisa ngintip

Aplikasi messaging juga perlu menyimpan data di ponsel Anda, menyimpan semua pesan masuk dan keluar. Ini ibaratnya seperti surat datang ke rumah Anda, jika surat ini ingin bisa dibaca berulang, maka perlu disimpan.

Beberapa aplikasi messaging, seperti Line menyimpan pesan di database dalam bentuk plaintext. Ini lebih mudah dibaca. Ini seperti menaruh surat di atas meja, sedangkah yang lain seperti WhatsApp dan BBM, pesan yang tersimpan di ponsel/sd card ini juga dienkripsi. Perlu dicatat bahwa ini hanya mempersulit saja, isi pesan tetap bisa dibuka, karena jika tidak bisa dibuka maka tidak mungkin bisa ditampilkan di ponsel kita. Ibaratnya kita hanya memasukkan pesan ke dalam lemari besi. Bisa dibuka, tapi kuncinya masih ada di dalam rumah.

Aplikasi lain di ponsel Anda, dalam situasi tertentu bisa mengintip seperti seseorang di belakang Anda. Aplikasi-aplikasi di ponsel itu seperti orang yang berada di “rumah” yang sama. Jika aplikasi “nakal”, maka ada kemungkinan bisa mengintip data aplikasi lain. Sekarang ini di sistem operasi yang baru sudah lebih sulit untuk bisa mengakses data aplikasi lain, tapi tetap saja terkadang masih ada celah.

Beberapa aplikasi messaging, seperti WhatsApp, Telegram dan BBM memungkinkan kita mengakses pesan di Desktop/Web. Untuk memonitor orang awam, hal ini bisa dipakai. Pinjam HP orang tersebut sebentar saja, aktifkan chat via web, dan semua pesan bisa dilihat online. Metode ini tidak akan bekerja untuk orang yang aware dengan security. WhatsApp akan menampilkan bahwa koneksi web aktif dan notifikasi ini tidak bisa dihilangkan dengan swipe.

 

Notifikasi Web WhatsApp

Line hanya menampilkan pesan sekali dan bisa diswipe, jadi kalau seseorang baru saja meminjam HP dan login ke Line di PC, tidak akan terlihat dengan mudah.

Saat ini untuk Line kita harus pergi ke Settings, Account, Devices. Parahnya lagi jika seseorang sudah logout, tapi sempat sebelumnya login, kita tidak bisa mengeceknya (tidak ada historynya).

 

Informasi device yang login di Linux

Sebagai catatan tambahan: ada banyak aplikasi baik mobile app maupun web online untuk membuat chat palsu, baik WhatsApp ataupun yang lain. Bagaimana membuktikan keasliannya? hanya dengan akses ponsel orang tersebut, dan melakukan proses forensik yang benar. Benar di sini artinya terdokumentasi dengan jelas semua proses akuisisi datanya, supaya yakin tidak ada tampering (modifikasi) terhadap data yang diselidiki.

Screenshot posting Facebook/instagram atau apapun juga gampang dipalsukan.  Saya kadang tertawa melihat banyak kubu yang yang share bahwa chat WA gampang dipalsukan, tapi di posting berikutnya memposting fitnah kepada seseorang berdasarkan screenshot Facebook yang mungkin juga palsu.

Keamanan Account Online

Rasanya tidak ada orang yang memakai smartphone tanpa account online, baik itu email, Facebook, Instagram, maupun layanan lainnya. Sangat penting untuk mengamankan account-acount tersebut.

Contoh: Jika seseorang memiliki akses ke account facebook Anda, maka orang itu bisa melihat semua foto dan pesan yang pernah Anda kirim di Facebook messenger tanpa perlu akses ke HP Anda. Jika seseorang memiliki akses email, maka orang tersebut bisa mereset banyak password (misalnya password Facebook).

Contoh lain kejadian besar yang pernah terjadi adalah bocornya foto-foto artis dari iCloud dari berbagai artis terkenal. Jika mungkin aktifkan Two Factor Authentication, agar ketika login dibutuhkan token tambahan.

Sebagai catatan, berbagai macam hack yang dilakukan berikutnya biasanya tujuan utamanya adalah: menginstall aplikasi di ponsel Anda yang menjadi “mata-mata”. Sebuah ponsel adalah komputer mini.

If someone can persuade you to run his program on your computer, it’s not your computer anymore.

David Salomon (Elements of Computer Security)

Keamanan Komputer Desktop/Laptop

Bagian ini ditujukan bagi mereka yang menghubungkan komputernya ke ponsel, untuk backup/sinkronisasi, atau untuk pembuatan aplikasi (khusus untuk developer). Bayangkan saja kejadian seperti kasus Panic.com yang saya sebutkan di atas.

Jika seseorang mengambil alih komputer Anda dengan malware/RAT (Remote Access Trojan), dan Anda menghubungkan ponsel ke komputer, maka data dari ponsel biasanya bisa diambil. Apalagi jika ternyata datanya memang sudah dibackup di komputer Anda, maka tinggal diambil tanpa repot masuk ke ponsel Anda.

Pada kebanyakan komputer orang awam yang saya cek, biasanya saya menemukan malware jinak. Biasanya malware tersebut hanya mengganti search engine yang default, menampilkan popup, dsb, malware yang menghasilkan uang recehan dari iklan. Kalau software jinak bisa dengan mudah masuk, tentunya yang ganas pun kemungkinan masuknya cukup besar.

Jika punya akses fisik ke komputer yang tidak dipassword, maka serangannya cukup mudah, cukup install sebuah aplikasi dari USB atau dari Internet.

Keamanan Koneksi Data

Meskipun secara umum program messaging saat ini sudah aman terhadap penyadapan online, tapi keamanan koneksi data tetap perlu diperhatikan, karena bisa menjadi batu loncatan untuk serangan lain. Perlu dicatat bahwa di ponsel ada puluhan aplikasi, tidak semuanya memakai HTTPS untuk melakukan koneksi data. Jika salah satu aplikasi ini bisa dibajak, maka bisa menjadi batu loncatan masuk ke ponsel secara umum.

Jika Anda melakukan koneksi via WIFI, seseorang bisa membuat access point dengan nama dan password yang sama, dan kebanyakan ponsel akan otomatis melakukan koneksi ke access point tersebut.

Banyak modem ADSL atau fiber di Indonesia yang tidak aman, seseorang bisa gampang masuk. Bahkan baru-baru ini modem-modem di Indonesia pernah dijadikan bagian dari botnet. Di rumah biasanya modem ini terhubung ke komputer, atau ke ponsel melalui WIFI. Biasanya ada beberapa device (komputer/laptop/game console) yang terhubung.

Kadang kalau saya sedang iseng chat dengan seseorang, saya memberikan URL ke server saya yang akan diklik orang tersebut. Dari server saya bisa melihat alamat IP orang tersebut. Dari alamat IP kadang saya bisa masuk ke dalam modemnya.

Dari modem saya bisa melakukan banyak hal, tergantung kecanggihan modemnya. Beberapa modem berbasis Linux sudah sangat canggih, saya bisa langsung melakukan serangan ke rumah orang tersebut dengan sangat mudah.

Beberapa modem fiturnya sangat sederhana, tapi inipun sudah cukup untuk masuk. Contohnya yang bisa dilakukan di modem jenis murahan adalah mengganti alamat server DNS (Domain Name System) di modem.

Server DNS adalah server yang menerjemahkan nama menjadi alamat. Jika saya ganti DNS menjadi milik saya, maka  saya bisa melihat domain situs mana yang dikunjungi orang tersebut (dan biasanya jadi tahu aplikasi mana yang dipakai orang tersebut).

Jika saya tahu bahwa salah satu domain yang dikunjungi ternyata tidak memakai HTTPS, saya bisa mengarahkan domain tersebut ke server saya, yang memforward requestnya ke server asli. Hasilnya: saya bisa melihat koneksi yang dilakukan, saya bisa tahu sistem operasi apa yang dipakai di ponsel atau komputer di rumah tersebut (baik dari User-Agent saja, atau dari javascript yang disisipkan di web). Jika saya sudah yakin akan sebuah target (misalnya ada PC Windows), saya bisa mengeset firewall di modem untuk mengijinkan koneksi dari luar masuk ke PC yang spesifik.

Semua yang saya bicarakan di atas adalah sesuatu yang sifatnya real dan bisa dilakukan relatif mudah (bahkan kedua adik saya mengganti modem mereka setelah saya berhasil masuk).

Sebagai catatan tambahan: modem 4G juga banyak yang memakai Linux. Jika seseorang cukup punya niat, maka modem 4G juga bisa ditukar (atau diflash ulang) dengan firmware yang berisi backdoor. Beberapa investigasi awal sudah dilakukan teman saya y3dips terhadap modem Bolt.

Keamanan benda lain

Saya tidak bisa mengcover semua hal yang mungkin bisa menjadi jalan masuk untuk penyerang. Ada banyak teknologi baru terus bermunculan, dan ada risiko baru. Contoh: banyak smartwatch yang bisa dijadikan unlock method, artinya ponsel tidak akan meminta passcode atau PIN jika smartwatch itu di dekat ponsel.

Meskipun itu sangat praktis, tapi juga jadi jalan masuk baru. Jika Anda sedang mandi dan meninggalkan ponsel dan smartwatch Anda di luar, maka seseorang mudah sekali mengakses ponsel tanpa perlu tahu PIN/Password.

Di masa lalu, charger USB juga dengan mudah bisa mencuri data kita karena tidak diperlukan otorisasi dari pengguna. Sekarang HP sudah akan menanyakan: Allow access to device data? atau semacam itu jika HP dihubungkan ke komputer  atau device lain yang berusaha mengakses data. Tentunya walaupun ada pengamanan ekstra ini, pengguna awam yang masih saja menekan: Yes, akan tetap kena.

Penutup

Posting bagian ini sekedar menunjukkan dua hal. Pertama Anda tidak harus jadi orang penting atau terkenal untuk disadap, dan kedua: ada banyak cara untuk masuk ke ponsel seseorang. Cara-cara ini ada yang sangat mudah, dan ada juga yang cukup rumit dan butuh waktu.

Jika seseorang memiliki niat dan dana untuk menyadap Anda, kemungkinan besar mereka akan bisa melakukannya.

Update Singkat Pinebook

Setelah awal yang agak mengecewakan,  para hacker/volunteer telah membuat beberapa perbaikan yang membuat Pinebook cukup usable. Saya sempat mencoba mencari dan memperbaiki sendiri beberapa masalah yang ada, tapi sekarang sudah ada yang mempersiapkan image yang siap didownload untuk mengupgrade OS standarnya. Posting ini merupakan update dari posting saya sebelumnya.

Salah satu perbedaan Pinebook dibandingkan dengan laptop lain adalah keterbukaannya. Port serial disediakan melalui headphone jack, bisa digunakan untuk debugging. Dengan serial port ini kita bisa melihat output teks ketika booting. Saya sudah mencoba ini dan cukup praktis.

Speaker sekarang berfungsi dengan normal karena profil Alsa yang benar sudah diinstall default. WIFI sudah stabil, ternyata sebelumnya ada masalah di power management yang membuat chipnya “tidur” dan koneksinya putus. Chromium (versi opensource Chrome) bisa diinstall walau butuh edit konfigurasi tertentu. Jika laptop ditutup sekarang otomatis sleep, ternyata masalahnya hanya modul kernel yang tidak diload secara default.

Sampai saat ini Desktop secara keseluruhan belum accelerated. Artinya game-game tidak bisa berjalan cepat, video youtube tidak bisa diputar lancar. Khusus untuk film, kita bisa memakai smplayer/mplayer yang bisa menjalankan video dengan akselerasi (walau tidak selalu bisa lancar). Sekarang disertakan juga program smtube untuk browsing youtube, walau tidak selalu lancar juga.

Untuk mengupgrade firmware di PineBook, kita cuma perlu menuliskan image ke sdcard (bisa memakai program Etcher atau dd manual). Masukkan sdcard, restart, dan otomatis proses update akan dilakukan. Setelah selesai, keluarkan sdcard, restart lagi.

Proses update

Saya sekalian mencoba Android Nougat (Android 7) untuk PineBook. Image Android saat ini dirancang untuk diinstall ke SD Card, artinya kita bisa dual boot Android dan Ubuntu. Jika SD Card berisi Android dimasukkan, maka kita akan boot ke Android, jika SD Card dikeluarkan ketika boot, maka kita akan masuk Ubuntu (setelah proses booting dimulai, kita bisa memasukkan lagi cardnya dan mengakses data di card-nya).

Masalah video lebih bagus di Android, kita bahkan bisa menjalankan Kodi dan beberapa film HD bisa diputar. Aplikasi Google seperti GMail, Chrome, dan Play Store sudah diinstall. Sebagian aplikasi seperti Netflix tidak bisa diinstall, dan meskipun ada banyak aplikasi bisa diinstall dari Play Store, tapi tidak semua usable. Sebagian terlalu lambat, sebagian game “memaksa” mode portrait sehingga tidak nyaman. Beberapa aplikasi yang saya coba: Kindle, Google Docs, Microsoft Word (lambat), Cut The Rope. Program remote desktop dari Micorosft juga bisa berjalan, jadi Pinebook bisa digunakan untuk mengakses komputer yang lebih powerful.

Mode split window di Android Nougat memungkinkan kita membuka dua aplikasi sekaligus dan tampil berdampingan. Sampai saat ini saya tetap merasa keyboard versi 14″ ini kurang enak, sedangkan saya lihat banyak yang memuji keyboard versi 11.6 inch.

Demikian update singkatnya mengenai Pinebook. Meski waktu launch softwarenya kurang bagus, saat ini Pinebook sudah usable. Saat ini banyak sekali yang ingin memesan Pinebook sehingga orang yang ingin memesan harus “antri” cukup lama. Jika ada kemajuan yang signifikan dalam software/hardware Pinebook, saya akan membuat posting baru lagi.