Kdrama: “The Greatest Love”, Bersakit-sakit Dahulu, Bersenang-senang Kemudian

Drama “The Greatest Love” ini merupakan drama terbaik di tahun 2011. Saya baru menontonnya di tahun 2020 karena tentu saja tahun 2011 saya belum menjadi penonton Kdrama.

Poster “The Greatest Love” dari Wikipedia

Selesai menonton drama ini, saya pikir bisa sekalian nih mereview drama dan menghubungkannya dengan topik tulisan kokoriyaan 26 bersama teman-teman di grup drakor dan literasi tentang artis multitalenta atau serba bisa.

Ceritanya

Drama ini berkisah tentang seorang wanita Gu Ae-jung (diperankan oleh Gong Hyo-jin) yang pernah menjadi idol dan merupakan anggota paling tenar dari girl band yang dia ikuti. Tapi karena satu dan lain hal, grup mereka bubar dan karena dia yang meminta grupnya bubar, maka pemirsa jadi membenci dia. Biasa banget ya, dari yang dicintai dan paling populer jadi yang paling dihujat oleh pemirsa.

Wanita ini menjadi tulang punggung keluarganya, jadi setelah grupnya bubar, dia masih tetap berusaha aktif di dunia hiburan walaupun hanya mendapatkan peran kecil dalam reality show atau manggung di pub kecil. Dia tetap mengerjakannya sampai 10 tahun kemudian, dan tidak menghiraukan apa kata orang. Di dunia hiburan Korea, dia terkenal sebagai kasta terendah dan selalu dicemooh.

Tokoh utama pria dari drama ini seorang aktor tenar Dokko-jin (diperankan oleh Cha Seung-won). Aktor ini biasa bermain film laga dan pujaan seluruh Korea terutama wanita tentunya. Pokoknya si pria ini kebalikan dari si mantan idol Gu Ae-jung. Pria ini selain jadi aktor, tentunya mendapatkan tawaran iklan di mana-mana. Wajahnya selalu ada hampir kemanapun pergi di seluruh Korea, bahkan di botol minuman sekalipun. Di dunia hiburan Korea, pria ini ada di kasta tertinggi dan dipuja-puja.

Untuk menjaga popularitas, si pria ini menjalin hubungan pura-pura dengan aktris wanita Kang Se-ri (diperankan Yoo In-na) yang juga pernah menjadi anggota band dari girl band dari wanita pertama. Bedanya, kalau si wanita pertama sekarang selalu dicela pemirsa, Kang Se-ri ini seorang artis populer yang kastanya ga jauh dari si aktor. Kang Se-ri juga menjadi pembawa acara reality show di TV yang topiknya mencarikan jodoh untuk seorang pria yang diberi gelar Pria Sempurna dari beberapa kandidat wanita dari kalangan artis.

Tokoh yang berikutnya seorang dokter kecantikan aliran ramuan tradisional. Dokter Yoon Pil-ju (diperankan oleh Yoon Kye-sang) bukan dari dunia artis tentunya. Pak dokter ini sangat patuh sama ibunya, sehingga dalam mencari pasangan, ibunya sangat menentukan apakah seorang wanita layak atau tidak menjadi pasangannya.

Ibunya membujuk pak dokter untuk ikut mengisi acara mencari jodoh dari kalangan artis di acara yang dipandu oleh Kang Se-ri. Awalnya dia menolak, tapi karena pertemuan tidak sengaja dengan Gu Ae-jung dan mengetahui kalau Gu Ae-jung akan ikut jadi salah satu kandidat, pak dokter malah jadi tertarik menjadi si Pria Sempurna.

Seperti biasa, 2 wanita dan 2 pria, akan ada cerita cinta bersegi-segi. Siapa suka dengan siapa, dan akhirnya jadi dengan siapa. Pertemuan tanpa sengaja berkali-kali lalu salah satu jadi mulai merasa ini adalah takdir dan mulai suka. Klise ya? Ya memang begitu, tapi tetap menarik untuk disimak.

Yang Saya Suka

Drama bergenre romantis komedi ini lumayan lucu dan ceritanya berjalan dengan cepat. Jalinan cerita dari cara bertemu juga cukup masuk akal. Ceritanya sederhana dan setiap tokoh punya karakter yang jelas maunya apa dan tidak pake berubah pikiran berkali-kali untuk memperlama cerita.

“National Treasure Girls”, menyanyikan dugeun-dugeun

Ceritanya bersumber dari lagu paling populer yang dinyanyikan oleh Ae-jung di masa kejayaan girl band nya. Judul lagunya dugeun-dugeun yang kira-kira seperti bunyi dari detak jantung. Dikisahkan, si aktor pernah operasi jantung dan dokter bedahnya adalah salah satu fans yang suka mendengar lagu dugeun-dugeun tersebut. Kilas balik ke masa lalu ini digambarkan sangat singkat. Sisa ceritanya mengambil tempat 10 tahun sejak Ae-jung berhenti jadi idol.

Pertemuan pertama dan beberapa pertemuan tak sengaja antara Ae-jung dan Dokko-jin tanpa sengaja juga membuat Ae-jung mendengar rahasia dari Dokko-jin. Untuk menutup rahasianya, Ae-jung diajak bergabung dengan manajemen yang mengurus Dokko-jin.

Dokko-jin yang pernah dioperasi jantung memakai jam tangan hi-tech untuk memonitor detak jantungnya. Lalu setiap kali mendengar lagu dugeun-dugeun yang juga dipakai Ae-jung sebagai ringtone ponselnya, detak jantung Dokko-jin jadi semakin cepat. Awalnya, Dokko-jin berpikir jam tangannya rusak dan tidak ada hubungan dengan Ae-jung. Lama kelamaan, Dokko-jin menyadari kalau lagu tersebut yang membuat jantungnya berdetak lebih kencang.

Jalinan cerita tentu saja tidak hanya terjadi antara Dokko-jin dan Ae-jung. Si pak dokter juga tertarik dengan Ae-jung. Resep paling sering dipakai, melihat wanita yang disuka bersama lelaki lain, membuat ada rasa cemburu dan berlomba konfirmasi perasaan.

Dalam jalinan cerita, diketahui kemudian alasan Ae-jung meminta grup mereka dibubarkan. Ternyata dia ingin melindungi orang-orang yang dia sayangi. Ae-jung tidak pernah peduli dengan berita miring apapun yang disebut oleh media, dia juga tidak pernah berusaha menjelaskan situasi yang sebenarnya.

Sepanjang perjalanan karirnya, bisa dibilang Ae-jung ini seperti bersakit-sakit dahulu. Setelah dia bertemu dengan Dokko-jin dan bergabung dengan manajemen artis yang baru, Ae-jung seperti membangun kembali karirnya. Tapi tentu saja masih penuh dengan perjuangan.

Keterlibatan Dokko-jin dengan Ae-jung membuat nama Dokko-jin juga mulai dicemooh oleh pemirsa. Bagaimana Dokko-jin menanggapi cemooh dari warganet? Apakah dia akhirnya memilih karir atau terus mengejar Ae-jung? Lalu apakah Ae-jung akan memilih Dokko-jin atau si Pria Sempurna alias pak dokter? Ini bisa tonton sendiri ya, walau film lama, saya tidak mau spoiler.

Tanpa mengetahui detail endingnya, saya kasih bocoran kalau akhirnya bahagia. Tapi, ya bahagia sampai mana? Hubungan artis yang di bawah sorotan mata publik itu sangat ringkih. Salah-salah, semua jadi berita yang diambil sekenanya untuk menjual rating berita.

Artis Harus Serba Bisa?

Kalau di Indonesia, artis itu jalan menjadi politikus. Eh, maksudnya kalau bisa nyanyi, kadang-kadang selain dapat tawaran iklan dan show, ada juga tawaran main film. Nah, kalau sudah tidak laku lagi, bisa deh mulai jadi youtuber atau influencer atau ujung-ujungnya jadi politikus.

Kalau di Korea, artis itu jalannya panjang dan berliku. Artis yang biasa bermain drama, sering diminta bernyanyi ketika bertemu dengan fans, atau bahkan mereka terkadang dipaksa untuk mengisi OST walau suaranya ya ga sebagus orang yang memang terlatih bernyanyi.

Untuk menjadi idol, banyak yang sudah berlatih sejak masih muda belia. Bertahun-tahun kemudian bisa jadi tetap tidak berhasil debut. Ada juga yang berhasil jadi idol lalu dapat tawaran main film atau drama. Kalau aktingnya memang bagus, banyak juga yang malah akhirnya keluar dari grup nya dan memilih dunia akting saja.

Yoo In-na, gagal jadi idol

Yoo In-na, si pemeran Kang Se-ri di drama The Greatest Love, merupakan salah satu contoh gagal jadi idol setelah 11 tahun berlatih. Di umur 16 tahun dia bergabung dengan sebuah agency untuk menjadi penyanyi dan hampir menjadi idol. Tapi karena dia kesulitan mengingat gerakan tarian walau sudah berlatih 8 jam sehari, 6 hari seminggu, dia pun menyerah.

Setelah berpindah-pindah agency, akhirnya tahun 2006 dia mencoba dunia akting. Dengan perjalanan yang tidak mudah, akhirnya dia mendapat penghargaan Baeksang Art Awards sebagai Artis pendatang baru terbaik di tahun 2010 melalui perannya dalam drama Secret Garden.

Setelah mendapat award, tawaran menjadi pembawa acara dan juga DJ pun berdatangan. Lalu dia juga mendapat beberapa kesempatan bernyanyi untuk mengisi OST dan single. Tentunya juga mendapatkan tawaran bermain drama. Dramanya terakhir menjadi pemeran utama bersama Lee Dong-wook itu Touch Your Heart tahun 2019.

Penutup

Dunia artis itu sepertinya saja gemerlapan. Mereka harus menghibur orang, padahal dunianya sendiri tidak selalu menyenangkan. Mereka harus menjaga banyak hal dan berhati-hati supaya kehidupan pribadinya tidak menjadi sorotan publik dan menyebabkan kehancuran karir yang sudah dibangun bertahun-tahun.

Mereka harus bekerja keras dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Bakat saja tidak cukup, kerja keras itu syarat wajib untuk bisa tetap berada di puncak karirnya. Mungkin ini juga kenapa, kebanyakan artis Korea semakin berhasil tapi hidupnya semakin terlihat kesepian. Terlihat kesepian ini karena kalaupun ada yang dekat dengan mereka, pasti dirahasiakan, daripada nanti bikin warganet meninggalkan mereka.

Kehidupan artis yang terlihat serba bisa itu juga tidak selalu mulus, kebanyakan ya harus melalui jalan panjang seperti kata pepatah berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Aduh, tulisannya jadi kemana-mana deh. Ya udah deh, gitu aja dulu tulisan review sekalian untuk tantangan kokoriyaan topik 26 tentang artis multitalenta kali ini.

3 thoughts on “Kdrama: “The Greatest Love”, Bersakit-sakit Dahulu, Bersenang-senang Kemudian”

  1. Aku salut sama perjalanan karir Yoo In-na ini.
    Inget banget sama perannya yang selalu jadi 2nd lead female atau malah antagonis hingga akhirnya berhasil jadi first lead female di Touch Your Heart.

    1. iyah, tapi ternyata tahun 2012 Yoo In-na udah pernah jadi lead di Queen and I, terus entah kenapa pas Goblin dia mau aja jadi second lead lagi. Namanya juga usaha ya, kerja keras is a must.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.