Mempermudah Ganti HP Android

Jaman dulu, kalau kita ganti HP, biasanya kita perlu memindahkan daftar kontak kita secara manual. Setelah HP semakin pintar, ganti HP bisa lebih mudah apalagi bila kita sudah membiasakan diri membackup berbagai data kita. Kebiasaan membuat salinan data ini merupakan kebiasaan yang baik, apalagi kalau kita mempunyai koneksi internet yang cukup cepat.

Saya sering mendapat cerita teman yang HP nya error lalu harus di reset dan semua daftar kontak hilang. Kisah lainnya teman yang pakai iphone/ipad dan mengijinkan anaknya menggunakan gadgetnya sering tanpa sengaja foto-foto di HP terhapus karena anaknya berusaha masuk dengan paksa dan otomatis menghapus data padahal belum pernah di backup. Atau aplikasi chat WA yang lupa di backup waktu ganti HP ataupun hang dan harus reinstal paksa dan mengakibatkan percakapan sebelumnya hilang.

Jaman sekarang ini, hal-hal itu sudah bisa dihindari kalau kita sinkronisasi data kita atau back up di berbagai layanan yang ada di internet, termasuk nantinya mempermudah ketika kita ganti HP. Apalagi kalau kita punya internet koneksi 24 jam, tentunya bisa kita set sinkronisasi data dilakukan ketika kita tidur misalnya.

Ada yang bilang simpan data di Internet tidak aman dan rawan kebocoran privasi. Untuk ini, ya semuanya ada plus minusnya ya, tentunya kita perlu mengamankan semua account yang kita punya. Kalau saya, karena semua foto dan notes saya gak ada konten yang sensitif, kalau cuma ketauan jadwal tiap minggu ngapain aja sih masih gak apa-apa hehehee.

Beberapa hal yang perlu diingat sebelum ganti HP Android adalah:

  • salin kontak lokal semua ke google contacts, dengan cara ini waktu kita ganti HP, kita tidak perlu mencatat ulang nomor-nomor kontak kita
  • kalau terbiasa mencatat jadwal di HP, sinkronisasi ke google Calendar. Waktu ganti HP, otomatis jadwalnya kebawa juga.
  • backup foto ke Google Photos setiap kali HP terhubung WiFi dan atau terhubung WiFi dan dicharge. Dengan cara ini kita juga bisa mengosongkan storage lokal kita ketika foto sudah di backup. Kalau mau punya backup dengan ukuran asli, bisa juga dilakukan dengan kabel data ketika terhubung ke komputer/laptop.
  • backup percakapan WhatsApp ke google drive setiap harinya. Kalau saya, saya set proses backup setiap jam 2 malam, dengan asumsi jam segitu saya lagi tidur. Kalau di backup ketika kita aktif menggunakan HP, pastinya HP akan terasa lambat sekali.
  • percakapan Telegram, semua data otomatis tersimpan di server, jadi tidak perlu di backup.
  • percakapan LINE tidak saya back up karena jarang pakai.
  • biasakan gunakan layanan yang ada loginnya dan ada fasilitas sinkronisasi data ke server, misalnya untuk notes saya gunakan color notes, ketika pindah HP, semua notes saya otomatis terbawa.
  • untuk tulisan yang lebih panjang, saya sudah terbiasa menggunakan google docs, google spreadsheet dengan menyimpan salinan lokalnya untuk mempercepat akses ketika tidak terhubung ke internet, dan nantinya akan disinkronisasi ketika terhubung ke internet.
  • untuk FB, kalau dirasa penting kita bisa juga mendownload semua data kita sesekali. Tapi saat ini saya tidak banyak mengupdate FB dan tidak merasa ada yang penting untuk dibackup, mungkin nanti dibackup kalau ada niat deaktivasi
  • berbagai aplikasi saya login menggunakan FB atau google dan datanya tersimpan di server, kalau lupa password, selalu bisa reset password hehehe
  • untuk keamanan FB dan Google account, saya pakai pengaman tambahan (google authenticator), nah untuk pengecekan pengaman tambahan ini saya perlu pindahkan secara khusus (ini saya minta tolong Joe hehehe)
  • berbagai file lain yang bukan foto dan tidak masuk kategori manapun bisa juga disimpan di dropbox

Dengan mempunyai salinan terhadap semua data kita, seandainya HP saya hilangpun (aduh jangan sampai deh), data saya semua tetap bisa dikembalikan ke HP yang baru. Mungkin akan ada yang bilang: aduh harus langganan berapa banyak tuh untuk simpan data doang. Coba aja hitung-hitung lagi, lebih penting mana kehilangan data atau langganan yang kalau dirata-ratakan perharinya gak seberapa.

Berikut ini proses menyalin data dari HP android lama ke yang baru. Ketika nyalakan HP, setelah setting bahasa dan region akan sampai ke bagian ini

copy apps dan data ketika HP baru beli di nyalakan

Selanjutnya ikuti saja langkah-langkahnya

Saya pilih yang pertama: A backup from and android phone.

Dari gambar, kalau kita tidak ingin menyalin data dari HP lama, kita bisa juga memilih “Don’t Copy”.

akan ada petunjuk membuka google app di hp lama
kita akan di minta untuk memberi perintah”set up my device”

Di HP lama, kita bisa gunakan perintah suara atau ketikkan di google search box “set up my device”, nantinya HP baru akan otomatis mengenali melalui koneksi dengan jaringan Bluetooth dan WiFi.

tekan next di hp lama dan baru
kita akan diminta mengecek apakah bentuknya sama dan klik next di hp lama

Kalau ada beberapa HP android di dekat kita, ketika kita memberi perintah suara, bisa saja HP lain menangkap perintah kita. Untuk meyakinkan kita gak salah menyalin HP, maka kita harus memberi perintah lanjut/next di HP lama yang memang kita ingin salin datanya ke HP baru.

masukkan login akun google kita

Di HP yang baru tentunya kita akan diminta untuk login menggunakan google account kita. Lalu proses menyalin aplikasi dan data dari HP lama pun dimulai.

proses menyalin data di mulai ke Hp baru
kita bisa memilih apa saja yang ingin kita salin

Proses menyalin data ini bisa dipilih, tapi karena saya ingin memindahkan semuanya, maka saya pilih semua. Dengan memilih ini bahkan sejarah telepon keluar masuk juga akan pindah. Calendar, contacts dan photo tentunya juga nantinya tidak perlu diinput ulang. Setting wifi yang sudah pernah kita simpan passwordnya juga akan otomatis terbawa.

Kalau proses ini selesai, apakah HP baru kita sudah 100 persen sama dengan HP baru? sayangnya belum, masih ada tahapan berikut yang harus dilakukan, antara lain:

  • login ulang aplikasi seperti FB, Dropbox, Telegram, Amazon, Apple Music, Grab, Coursera, Duo Lingo, Memrise dan aplikasi lainnya. Beberapa aplikasi yang login menggunakan akun google otomatis sudah bisa langsung di pakai.
  • Memindahkan WhatsApp: backup ke google drive di HP lama, lalu buka dan restore di HP baru. Hapus aplikasi WA di HP lama supaya tidak konflik lagi.
  • Memindahkan file-file di folder “download” secara manual kalau memang masih ada yang penting. Untuk hal ini bisa juga diakali menggunakan dropbox (tapi sekarang ini saya tidak menggunakan dropbox tapi simpan di chat telegram).
  • untuk aplikasi banking dan yang butuh security lebih, Joe pernah menuliskannya di sini.

Biasanya, setelah yakin aplikasi yang dipindahkan berjalan baik di HP baru, saya akan hapus aplikasinya di HP lama. Setelah 1 bulan memakai HP baru dan tidak pernah merasa butuh sesuatu dari HP lama, baru deh saya bolehkan Joe factory reset atau terserah mau dioprek apalagi hehehe. Biasanya HP lama akan dipakai Joe untuk keperluan pentest atau ya untuk cadangan kalau ada HP yang butuh di service.

Walaupun sudah dipermudah begini, saya masih merasa malas proses ganti HP. Prosesnya hanya beberapa jam, tapi ya harus dikerjakan juga untuk pemakaian beberapa tahun ke depan. Ok, semoga lain kali ganti HP jangan sampai kehilangan data penting ya.

Membuang Obat Kadaluarsa

Pagi ini selesai sarapan Jonathan mengeluh bilang sakit kepala. Saya coba cek ternyata dia agak hangat. Padahal pagi-pagi bangun dia masih main trampolin dan sepedaan seperti biasa. Saya suruh dia istirahat dan banyak minum air sambil dipasang kompres cool fever dulu.

Sampai jam makan siang, kakinya dingin dan dia mengeluh AC nya kedinginan, padahal biasanya dia selalu mengeluh panas dan minta pasang AC walaupun di luar hujan. Saya langsung tahu kalau demamnya belum turun dan malah tambah tinggi. Cek pakai termometer 38,6 C. Karena dia mengeluh gak bisa tidur dan menggigil, plus makan siang tidak ada selera, saya pikir ya sudah saatnya dikasih parasetamol.

obat kadaluarsa yang perlu di buang

Waktu cek persediaan obat, loh parasetamol yang ada di kulkas sudah kadaluarsa dari tahun 2018!, cek obat-obatan lain, semuanya sudah kadaluarsa. Ternyata terakhir ke dokter itu kira-kira 2 tahun lalu dan tanggalnya sekitar agustus akhir/september awal. Di satu sisi berpikir: berarti anak-anak gak pernah sakit demam selama 2 tahun terakhir. Saya ingat terakhir kali itu Jonathan dan Joshua itu sakitnya lebih ke masalah pencernaan dan gak pernah butuh parasetamol dan obat-obatan batuk pilek lainnya.

Beberapa waktu lalu, kami juga baru membuang beberapa botol betadine dan obat parasetamol buat orang dewasa yang biasanya jadi persediaan di rumah. Tentunya setelah dibuang perlu untuk membeli yang baru karena betadine, band-aid, kapas, cool fever dan parasetamol itu sudah seperti perlengkapan P3K di rumah.

Sebelum membuang obat-obatan kadaluarsa, saya jadi bertanya-tanya sendiri, botol-botol kaca bekas obat sebaiknya di recycle atau dibuang begitu saja ke tempat sampah. Terus ada juga beberapa obat tablet masih dalam kemasan pertablet, kalau dibuang begitu saja bakal ada yang mungut gak ya? Akhirnya tadi tablet yang ada saya keluarkan dari kemasannya. Untuk obat syrup, saya buang dulu isinya keluar dan botolnya dibilas dikit setelah labelnya di lepasin. Terus botol-botolnya dikumpulkan untuk dikasihin ke recycle aja. Minimal kacanya tidak akan membahayakan buat tukang sampah.

Karena hari ini hujan sejak siang sampai sore, akhirnya saya titip Joe aja yang beli obat sebelum pulang ke rumah. Setelah makan sore dan minum obat, demamnya Jonathan sudah berkurang. Sebelum tidur saya pastikan ukur lagi dengan termometer sudah normal 36,5 C. Semoga malam ini dia bisa tidur nyenyak dan demamnya gak kembali lagi. Agak kuatir juga karena sekarang ini sedang banyak nyamuk dan sudah ada beberapa kasus demam berdarah di Chiang Mai, termasuk di komplek sini ada 1 yang kena.

Kalau ada yang punya saran cara membuang botol obat kosong ataupun obat kadaluarsa, bagi-bagi tips ke saya ya.

Tips WordPress

Hari ini, seorang teman di group KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional) kehilangan tulisan yang sudah dia simpan di wordpress. Saya juga pernah mengalaminya, dan rasanya aduhai sebel karena udah nulis panjang lebar, loh kok malah hilang. Berhubung hari ini belum kepikiran mau nulis apa, ya sekalian deh nulis beberapa pengalaman memakai wordpress. Semoga saja berguna untuk teman-teman yang lain.

Mengembalikan tulisan yang pernah disimpan

Untuk kasus saya, waktu itu nulisnya di aplikasi wordpress android. Saya yakin udah pernah simpan bebeberapa kali malah draftnya. Nah giliran mau publish loh kok hilang. Untungnya Joe kasih tau saya kalau sekarang wordpress itu menyimpan versi revisi sebelumnya setiap kali kita menyimpan draft kita. Jadi kita bisa bandingkan versi sebelumnya dengan versi terakhir yang kita punya, dan kita bisa kembali ke versi sebelumnya.

Menulis di handphone ataupun komputer, kita bisa tanpa sengaja memencet tombol select all- cut ataupun delete. Makanya sejak itu saya selalu membiasakan diri untuk menyimpan draft tulisan walaupun di wordpress juga sudah ada fitur autosave setiap beberapa menit.

Rasanya lebih baik kehilangan beberapa paragraph daripada kehilangan mood karena tulisan hilang dan harus memulai dari awal lagi. Nah caranya gimana?

  • Langkah pertama: jangan panik hehehe. Buka laptop dan masuk ke situs wordpress.
  • Dari dalam wordpress, buka posting yang hilang dan klik tombol setting dan lihat bagian Document.
  • Berikutnya dari Document bisa dilihat berapa versi Revisions yang ada, dan coba periksa masing-masing revisi itu mana versi yang paling lengkap.
Buka settings – revisions
  • Kita bisa membandingkan 2 versi revisi yang pernah kita simpan, dan pilih mau dikembalikan ke versi yang mana
kembali ke versi revisi yang diinginkan
  • Lanjutkan menulis dan jangan lupa sering-sering menyimpan tulisan kalau memang laptopnya mau ditinggal hehehe.

Menjadwalkan waktu menerbitkan tulisan

Ada hari-hari di mana saya punya lebih dari 1 ide tulisan sehari. Supaya gak lupa, saya sering tulis dulu lalu simpan sebagai draft. Kita bisa set kapan tulisan itu mau diposting, apakah besok atau minggu depan atau tanggal yang sudah lewat sekalipun. Caranya gimana?

ganti tanggal publish dari immediately ke tanggal yang diinginkan

Masih dari setting Document, pilih bagian Status & Visibility, ganti setting publish Immediately (segera), menjadi tanggal dan jam yang baru. Dengan posting terjadwal, besok kita gak harus menulis lagi, tulisannya otomatis terpublish pada waktu yang dijadwalkan.

Mengganti link tulisan (permalink)

Kadang-kadang, kita ingin tulisan kita punya link yang merepresentasikan isi tulisan kita. Sebenarnya wordpress sudah secara otomatis memberikan permalink sesuai judul blog kita, tapi bisa saja judulnya terasa terlalu panjang, jadi kita pengen ganti yang lebih mudah diingat. Nah untuk ini juga bisa dilakukan, caranya dari setting Document – Pilih Permalink dan ganti deh sesuai dengan yang diinginkan.

tuliskan nama url yang diinginkan

Pengaturan permalink di blog kami memang selalu akan ada tahun/bulan/tanggal dan judul, kalau misalnya kita gak mau ada indikasi tanggal tapi langsung judul bisa gak? bisa dong. Caranya?

Menu Pengaturan Permalink

Dari menu pengaturan permalink kita bisa mengubah mau seperti apa url tulisan kita nantinya.

Sepertinya hari ini cukup itu dulu tipsnya, kapan-kapan kalau ada yang nanya lagi bisa ditulis lagi hehehehe. Semoga bisa bikin tambah semangat ngeblog karena tulisan berhasil selamat, terjadwal dan juga bisa nulis dengan url yang menarik 🙂