Elephant POOPOOPAPER Park

Selamat Tahun Baru 2017. Kami tidak merayakan tahun baru secara khusus, tapi tanggal 2 Januari kami pergi (lagi) ke Elephant POOPOOPAPER Park. Di tempat atraksi turis ini orang bisa mendapatkan penjelasan tentang pembuatan kertas dari eek gajah.

Dibandingkan banyak tempat wisata lain, tempat ini sangat kecil, dan tidak ada gajahnya di sini, cuma ada poop-nya saja. Tapi jangan khawatir, semuanya sudah kering dan tidak berbau sama sekali. Jadi di tempat wisata ini kita cuma bisa:

  • Melihat dan mendapatkan penjelasan bagaimana proses pembuatan kertas dari eek gajah
  • Ikut melakukan satu langkah (dari bola eek dilebarkan untuk dijemur)
  • Menghias buku atau kartu ucapan (yang tentunya terbuat dari eek gajah)
  • Minum dan makan snack di kantin
  • Memberi makan ikan
  • Berfoto
  • Beli merchandise, baik yang poop related maupun tidak

Tahun lalu ketika kami datang tidak ada guidenya, dan kami hanya perlu mengikuti eek gajah yang diletakkan di jalurnya. Tapi tahun ini ada guide yang menjelaskan prosesnya walaupun ada tulisan juga yang bisa dibaca kalau tidak ada guidenya. Continue reading “Elephant POOPOOPAPER Park”

Selamat Natal 2016 dan cerita kesibukan akhir tahun

Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Natal untuk teman-teman yang merayakan. Di sini Natal bukan hari libur, tapi kebetulan tahun ini jatuh di hari Minggu, jadi tidak perlu ijin kerja. Saat ini saya sedang libur (sejak 28 Desember) dan Jonathan juga sedang libur sekolah. Seperti biasa, sebelum liburan banyak pekerjaan yang harus dibereskan, sehingga waktu ngoprek berkurang.

Di Akhir tahun, Jonathan juga sibuk, dan berarti orang tuanya juga sibuk. Seperti tahun lalu, ada perayaan Natal di sekolah Jonathan dan saya ikut datang, sekaligus penutupan semester ini. Berikutnya Jonathan perform di Aerial silk dan Piano di Night Safari. Baru 3 hari liburan sekolah, sudah ada 4 teman Jonathan yang berulang tahun.

Sampai saat ini saya masih meneruskan RHME (saat ini peringkat 11, tapi mungkin akan berubah naik/turun). Saya belajar banyak sekali dari CTF ini, dan juga sudah menuliskan tentang reverse engineering termasuk juga topik AVR walau belum lengkap di situs saya. Hardware yang jarang saya pakai (logic analyzer dan Oscilloscope) jadi terpakai.

Di perayaan Natal gereja, Jonathan ini jadi malaikat.

Kami juga berhasil ikut kebaktian malam Natal (waktunya jam 11-12 malam).

Dan bisa bangun pagi untuk ikut kebaktian Natal

Setelah itu dilanjutkan dengan kumpul-kumpul orang Indonesia. Yang datang cukup banyak, tapi untuk melindungi privasi, saya tampilkan makananya saja.

Di hari terakhir kantor, ada pesta tahun baru.

Liburan kali ini kami hanya akan berada di sekitar Chiang Mai. Saya kemungkinan hanya akan ngoprek yang ringan saja. Contoh oprekan ringan adalah mencoba software tertentu. Kemarin sempat mencoba RetrorangePi, yang merupakan port RetroPie untuk OrangePi. RetriPie sendiri adalah software untuk Raspberry Pi supaya kita mudah memainkan game lama. Hasilnya: aplikasi untuk Orange Pi ini  masih kurang memuaskan, masih banyak bug (misalnya tidak otomatis update game) dan bahkan aplikasi Kodi-nya juga tidak bisa memutar film.

Saat ini Orange Pi Zero yang saya miliki sudah saya tambahi chip SPI Flash. Tadinya bagian yang ditandai kotak merah itu kosong. Saya mencoba menginstall chip 32 megabit (4 megabyte) dan berhasil memflash u-boot (bootloader untuk Orange Pi) ke benda ini. Dengan ini saya bisa boot via jaringan (via kabel, belum bisa via wifi). Sayangnya support SPI benda ini masih kurang sempurna. Seharusnya di masa depan kernel Linux juga bisa dimasukkan ke chip tersebut.

Hari ini kami pergi ke kebun binatang karena sudah lama tidak ke sana dan ingin melihat akuariumnya. Biasanya kami pergi ke night safari karena punya membership sehingga bisa gratis datang kapan saja. Sebelum pergi, saya ingat untuk mengecek raspberry pi di mobil (yang dipakai sebagai media player) yang katanya rusak. Setelah saya cek, ternyata USB WIFI-nya sepertinya korslet (shorted) dan proteksi di Pi menyebabkan Pi-nya segera mati. Setelah USB Wifi-nya dicabut, Pi bisa boot kembali.

Akuarium di Chiang Mai Zoo merupakan yang terpanjang di dunia (versi Guiness World Record 2008). Di luar akuarium, Jonathan memberi makan ikan dengan dot bayi.

Setelah itu kami sempat mampir ke tempat Koala dan di sampingnya ada tempat main anak-anak. Di situ sekarang juga ada perpustakaan dengan pojok bermain.

 

Tips Belanja Komponen Elektronik di AliExpress

Sejak beberapa tahun lalu AliExpress jadi situs utama saya untuk membeli berbagai komponen elektronik. Menurut saya AliExpress ini sudah sangat bagus dan secara sistem sudah bisa dibandingkan dengan berbagai situs luar negeri lain (seperti misalnya eBay atau Amazon).

Buat yang belum tahu: AliExpress itu seperti ebay-nya China atau Bukalapak/Tokopedia di Indonesia. Ada banyak penjual, dan kita harus teliti ketika membeli. Banyak barang bisa dikirim gratis dan harganya biasanya sangat murah, bahkan lebih murah dari membeli lokal.

Sebagai catatan: saya tinggal di Chiang Mai, Thailand, jadi jangan bertanya mengenai pajak dsb, saya hanya tahu dari yang saya dengar dari teman-teman. Seharusnya sejak November 2016, pembelian di bawah 100 USD bebas bajak.

Tips pertama adalah ketika mencari sebuah barang. Ketika mencari sesuatu, urutkan berdasarkan “number of orders”, pilih dari beberapa barang di posisi atas. Jika setelah Anda mengubah jadi “number of orders” barang yang Anda cari tidak ada di posisi atas, kemungkinan keyword yang Anda pakai untuk mencari masih salah.

Kadang kita mendapatkan hasil dengan harga sangat serupa.

Kadang kita mendapatkan barang dengan harga yang bervariasi. Dalam kasus ini, pelajari lebih lanjut apa bedanya. Contohnya ini: USB to serial dengan chip ch340 harganya sangat murah, kurang dari 0.8 USD, tapi ada yang menjual dengan harga 2.84 USD.

Toko yang menjual dengan harga 2.84 USD mendapatkan banyak pembeli karena dengan jelas menyatakan ada pin DTR dan CTS yang bisa berguna untuk mereset arduino atau microcontroller lain. Padahal di item yang ketiga di foto (harga 0.95 USD) jika diklik bisa terlihat ada lubang untuk pin DTR/CTS yang bisa kita solder sendiri.

Kadang kalo sedang membandingkan dengan teliti untuk beda harga yang sangat sedikit seperti ini, saya ingat ibu saya yang sedang menawar harga sayur ke tukang sayur lewat waktu jaman saya SD dulu.

Berikutnya untuk memastikan bahwa penjualnya jujur dan barangnya bagus, lihat jumlah bintang dan baca reviewnya.  Memang banyak review yang sulit dibaca karena harus dilewatkan ke mesin translasi, tapi biasanya kata kuncinya sudah cukup untuk mengetahui apakah barang tersebut yang kita mau.

Ketika membeli, gunakan mobile app untuk membeli karena biasanya ada diskon, kadang sedikit, kadang banyak. Mereka sangat ingin pelanggan memakai mobile app.

Di mobile app kita bisa mengumpulkan koin, dan di masa tertentu (biasanya akhir Maret dan 11 November) kita bisa menukarkan koin dengan kupon. Kuponnya biasanya beragam, misalnya diskon 1 USD untuk pembelian 10 USD, 7 USD untuk pembelian 49 usd, dsb. Biasanya saya menahan membeli barang yang agak mahal sampai saatnya masa diskon.

Di hari biasa, ada juga masa-masa pertukaran kupon, tapi jumlah kuponnya lebih sedikit, dan nilainya pun tidak besar. Ini kebetulan sekali ketika menulis artikel ini saya mendapatkan kupon.

Ketika  belanja online di tempat lain, kupon 1 USD mungkin tidak berharga sama sekali, tapi di AliExpress ada banyak sekali komponen elektronik (modul sensor, chip, dsb) dengan harga kurang dari 1 USD dan akan dikirim gratis (tanpa ongkos kirim) sampai ke rumah (walau kadang lama kadang cepat sampainya).

Kadang saya sangat heran harganya bisa semurah itu, ini saya ambil satu contoh saja: modul pemutar MP3 dengan harga kurang dari 1 USD. Padahal komponen benda ini sangat banyak: PCB, Port USB micro (untuk power), Port USB (untuk play MP3 dari USB), slot Micro SD (untuk play MP3 dari MicroSD), Audio Jack, 4 tombol (prev next dsb), chip decoder MP3 (dan sepertinya chip amplifier).

Atau jika ingin lebih jelas, ada gambar yang saya ambil dari sebuah situs ebay.

Kembali ke topik kupon, ada beberapa jenis kupon AliExpress, kupon yang paling berharga adalah kupon yang berlaku untuk semua order. Kupon toko hanya berlaku untuk toko tertentu dan biasanya ini kurang berharga, karena toko tersebut harganya lebih mahal dari toko lain.

Ketika masa promosi akan ada kupon jenis lain yang berlaku untuk berbagai toko yang ikut promo tersebut. Kupon jenis ini umumnya juga tidak berharga. Cara mengetahuinya adalah: lihat apakah barang yang sama di toko itu harganya lebih mahal atau tidak di toko lain dengan number of orders yang lebih banyak.

Meskipun membeli menggunakan app akan lebih murah, ketika browsing gunakan browser Chrome atau Firefox dan gunakan extension Aliexpress Assistant untuk melihat sejarah harga. Dengan ini kita bisa tahu jika toko menaikkan harga atau tidak sebelum masa diskon.

Jika extension sudah terinstall, lihat di kiri bawah ketika browsing AliExpress, dan ketik tanda $. Akan muncul grafik variasi harga. Ini akan lebih terlihat di masa diskon.

Di masa diskon, kadang ada diskon yang benar-benar berharga, misalnya teman saya sempat membeli proxmark3 easy dengan harga 79 USD, padahal harganya sebelumnya (dan masih saat ini): 125 usd. Andaikan dia memiliki kupon, bisa mendapatkan diskon lagi 10 USD.

Sebagian toko menyediakan pengiriman gratis dengan pos murah yang tidak bisa ditrack. Sebagian minta tambahan sekitar 1 USD untuk biaya pengiriman jika ingin bisa ditrack. Jika kita membeli beberapa barang dan ingin bisa ditrack, cukup satu item saja yang memakai tracking, biasanya pemilik toko akan malas memisahkan jadi beberapa paket dan akan mengirimkan barang semuanya dengan tracking. Jika semua barang dikirim tanpa tracking, kita bisa mengajukan dispute agar uang delivery ekstra dikembalikan.

Dari pengalaman teman di Indonesia dan pengalaman pribadi di sini: pengiriman memakai Fedex pasti kena pajak. Pengiriman dengan pos lain bisa lolos pajak karena umumnya penjual menaruh harga rendah di luar paketnya. Hati-hati juga ketika membeli 3D printer di Indonesia, ikuti saran di bagian akhir posting lama saya ketika membeli printer 3D .

Sejak mengenal AliExpress, saya sering berbelanja dalam jumlah kecil tapi cukup sering. Untuk mulai belajar Arduino atau elektronik secara umum bisa dicicil, misalnya board Arduino UNO harganya kurang dari 3 USD (tanpa kabel USB, dan kita bisa memakai kabel printer biasa), berbagai komponen dan sensor banyak yang kurang dari 1 usd, dan keduanya bisa disambungkan dengan kabel dupont dengan harga sekitar 1 usd untuk 40 potong kabel (atau 2 USD untuk 120 kabel berbagai kombinasi Female to Female, Male to Female dan Male to Male).

Kelemahan AliExpress bagi sebagian orang adalah: jalur pembayaran utama adalah menggunakan kartu kredit dan tidak semua orang memiliki kartu kredit. Untuk pembelian dengan kartu kredit, tidak ada nilai minimumnya, saya tidak tahu apakah ada nilai minimum jika membayar melalui dokupay atau metode lain. Di Thailand sini, kartu debit dari bank bahkan bisa dipakai juga untuk membayar.

Salah satu solusi jika ingin membeli tapi tidak ingin terlalu sering merepotkan orang adalah dengan mengisi Aliexpress Wallet. Misalnya kita bisa minta tolong seseorang untuk mengisi 10 USD, isi dompet lalu bisa dipakai untuk membeli berkali-kali, tiap membeli isi dompet akan dikurangi, nanti kalau sudah habis baru minta tolong lagi.

Aliexpress tidak punya program referal (tadinya sepertinya ada, tapi sepertinya sudah tidak berfungsi lagi), jadi tulisan ini nggak dibayar dan tidak untuk mendapatkan referal.

Oprekan akhir pekan: Chromebook, RHME, Lampu Pohon Natal

Akhir pekan kali ini sampai hari Senin di Thailand karena hari Senin bertepatan dengan Hari Ayah di Thailand, jadi kantor libur. Secara umum tidak banyak yang dioprek weekend ini karena lebih banyak dihabiskan untuk jalan-jalan.

Chromebook

Saya membeli Chromebook seharga 4200 baht dengan bonus Google Drive 100GB selama 2 tahun. Karena saat ini saya memang berlangganan Google Drive 100 GB dengan membayar 1.99 USD/bulan, bonus ini akan mengurangi pengeluaran saya sebanyak sekitar 1600 baht (total 2 tahun). Dengan bonus itu, menurut saya ini pembelian yang relatif murah  (1.6 jt – 0.6 jt google drive = ~1 jt untuk nilai laptopnya).

20161201_134545

Setelah beberapa jam menggunakan browser saja, saya mengaktifkan developer mode dan menginstall debian chroot menggunakan crouton. Selama beberapa hari saya mencoba-coba berbagai setting, berbagai desktop manager, sampai akhirnya memilih Enlightenment. Menurut saya laptop ini cukup ringan dengan daya tahan batere yang cukup lama.

RHME

Saat ini saya sedang mengikuti CTF hardware pertama saya. Walau kemungkinan besar tidak akan menyelesaikan semua challengenya. Saya bekerja sama dengan teman lama saya Deny yang sudah lama tidak kontak. CTF ini masih terus berjalan, dan saya belajar banyak soal assembly AVR dari soal-soalnya.

Dari belajar AVR saya jadi tertarik mengikuti kontes 1K. Saya sudah memulai membuat proyeknya tapi belum selesai. Prototipe logika sudah jadi dan bisa dimampatkan kurang dari 700 byte, tampilan juga sudah jadi. Entrinya sudah saya masukkan, walaupun rasanya akan sulit menang, tapi saya melakukan ini cuma untuk bersenang-senang.

20161206_063247

Lampu Pohon Natal

Lampu pohon natal akhirnya selesai dipasang. Saat ini programnya masih terlalu sederhana, dan rencananya masih akan diperbaiki.

20161202_182151

Lain-lain

Teman saya di Chiang Mai akan membangun CNC untuk proyeknya. Karena keterbatasan alat yang dimilikinya, sedangkan saya punya pengalaman dengan 3D printer (sama-sama memakai motor, sama-sama memakai G-Code, dsb), saya diminta tolong membantu mengetes komponen-komponennya.

20161203_195834Karena teman saya ini jago masak, sekalian dibarter dengan masakan daun singkong. Kebetulan ada teman yang membawakan daun singkong.

img_20161203_185150

Demikian oprekan singkat minggu ini, dan yang paling penting adalah saya bisa menikmati weekend bersama Risna dan anak-anak di hari ayah.

20161205_175343

Oprekan akhir pekan: Kalkulator, Proyektor, Persiapan Natal

Sesuai target pekan lalu, tiap Minggu saya berusaha menuliskan oprekan akhir pekan. Kali ini saya akan membahas: kalkulator, proyektor, oprekan persiapan Natal, dan beberapa hal lain yang berhubungan dengan elektronik.

Kalkulator

Salah satu benda yang menakjubkan bagi saya waktu masih kecil adalah kalkulator. Kalkulator pertama yang saya lihat adalah milik bapak saya, kalkulator ini biasa (bukan saintifik) dengan display menyala hijau (kemungkinan ini memakai Vacuum Fluorescent /VFD). Semasa sekolah, saya belum pernah memiliki graphing calculator, paling advanced cuma scientific calculator.

Walau dulu cuma mainan kalkulator biasa, saya berusaha mempelajari semua fungsi dan triknya. Misalnya waktu SMP saya bisa memakai kalkulator biasa untuk menghitung weton (hari dan pasaran) dari sebuah tanggal (biasanya tanggal lahir). Ini saya lakukan dengan menghitung jumlah hari sejak 1 januari 0 sampai hari tersebut (karena berbagai koreksi kalender,  metode ini cuma akurat dari 1800an-2099), lalu melakukan mod 7 untuk mendapatkan hari dan mod 5 untuk mendapatkan pasaran. Metode saya ini agak berbeda dari Doomsday rule (waktu itu saya tidak tahu Doomsday rule ini).

simple_electronic_calculator

Tiap tahun rata-rata terdiri dari 365.25 hari, dengan mengalikan tahun dengan 365.25 (dan membulatkan ke bawah) kita mendapatkan jumlah hari sampai awal tahun, untuk mendapatkan jumlah hari dari awal tahun sampai sebuah tanggal tersebut, saya menghapalkan jumlah hari akumulatif suatu bulan (atau kalau lupa kadang saya jumlahkan manual), misalnya: Januari 0, Februari 31, Maret, 59, April 90, Mei 120, dst), lalu tambahkan tanggal yang diminta.

Karena kalkulator biasa tidak punya fungsi untuk mencari remainder/modulus, cara mencari sisa pembagian adalah dengan menggunakan memori kalkukator (tombol MR/MC/M+/M-), misalnya untuk tahu 1234 mod 5, maka yang saya lakukan adalah: memasukkan 1234 ke memori (dengan M+) membagi 1234 dengan 5 (hasilnya 246.8) saya bulatkan dengan mengurangi dengan bagian pecahannya (0.8) jadi 246, lalu kalikan lagi dengan 5, hasilnya 1230 lalu dikurangi dengan isi memori (tekan – lalu M), hasilnya adalah -4. Tentunya mod 5 bisa dilihat dengan mudah tanpa kalkulator karena kelipatan 5 mudah dicari (jika digit akhir 0 atau 5 maka sisanya 0, jika digit akhir 1 atau 6 maka sisanya 1 dst), mod 7 lebih sulit dan perlu metode tersebut.

Alasan awal saya tertarik dengan weton adalah karena membaca buku primbon. Tapi mungkin ini diceritakan lain waktu.

Sifat kalkulator biasa yang “lucu” adalah: jika kita memasukkan 1 + 1 lalu menekan sama dengan (=) akan keluar angka 2, jika kita tekan sama dengan lagi, akan keluar 3, jika kita tekan lagi akan keluar 4, dst (bertambah satu). Pernah saya iseng konyol dengan teman sebangku di sekolah: berlomba mendapatkan angka berapa dalam 1 menit. Konyolnya pas jam istirahat, sekelas ikutan mencoba itu.

Meskipun tidak pernah punya graphing calculator, waktu SMU kelas 2 ketika diberikan PC Windows pertama kali, salah satu software (bajakan) yang  saya minta dari penjual komputer adalah Mathcad. Salah satu fitur yang amat bagus adalah kemampuannya melakukan komputasi simbolik. Dengan itu saya bisa mengerjakan PR dengan cepat. Dengan memasukkan ekspresi matematika, saya bisa mendapatkan turunanya atau integralnya dengan mudah. Ketika ikutan bimbingan belajar di SSC saya juga bisa dengan mudah dan cepat memverifikasi apakah jurus singkat yang mereka berikan memang benar (dan berlaku untuk kasus apa saja).

Contoh Mathcad seperti ini: saya masukkan (x+y)^2 dan “expand”, dan Mathcad akan menghasilkan evaluasi simbolik (langsung dalam bentuk grafis, bukan tekstual). Untuk screenshot ini saya tidak membajak karena sekarang ada versi trial dan versi expressnya yang gratis.

mathcad

Jadi ngelantur panjang, padahal yang ingin saya ceritakan adalah: saya membeli graphing calculator HP 39gs. Kalkulator yang saya beli dari Aliexpress ini aspal. Secara fungsi dan bentuk semuanya sama seperti aslinya, tapi tidak ada serial numbernya. Harganya hanya 9.99 USD (+ongkir 4 usd), saya lihat harga aslinya di Amazon lebih dari 35 USD. Saya tidak tahu kenapa hanya kalkulator ini yang “dibajak” oleh China, padahal ada banyak kalkulator lain yang lebih baik.

Saya menghabiskan beberapa jam membaca manualnya dan bermain-main dengan kalkulator ini. Sejarahnya kalkulator ini cukup panjang (prosessor 4 bit yang diemulasikan oleh prosessor 32 bit). Koneksi ke PC bisa dilakukan via USB, tapi drivernya tidak ada untuk Windows terbaru. Drivernya ada untuk Linux terbaru, tapi softwarenya belum nemu. Konektivitas dengan PC masih perlu dieksplorasi lebih lanjut, termasuk juga cara membuat Aplet custom (sudah berhasil install driver di virtual machine Windows XP).

Untuk saat ini saya membuat program secara manual langsung di kalkulatornya sambil menguji kesabaran karena tidak ada fungsi copy/paste ataupun macro, di tambah lagi: tidak ada variabel untuk menyimpan string, dan list juga tidak bisa menyimpan string. Kalkulator ini memiliki speaker, jadi kita bisa membuat The Imperial March (yang ini seharusnya bisa lebih singkat memanfaatkan fitur loop dan list di kalkulator)

20161126_130904

Tentunya saya coba implementasikan algoritma mencari weton di kalkulator ini.

20161127_220343

Proyektor

Dari dulu pengen punya proyektor dan ruang khusus untuk home theater. Sekarang mimpinya sudah ganti menjadi TV LCD besar resolusi tinggi. Tapi saya tetap penasaran dengan proyektor, jadi saya membeli UNIC 46, proyektor murah yang  sudah bisa WIFI (miracast dan DLNA). Harga normalnya benda ini (dengan ongkos kirim) masih di atas 70 USD, tapi dengan bantuan kupon dan promo 11 November, saya bisa mendapatkan dengan harga 55 USD (sudah termasuk ongkos kirim).

img_2906

Resolusi native proyektor ini hanya 800×480, tapi ini sudah cukup untuk menonton film dengan subtitle yang bisa terbaca jelas (sebagai pengingat: dulu resolusi DVD sekitar ini). Sebenarnya benda ini bisa memutar film langsung dari USB, tapi kami tetap memakai Kodi di Rasperry Pi dihubungkan dengan konektor HDMI. Tampilan proyektor ini sangat bagus jika ruangan gelap, jika suasana terang tampilannya hampir tidak terlihat. Sejauh ini proyektor ini cukup terpakai untuk nonton film di kamar tidur sesudah anak-anak tertidur. Joshua yang punya hobi memukul-mukul TV juga bisa puas memukul dinding.

Persiapan Natal

Natal tinggal sebulan lagi. Sekarang kami sudah memasang pohon Natal, dan saya sudah mempersiapkan lampu hiasan untuk pohon Natal tapi belum dipasang. Lampunya kali ini menggunakan LED strip WS2812b dengan panjang 5 m, 30 LED/meter IP67 (16.64 USD).   LED strip jenis ini bisa diprogram (tiap LED bisa diminta mati atau menyala dengan warna spesifik). Sebenarnya ada LED strip dengan jumlah LED yang lebih banyak per meternya, tapi saya takut penggunaan dayanya akan terlalu besar.

Tiap LED memiliki 3 komponen warna (RGB), tiap komponen warna maksimum menggunakan 20mA, jika semua LED menyala putih maksimum akan butuh 20 mA/led*3*30 led/m*5 m =  9000 mA (9A). Tapi saya memprogram supaya penggunaan dayanya kurang dari 2 A supaya bisa menggunakan charger USB biasa. Jika semua LED (150) menyala dengan satu warna dengan intensitas maksimum (20mA) akan butuh 3A, jika 50% (dengan asumsi penggunaan arus linear), maka akan butuh 1.5A.

img_2238

Saya masih merancang box untuk bagian elektroniknya (menggunakan NodeMCU ESP8266) agar mudah dipasang dan aman dari Joshua. Saya juga belum 100% yakin seperti apa pola animasi yang saya inginkan, jadi saya menggunakan ESP8266 dengan Micropython. Dengan ini kode bisa dengan mudah diupdate dan menyala matikan LED bisa dilakukan via web browser.

Selain memasang pohon Natal, saya juga mencetak 3D beberapa pohon Natal hiasan (dalamnya hollow/kosong). Dua pohon natal dipakai Jonathan untuk belajar/bermain dengan LED biasa.

20161126_071932

Beberapa lagi rencananya akan saya pasang LED WS2812b satuan dan saya daisy chain beberapa pohon natal. LED Satuannya seperti ini:

20161128_055924.jpg

Dan seperti ini ketika masuk ke pohon Natal hasil print:

20161127_224227

Elektronik Lain

Pertama adalah aksesori yang sederhana sekali: plexiglass + breadboard agar sedikit lebih rapi bereksperimen dengan Raspberry PI.

20161126_070237

Dulu saya pernah iseng ikutan kursus online EDX Embedded System, salah satu tugas bonus adalah  membuat game dengan layar Nokia. Sayangnya layarnya terlalu lama sampenya, jadi tidak pernah saya kerjakan. Dulu benda ini sempat hilang, jadi saya membeli lagi layar ini (harganya sekitar 2 USD). Setelah saya coba, ternyata yang lama layarnya kurang bagus (kurang jelas).

Sekarang ini belum ada ide yang bagus mau dibuat apa. Oh iya ada satu keanehan: meski dua benda ini hampir sama persis, benda yang satu hanya akan menyala backlightnya jika pin backlight dihubungkan dengan VCC, sedangkan benda yang lain backlightnya hanya akan menyala jika pin backlight dihubungkan ke GND.

20161122_225307

Saya sudah beberapa kali membeli TV kecil dengan input composite. Layar seperti ini biasanya dipakai di mobil (voltase input 12 v) untuk kamera mundur. Dua TV yang lebih besar dipasang di mobil untuk tontonan Jonathan dan Joshua. Satu TV dipakai di kamar Jonathan sebagai Jam. Jamnya juga sekaligus menampilkan cuaca.

Tadinya untuk melihat output composite dari device seperti CHIP dan orange Pi saya memakai USB Easycap. Tapi sejak Windows 10, drivernya tidak stabil dan selalu crash. Daripada membeli device serupa lagi dan ada kemungkinan tidak cocok di Windows 10, sekalian saja saya membeli TV kecil lagi.

20161127_235536

Resolusi benda ini sangat rendah (480×240) tapi cukup untuk melihat tampilan desktop, mendebug output, dan juga menampilkan informasi/gambar sederhana.

20161127_232952

Sekian oprekan minggu ini. Sebenarnya sudah ada beberapa benda elektronik lain yang sudah datang dari aliexpress tapi belum sempat eksplorasi lebih lanjut.

 

Cerita ringan dari Chiang Mai

Setelah baginda Raja Thailand Bhumibol Adulyadej wafat, suasana Thailand berduka. Di satu bulan pertama semua orang memakai baju berwarna hitam atau putih, dan pegawai yang memakai seragam warna lain akan memakai pita hitam sebagai tanda berduka. Meskipun demikian kehidupan cukup berjalan normal, hanya beberapa hal yang berubah, misalnya tempat hiburan malam tutup.

Menurut kabar yang kami dengar, berbagai perayaan akan dipertahankan namun keramaiannya dikurangi sehingga tidak ada penggunaan petasan (dan sejauh ini sepertinya kembang api juga tidak digunakan). Saat ini baru ada satu festival yang diselenggarakan di masa berkabung ini yaitu Loy Krathong.

Posting ini sekedar cerita dan update ringan, karena blog ini dari dulunya memang bukan blog teknis, tapi cerita keluarga kami dari sejak saya belum menikah dengan Risna sampai sekarang memiliki dua anak.

Secara umum saat ini kami merasa hidup ini santai. Kantor saya sangat dekat dari rumah, jadi kadang Jonathan dan Joshua pergi ke kantor untuk menjemput saya di sore hari.

img_2711

Kadang jika tidak kecapekan dari sekolah, Jonathan akan minta keliling kompleks rumah. Jonathan sangat senang jika kebetulan temannya sedang sepedaan juga.

img_2745

Tidak semua tugas/PR dari sekolah sifatnya membosankan. Misalnya pernah ada Time Travelling Teddy Bear. Tiap siswa akan diberikan teddy bear bergantian dan teddy bear itu diajak “berpetualang” ke berbagai tempat. Setelah itu foto petualangan mereka ditempelkan di buku yang diisi bersama.

Continue reading “Cerita ringan dari Chiang Mai”

Oprekan akhir pekan: RTL-SDR GPS, 3D Printer, dll

Sekarang saya akan berusaha untuk rajin menceritakan hack/oprekan tiap akhir pekan, walau kadang ada juga hal-hal yang saya lakukan di hari kerja. Kali ini saya akan menuliskan tentang menerima raw GPS signal dengan RTL SDR, 3D printer, pelajaran elektronik untuk Jonathan, dan beberapa catatan kecil.

Menerima Raw GPS signal dengan RTL-SDR

Receiver GPS sekarang ini bisa dibeli dengan harga kurang dari 10 USD. Dengan receiver seperti itu, kita akan langsung mendapatkan data (via serial/USB) dalam format NMEA yang bisa dengan mudah didecode. Meskipun data mentah ini kelihatan sebagai sesuatu yang low level, ini sebenarnya sudah sangat high level.

Saya tertarik pada signal GPS yang low level, yaitu signal langsung dari satelit. Di masa depan, saya berencana spoofing signal GPS (seperti misalnya di artikel ini), sebelum melakukan itu dengan hardware yang mahal, saya memutuskan untuk memahami dulu signal GPS. Sekarang saya memulai dengan hardware murah dari rtl-sdr.com. Harganya 25 USD termasuk ongkos kirim, ini murah dibandingkan dengan hardware SDR yang bisa transmit (>150 USD).

Continue reading “Oprekan akhir pekan: RTL-SDR GPS, 3D Printer, dll”