Chiang Rai Trip Hari ke-2: Mengunjungi Kuil di Chiang Rai dan AstroPark di Chiang Mai

Tulisan ini merupakan lanjutan cerita jalan-jalan kami di bulan Maret 2024 bersama keluarga adik yang datang dari Indonesia. Setelah hari sebelumnya kami mengunjungi Golden Triangle, Laos dan Night Bazaar Chiang Rai, hari ke-2 kami mengunjungi beberapa kuil yang memang menjadi tujuan wisata orang ke Chiang Rai. Sebelum pulang ke rumah, kami mampir dulu ke Princess Sirindhorn AstroPark yang berada di Chiang Mai.

Lanjutkan membaca “Chiang Rai Trip Hari ke-2: Mengunjungi Kuil di Chiang Rai dan AstroPark di Chiang Mai”

Chiang Rai Trip Hari ke-1: Golden Triangle dan Chiang Rai Night Bazaar

Bulan Maret sebenarnya bukan bulan yang ideal untuk berjalan-jalan di utara Thailand. Musim panas dan polusi merupakan kombinasi yang kurang mendukung untuk jalan-jalan. Akan tetapi sepupu Jonathan datang di bulan Maret, karena waktu liburan sekolah mereka ya di bulan Maret.

Kami cukup beruntung karena, ketika keluarga adik datang dengan 2 anaknya, polusi sedikit berkurang. Bahkan ketika di Chiang Rai, ada hujan cukup deras yang membuat kami berkesempatan melihat langit biru yang cerah.

Tulisan ini sekedar catatan rute perjalanan kami ke Golden Triangle dan Chiang Rai.

Lanjutkan membaca “Chiang Rai Trip Hari ke-1: Golden Triangle dan Chiang Rai Night Bazaar”

Masalah Orang Kaya

Belakangan ini ada 2 hal yang sering jadi konten dan pertanyaan di sosial media saya. Pertama tentang kebijakan untuk orang asing yang masuk ke Thailand harus bawa duit cukup selain tiket pulang dan pemesanan akomodasi dan hal lain tentang kebijakan baru dari bea cukai Indonesia yang membatasi berbagai barang bawaan yang berlebihan dan katanya akan dikenai pajak atau malah disita.

Kenapa saya sebut masalah orang kaya? Karena sebenarnya aturan itu tidak akan menjadi masalah untuk yang tidak berencana belanja banyak ataupun jalan-jalan ke luar negeri termasuk ke Thailand.

Lanjutkan membaca “Masalah Orang Kaya”

Cerita 6 Bulan Menggunakan MG4 EV

Tak terasa, sudah 6 bulan lebih menggunakan mobil listrik. Sampai saat ini kami belum menginstal wall charger di rumah, kok bisa? Ya ini ceritanya panjang. Tapi ternyata bisa kok tanpa wall charger di rumah, karena di Chiang Mai sudah ada banyak tempat mengisi baterai mobil.

Di tulisan ini, saya juga akan menceritakan apa saja yag pernah kami alami selama 6 bulan menggunakan mobil listrik MG 4. Tulisan ini sekedar catatan saja, walaupun ada beberapa masalah kecil, secara keseluruhan kami merasa puas menggunakan mobil listrik. Pengalaman sebulan pertama memakai mobil MG 4 EV bisa dibaca di tulisan sebelumnya.

Ukuran MG 4 EV pas untuk keluarga dengan 2 anak
Lanjutkan membaca “Cerita 6 Bulan Menggunakan MG4 EV”

Musim Panas dan Polusi di Chiang Mai, Maret 2024

Musim panas tahun 2024 di Chiang Mai sudah terasa sejak akhir bulan Februari. Bukan hanya udara yang makin panas, polusi juga mulai terasa. Sebenarnya, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, polusi udara di musim dingin di Chiang Mai tidak terlalu terasa. Malahan di awal tahun saya sering baca tentang kondisi udara di Bangkok yang sampai menyarankan pekerja kantoran di Bangkok untuk bekerja dari rumah.

Saya pikir, atau mungkin saya tadinya berharap, siklus polusi di utara Thailand yang selalu ada di awal tahun sampai bulan April atau Mei sudah berakhir. Dengan datangnya musim panas, beberapa titik hutan terjadi kebakaran dan kemarin 15 Maret 2024, Chiang Mai mendapatkan rekor kota paling berpolusi di dunia.

Lanjutkan membaca “Musim Panas dan Polusi di Chiang Mai, Maret 2024”

Joshua Belajar Main Catur

Beberapa bulan terakhir ini, Joshua belajar main catur. Awalnya dia hanya bertanya nama-nama dari setiap buah catur yang ada. Lalu dia mulai mempertanyakan gerakan masing-masing. Lalu, seperti saat dia tertarik dengan sesuatu, dia akan mempelajari dan menonton berbagai video tentang hal tersebut. Sekarang ini, saya merasa sudah perlu lebih sering latihan juga biar tidak terlalu sering kalah dengan Joshua.

Papan catur kecil pertama yang kami belikan buat Joshua (2 Desember 2023)

Karena melihat semangatnya untuk bermain catur, awalnya kami membelikan mainan catur yang bijinya kecil supaya mudah dibawa-bawa, akan tetapi sepertinya terlalu kecil juga risiko kehilangan biji caturnya lebih tinggi. Berikutnya kami membelikan permainan catur yang agak besar dan magnetik. Tidak tanggung-tanggung, kami belikan 2 set, biar kalau ada biji yang hilang bisa ada gantinya. Harga permainan caturnya juga tidak mahal, dan kami juga tahu kalau mainan ini sangat bagus kalau memang dia ingin pelajari lebih serius. Kami juga berlangganan Chess Kid (setahun 49 USD) dan hasilnya sudah mulai terlihat.

Lanjutkan membaca “Joshua Belajar Main Catur”

Persiapan Pernikahan dan Bibit, Bebet, Bobot

Hari ini ulang tahun pernikahan kami ke-17. Tidak ada rencana perayaan, yang ada rencana meeting yang akhirnya ditunda. Dari siang ada teman yang berharap meeting kami ditunda karena ingin mengajak kami makan malam bersama (mereka tidak tahu kalau hari ini hari istimewa). Jadilah setelah meeting ditunda, kami berangkat untuk makan bersama mereka. Makan malam shabu-shabu di musim dingin merupakan satu tradisi buat kami yang sama-sama sudah lama di Chiang Mai ini.

Mungkin akan ada yang berpikir: “Segitu nggak romantiskah kehidupan pernikahan di usia ke-17? Apa sudah tidak ada lagi tuh yang namanya perayaan dengan kencan berdua ala anak jaman now di restoran ternama dengan menu yang tidak bisa disebutkan namanya?” Bukan kami tak romantis, tapi ya itu bukan gaya kami. Jadi memang, tradisi kami menjelang hari ini adalah mengingat kembali apa saja yang sudah kami lalui sepanjang bersama dan menuliskan sebagai ucapan syukur di blog ini.

Kilas balik persiapan 17 tahun yang lalu

Khusus hari ini, saya menemukan beberapa harta karun digital yang saya bahkan sudah lupa isinya apa saja. Salah satunya, Joe menemukan catatan kegalauan saat menjelang hari H yang ada di backup SD Card dari Nokia Communicator.

Lanjutkan membaca “Persiapan Pernikahan dan Bibit, Bebet, Bobot”