Apa Kabar dalam Bahasa Thai

Dalam percakapan, biasanya setelah mengucapkan salam sawatdiikha/krap, kata berikutnya yang akan ditanyakan adalah apa kabarnya?

Apa kabar Sabaai dii mai สบายดีไหม

Pertanyaan ini terdiri dari 3 kata:

sabaai สบาย artinya baik, bahagia, berkecukupan, nyaman, sehat

dii ดี artinya baik, bagus

mai ไหม merupakan kata tanya, dalam bahasa Thai. Kata mai di sini tulisannya dan nadanya berbeda dengan mai ไม่ yang berarti tidak.

Seperti biasa, untuk menambah kesan sopan, kita bisa menambahkan khaa atau krap di akhir kalimat, jadi kalimat lengkap untuk bertanya apa kabar menjadi: sabaai dii mai kha/krap?

Untuk jawaban ini kita bisa menjawab dengan kata sabaai dii kalau memang kita baik-baik saja, atau mai sabaai kalau kita kabarnya sedang kurang baik.

Saya Di Chan ดิฉัน / Phom ผม

Ketika menjawab pertanyaan apa kabar, akan lebih baik lagi kalau kita menjawabnya: saya baik-baik saja, daripada hanya menjawab: baik-baik saja. Kata saya dalam bahasa Thai berbeda untuk perempuan dan laki-laki.

Untuk perempuan memakai kata di chan atau chan, dan untuk laki-laki memakai kata phom. Pemakaian kata chan saja untuk perempuan sifatnya kurang formal dibandingkan pemakaian kata di chan. Dalam lagu atau bahasa puisi, kadang-kadang kata chan bisa digunakan untuk merefer kata saya untuk laki-laki juga (perhatikan yang dipakai kata chan bukan kata di chan).

Nah jadi lengkapnya kita bisa menjawab pertanyaan apa kabar menjadi:

di chan sabaai dii kha ดิฉันสบายดีค่ะ untuk perempuan, atau

phom sabaai dii krap ผมสบายดีครับ untuk laki-laki.

Baik-baik atau tidak? Sabaai dii ree plaw? สบายดีหรือเปล่า

Selain menggunakan kata sabaai dii mai, cara lain bertanya apa kabar, kita kadang mendengar pertanyaan sabaai dii ree plaw. Kata ree disini di baca seperti mengucapkan kata rencana dengan huruf e nya diperpanjang.

Kata ree หรือ artinya “atau”, kata plaw เปล่า artinya tidak. Jadi pertanyaan apa kabar diganti menjadi: baik-baik atau tidak?

Jawabannya jika kita baik-baik tetap sama dengan sabaai dii, tapi jika kita kabarnya kurang baik, kita bisa menjawab dengan kata plaw.

Jadi sekarang, kalau bertemu dengan orang Thai, selain mengucapkan salam sawatdiikha, kita sudah bisa berbasa-basi menanyakan apa kabarnya dan menjawab jika ada yang bertanya apa kabar ke kita. Sampai bertemu di tulisan berikutnya!

Kumpul Indonesia di Chiang Mai 2019

Hari ini ceritanya setelah sekian lama di tahun 2019 ini, orang Indonesia di Chiang Mai ngumpul lagi. Seperti biasa, ngumpulin lengkap itu tidak mudah, selalu ada yang lagi mudik dan atau tugas luar. Terakhir ngumpul itu waktu sosialisasi pemilu yang diadakan panitia pemilu, tapi gak lama, karena biasanya kalau bawa anak-anak ketemuan yang bukan di rumah itu anak-anak ga betah berlama-lama.

komunitas Indonesia Chiang Mai, Juni 2019

Komunitas Indonesia di Chiang Mai ini sangat dinamis dan sering berganti datang dan pergi, tapi silaturahmi tetap terjalin. Kebetulan beberapa waktu lalu, salah satu alumni Indo-CM berencana napak tilas ke sini setelah 3 tahun tak berkunjung ke Chiang Mai, nah kebetulan juga kan baru lebaran nih, dan kebetulan lain Joshua juga baru ulang tahun tanggal 6 lalu. Karena sudah ada beberapa alasan, ya jadilah saya mengajak teman-teman berkumpul dadakan. Ajakan ngumpulnya disambut dengan cepat dan senangnya karena banyak juga beberapa anggota baru yang baru menemukan kami karena baca blog ini hehehe.

Ibu guru yang pernah ngajar bahasa Indonesia di Chiang Mai untuk orang Thai.

Seperti biasa, kumpul-kumpul itu tentu tidak lengkap tanpa makan bersama. Nah senangnya di sini kalau ngumpul Indonesia artinya kesempatan makan makanan Indonesia. Masing-masing membawa apa yang bisa dimasak, lalu makan bersama. Senangnya lagi, kali ini warga baru Indonesia di Chiang Mai rajin masak dan bawain banyak masakan walaupun rumahnya jauh dari kota hehehe. Jadi hari ini makanan melimpah, dan saya masaknya seperti biasa cuma bakwan hehehe. Oh ya sekarang di Chiang Mai jadi ada 2 orang yang rajin masak rendang deh, yay.

Hari ini lupakan diet deh, semuanya sedap, lebih sedap lagi karena bisa ngobrol tanpa mikir terjemahan. Kumpul begini pengennya sih sering-sering, apa daya masing-masing punya kesibukan masing-masing jadi ya gak bisa sering-sering juga.

Oh ya, walau gak ada di foto, sebelum makan, pada minum mangga smoothies dulu, mumpung masih musim mangga. Selesai makan, setelah agak turun makanannya kita tiup lilin ulang tahun Joshua deh. Tiup lilin ini cuma alasan, sebenarnya biar bisa makan kue es krim coklat aja hehehe.

Senang deh bisa kumpul-kumpul begini. Anak-anak juga senang bisa main bareng dan tadi sih kedengarannya pada akur aja mainnya hehehe. Ibu-ibu senang bisa ngobrol santai karena ada pemuda pemudi baik hati yang jagain anak-anak pas main hehehe. Jonathan juga senang karena udah lama juga nih gak rame-rame begini. Terakhir ngumpul di rumah ini ya tahun lalu pas eyangnya di sini dan rayain ulang tahun Joshua hehehe. Mudah-mudahan sisa tahun 2019 ini masih bisa sering-sering ketemu dengan teman-teman Indonesia, apalagi kabarnya akan ada beberapa orang baru yang datang ke Chiang Mai (yay).

Oh ya, kalau ada yang ketemu tulisan kami ini, sedang tinggal di Chiang Mai dan ingin terhubung dengan orang Indonesia lain di Chiang Mai, bisa kontak kami lewat FB Page. Komentar di blog kadang-kadang tidak selalu ada notifikasinya, kalau kirim pesan di FB Page biasanya langsung bisa kami ketahui. Untuk yang rencana cari kerja di Chiang Mai, kami tidak bisa membantu karena kami juga pekerja biasa di sini. Untuk yang mau jalan-jalan ke Chiang Mai, kami belum tentu bisa menjawab semua pertanyaanya tapi ya kalau bisa dijawab akan kami jawab. Informasi seputar Chiang Mai juga sudah ada banyak di blog ini, bisa coba di cari dulu sebelum bertanya.

Lelucon bahasa Thai

Kali ini mau nulis singkat aja sambil memperkenalkan kata baru hen. Kalau bahasa Inggris kan hen itu artinya ayam betina, nah kalau bahasa Thai hen (เห็น) itu artinya: kelihatan. Masih ingat kan dengan kata mai (ไม่) yang artinya tidak, jadi mai hen (ไม่เห็น) artinya tidak kelihatan.

Jadi kalau tau bahasa Thai dan bahasa Inggris, liat gambar berikut ini pasti ikutan senyum.

foto dapat dari FB

Berikutnya, kalau ngobrol atau baca status orang Thai di Facebook/online, mereka suka nulis 555. Nah pertama kali saya juga bingung apaan sih 555. Kalau ingat lagi, angka 5 itu dalam bahasa Thai dibacanya haa (ห้า). Nah kalau 555 itu kira-kira jadinya haa haa haa yang bunyinya sama dengan orang ketawa. Jumlah angka 5 nya gak terbatas juga boleh kalau mau ketawanya panjang.

Oke hari ini segitu dulu, biar lebih ingat informasinya dikit-dikit aja ya. Sampai bertemu di tulisan berikutya.

Joshua 4 Tahun

Hari ini Joshua 4 tahun. Untuk anak usia 4 tahun badannya tergolong besar tingginya sudah diatas 100 cm dan beratnya hampir 25 kg, bahkan lebih besar daripada Jonathan waktu berumur 4 tahun. Kami ga mengadakan acara khusus karena dia juga belum meminta hehehe. Supaya gak lupa, hari ini sekalian posting update perkembangan Joshua.

Joshua dan angka 4

Setelah tahun lalu gagal mengirimkan Joshua ke daycare, tahun ini kami mencoba lagi membawa dia ke tempat yang baru. Baru mulai minggu lalu sih, tapi sejauh ini dia sepertinya tidak menangis-nangis seperti tahun lalu. Kemungkinan memang tahun lalu dia belum siap untuk ke daycare aja.

Di tempat yang baru ini dia masih belum mau makan siang yang disediakan, tapi kalau dibawakan bekal dari rumah, dia mau duduk makan bareng teman-temannya. Sampai sekarang Joshua hanya makan menu makanan tertentu, kalau beda dari menu yang dia kenal, dia memilih tidak mau makan. Tapi sekarang ini variasi menunya sudah lebih banyak dibandingkan waktu umur 2 tahun yang cuma mau nasi putih saja.

Hari ini kebetulan ada temannya yang juga berulang tahun, jadi di daycare dia dinyanyikan Happy Birthday juga. Terus pas saya jemput, Joshua lagi menyusun mainannya membentuk angka 4. Sampai rumah, dia menyusun tangramnya membuat angka 4. Beberapa hari lalu, dia juga seperti mengerti kalau dia bakal berumur 4 tahun, jadi 3 nya dijatuhkan disamping angka 4 hehehe.

Oh ya, Joshua sekarang ini banyak ngomong dan pengucapannya sangat jelas, tapi dia masih kurang suka berkomunikasi. Dia suka menyebutkan fakta-fakta matematika seperti penjumlahan, perkalian bahkan dia juga mulai suka menyebutkan lebih besar dan lebih kecil. Dia suka membaca tulisan apa saja yang bisa dia baca. Dia bahkan suka ikutan baca subtitle kalau kami lagi nonton. Dia juga sangat suka dengan huruf dan bahasa. Selain menghapalkan 44 huruf Thai, dia juga suka berhitung bahasa Indonesia, bahasa Spanyol dan juga suka ikut-ikutan bahasa Korea kalau saya lagi buka aplikasi Memrise.

Sekarang ini dia mulai mengerti konsep penjumlahan, bukan sekedar menghapalkan. Dia juga sedang berusaha mengerti dengan konsep perkalian. Salah satu penyebab dia suka matematika, sepertinya karena sering liat flashcard pelajaran kakaknya. Kami tidak mengajarkannya secara khusus, tapi dia seperti punya metode sendiri untuk menghapal dan mengingat fakta matematika.

nemu flash card, eh ditulisin jawabannya sama Joshua

Salah satu alasan kami mengirimkan dia ke daycare adalah supaya dia jangan terlalu banyak belajar dan lebih banyak berinteraksi dengan anak seumurannya. Joshua dikirim ke daycare dari jam 9 pagi dan dijemput sebelum jam 1 siang. Belakangan ini juga dia mulai gak mau tidur siang, kalau tidur siang malamnya jadi susah tidur, jadi ya sekarang ini kami biarkan saja dia tidak tidur siang lagi.

Sekarang ini hobinya menyusun tangram dari A sampai Z dan angka 0 sampai 9. Belum sebulan dia bermain tangram, sepertinya dia sudah hapal menyusun tangram tanpa contekan. Mainan yang belakangan ini juga bisa dia mainkan berjam-jam itu mainan angka-angka lengkap dengan notasi plus minus dan sama dengan. Dia suka menyusun angka nya menjadi ekspresi matematika, lalu dia akan tunjukkan ke kami sambil meminta konfirmasi apakah yang dia bikin itu benar.

Selain huruf dan angka, mainan yang dia suka ya code-a-pillar. Joshua ini suka terlalu rajin dan terlalu iseng, jadi pernah sekali dia ambil semua HP yang ada di kamar papanya, terus dia main code-a-pillar 5 hp sekaligus hahaha. Terus mainnya ya dibarengin levelnya. Terlalu rajin bener deh.

kerjaan homeschool gak cukup 1 halaman sekali duduk

Salah satu contoh kerajinan Joshua adalah ketika mengerjakan buku homeschoolnya, seharusnya dia cukup mengerjakan 1 halaman 1 hari, tapi dia sekali duduk akan mengerjakan beberapa halaman sekaligus. Kadang-kadang 1 buku langsung habis dia kerjakan. Apalagi karena dia sudah bisa membaca instruksinya, waktu saya tinggal sebentar ke dapur, eh tau-tau dia udah hampir selesai 1 buku. Ini salah satu alasan juga kenapa saya gak bisa sering-sering kasih buku kerja. Bukunya kan cuma sedikit untuk level preschool.

Joshua ini sekarang nempel banget sama papanya. Kalau papanya gak dirumah, dia selalu nanyain: where is papa? kalau dikasih tau papa kerja, dia ngerti sebentar terus nanya lagi: where is papa, let’s find papa. Terus ngomong sendiri lagi: papa not home terus wajah sedih sebentar, terus ya main lagi. Kalau papanya pulang dia bakal senang banget menyambut sambil melompat-lompat gembira dan bilang: Hi Papa, you’re home. Terus langsung narik papanya ke kamar kerja karena dia pengen aja gitu gangguin papanya main komputer.

Joshua juga akur sama Jonathan, dia suka niru-niru apa yang dilakukan Jonathan, tapi kalau Jonathan pinjam mainanya, dia suka gak kasih hehehe. Besarnya udah hampir sama, tapi masih lebih tinggi Jonathan sih. Bisa jadi tahun depan badannya akan sama besar.

Karena sering nemenin papanya main komputer, dia sudah tau caranya membuka browser, buka situs youtube, ganti lagu lain, bahkan kata papanya dia mulai ajarin papanya untuk click subscribe channel yang dia suka hahaha (gawat). Joshua suka liat lagu-lagu alpabet berbagai bahasa. Oh ya hampir lupa, dia suka liatin abjad Rusia juga, suatu hari dia menuliskan huruf Rusia dari awal sampai akhir sambil berusaha jelasin ke kami, entah gimana caranya dia mengingat huruf-huruf itu.

Joshua juga suka memperhatikan program yang dibikin papanya. Walau dia gak mengerti, dia suka membaca tulisan teks dan angka yang ada di program. Mungkin dia lagi berusaha memahami bahasa pemrograman seperti dia memahami notasi matematika hehehe.

Selain fakta matematika, Joshua juga suka menceritakan fakta yang dia lihat. Misalnya waktu di luar rumah dia suka bilang: there are four trees. There are birds on the trees. Terus kalau dengar suara yang dia gak tau asalnya dia suka nanya: what is that sound coming from? Salah satu hobinya di komputer papanya juga lihatin foto-foto dari kumpulan google photo kami, terus dia akan jelasin misalnya look Jonathan is jumping on the trampolin. Joshua is eating rice and egg. Kalau ngomong apa-apa dia suka pakai kalimat lengkap dan dalam bahasa Inggris, jadi lucu kadang dengarnya hehehe. Joshua emang lebih suka berbahasa Inggris, walaupun ya dia juga menirukan kata-kata bahasa Indoenesia dan Thai yang kami sebutkan.

Semoga setelah berumur 4 tahun ini Joshua bisa lebih banyak berkomunikasi selain tetap rajin belajar, dan mau mencoba berbagai jenis makanan baru. Tetap jadi anak yang ceria dan akur sama kakaknya. Tumbuh sehat dan kuat juga tentunya. Amin.

Buku: The Wimpy Kid Do-It-Yourself Book

Buku Diary of Wimpy Kid ini belinya udah dari akhir tahun lalu di acara big bad wolf yang diadakan di Chiang Mai. Kami beli 1 set yang berisi 12 buku. Tapi karena bukunya untuk umur 9 tahun dan buku lainnya masih banyak, jadi saya simpan dulu. Nah karena sekarang Jonathan sedang liburan sekolah dan beberapa bulan lagi dia akan berumur 9 tahun, supaya gak main game terus-terusan, saya kepikiran mulai memberikan buku ini buat dia. Tentunya sebelum diberikan, saya perlu untuk melihat isi bukunya juga.

Sebelum mulai membaca buku ceritanya, saya terlebih dahulu memberikan buku versi DIY ini, tujuannya ya siapa tahu Jonathan jadi semangat juga untuk meniru bikin Jurnal bukan diary yang nantinya bisa jadi buku seperti ini hehehe. Lagipula walaupun libur sekolah, nulis Jurnal tiap hari kan jalan terus.

Buku ini cukup menarik dan memberikan banyak ide tentang apa saja yang bisa dituliskan dalam jurnal. Setiap kali buku ini menekankan walaupun judulnya Diary of Wimpy Kid, tapi buku ini bukan diary tapi jurnal. Menurut sudut pandang si anak penulis buku kalau diary itu lebih menceritakan masalah perasaan.

Ini salah satu contoh yang bisa dituliskan di dalam jurnal. Ada banyak bagian yang tinggal diisi. Saya juga jadi kepengen nulis langsung di buku ini, tapi sekarang saya cuma suruh Jonathan baca dan pilih mana yang mau dia tiru dan tuliskan di buku Jurnalnya. Oh ya, sudah beberapa bulan ini Jonathan kembali lagi menuliskan jurnalnya setelah dimarahin karena kelamaan libur nulis jurnal hehehe.

Contoh ide yang bisa dituliskan di dalam Jurnal

Ada banyak ide-ide di dalam buku ini yang terkadang hanya butuh memberi tanda ya dan tidak. Tapi ada juga bagian seperti memikirkan masa depan atau mengingat masa lalu. Intinya buku ini memberikan ide-ide apa saja yang bisa dituliskan di sebuah jurnal.

Halaman Predict Your Future ini mengajak anak membayangkan kira-kira di umur 30 tahun nanti dia akan menjadi seperti apa. Hal ini seperti menuliskan cita-cita dan harapan nantinya akan jadi seperti apa. Menurut saya, mungkin memikirkan jauh ke usia 30 tahun masih akan sulit untuk Jonathan, tapi buku ini juga bisa menjadi jembatan menceritakan papa mamanya seperti apa di usia 30 tahun, dan apa yang bisa dicapai atau diharapkan untuk seorang yang berusia 30 tahun. Saya juga bilang ke Jonathan, kita bisa memprediksi misalnya untuk 5 tahun ke depan kira-kira Jonathan inginnya seperti apa.

Bagian ini seperti menuliskan cita-cita

Nah ini contoh memikirkan masa lalu. Sejauh ini Jonathan sudah belajar juga sedikit tentang sejarah, baik itu sejarah dari cerita kehidupan orang jaman dulu, maupun cerita dinosaurus yang katanya hidup di jaman prasejarah. Bagian ini mungkin agak lebih sulit untuk sekarnag ini diisi, karena yang diingat Jonathan paling cerita mulai dia sekitar 5 tahun.

Bagian ini untuk mengingat masa lalu atau belajar sejarah

Hal lain yang bisa dituliskan dalam jurnal juga berupa komik. Untuk anak yang suka menggambar, mungkin cara bercerita dengan komik ini bisa dieksplorasi juga. Dibuku ini selai nada komik yang tidak selesai, yang mana kita bisa meneruskan sendiri kira-kira apa percakapannya, ada juga bagian kotak-kotak komik kosong yang bisa digambar sendiri.

Mengajak anak bercerita melalui komik

Selain ide-ide mengenai isi sebuah jurnal, di buku ini juga ada komik bergambar beberapa halaman, dan juga halaman kosong yang bisa diisi dengan apa saja. Buku ini cukup membuat Jonathan tertarik untuk meneruskan menulis jurnalnya. Hari ini misalnya Jonathan menuliskan cerita lucu mengenai bilangan romawi II yang di baca ay-ay captain.

Untuk buku ceritanya, saya baru baca sedikit buku pertamanya. Kalau sudah selesai nanti akan dituliskan terpisah. Tapi saya pernah baca review buku ini, bahasa yang digunakan kadang-kadang kurang baik, contohnya di bagian unfinished comic mengenai The Amazing Fart Police. Saya tahu kalau buang angin itu merupakan sesuatu yang terjadi secara natural oleh tubuh, tapi ketika dijadikan lelucon kadang tidak semua orang bisa menerima dan menganggap itu lelucon yang tidak lucu. Jadi ya kalau memberikan buku ini, kita orangtua harus sambil memberitahukan batas-batas bercanda ke orang lain supaya tidak sampai menimbulkan salah paham.

Ya dan Tidak dalam bahasa Thai

Hari ini saya akan menuliskan kata yang juga sering diucapkan dalam percakapan. Kata tanya yang jawabannya ya dan tidak. Orang Thai mengerti dengan jawaban yes dan no, tapi lebih baik kalau tahu bahasa Thai nya juga dong.

Kata tanya: Chai mai ใช่ไหม

Jangan salah baca ya, ini bukan Chiang Mai hehehe. Kata tanya biasanya ini diakhiri dengan chai mai, yang artinya: iya tidak? atau bener nggak?.

Contoh pertanyaannya begini:

Khon Indonesia, chai mai kha? orang Indonesia ya? (khon คน artinya orang)

jawabnya: chai khaa/khrap, ya benar

atau karena orang Indonesia sering terlihat seperti orang Thai, apalagi bisa bahasa Thai, kemungkinan bisa saja orangnya salah dan bertanya: Khon Thai chai mai kha? orang Thai ya?

nah kalau begini kita jawabnya:

mai chai khaa/khrap, bukan/tidak benar

atau jawabanya mai chai khon Thai kha, khon Indonesia.Ini artinya: bukan orang Thai, orang Indonesia.

Chai ใช่

Kata chai artinya iya. Bisa ditambahkan dengan akhiran kha/krap juga untuk menambah kesan sopan. Kata ini biasanya untuk menjawab pertanyaan misalnya: orang Indonesia ya? kita bisa jawab: chai kha/khrap.

mai ไม่  / mai chai ไม่ใช่

Kata mai artinya “tidak”, mai chai juga artinya “tidak benar”. Jawaban lengkapnya biasanya menggunakan mai chai, tapi orang Thai terkadang bisa menjawab dengan mai saja. Perlu diperhatikan intonasi yang benar ketika mengucapkan kata mai ini, karena perbedaan mengatakan mai bisa memberikan arti kata yang berbeda yang artinya bukan “tidak”.

Untuk pertanyaan: Khon Thai, chai mai kha? bisa dijawab dengan mai kha, yang artinya “tidak”. Jawaban ini jawaban super singkat yang tidak memberikan jawaban yang benarnya.

Mai pen rai ไม่เป็นไร

Selain kata ya dan tidak, hari ini saya ingin memperkenalkan kata mai pen rai yang sering juga disebutkan oleh orang Thai. Kata ini artinya tidak apa-apa. Biasanya kalau ada orang yang minta maaf, kita bisa jawab dengan mai pen rai. Kata mai artinya tidak, pen seperti to-be dalam bahasa Inggris, dan rai merupakan bentuk singkat dari a-rai yang sudah pernah saya tuliskan sebelumnya yang artinya “apa”.

Orang Thai ini terkenal baik hati dan gak gampang marah, ketika kita melakukan kesalahan dan minta maaf, mereka akan jawab mai pen rai khaa. Atau ketika kita menjatuhkan sesuatu, lalu kita berusaha mengembalikan ke tempat semula, kadang-kadang mereka akan bilang udah gak apa-apa, gak usah dibenerin.

Ketika kita mengucapkan terimakasih, jawabannya juga bisa mai pen rai, artinya ya tidak apa-apa, gak perlu berterimakasih.

Jangan lupa, untuk pengucapannya bisa dilihat dari link yang saya berikan, atau coba cari di YouTube. Kalau sudah ada kesempatan, mudah-mudahan saya bisa menambahkan bagian pengucapannya di blog ini juga.

Apa, Ini dan Itu dalam Bahasa Thai

Hari ini saya akan mengenalkan 4 kata yang sering dipakai dalam bahasa Thai. Kata-kata ini juga berguna dipakai ketika berbelanja atau mencari informasi tentang sebuah benda.

A-rai อะไร / A-rai na? อะไรนะ?

Kata a-rai artinya apa. Kata ini sering terdengar menjadi a-lai, atau a-lai na, akhiran na biasanya ditambahkan di akhir untuk menambah kesan lebih sopan. Orang Thai sering ngomong sesuatu lalu ditambahkan na kha/na krap, biasanya presenter di radio ataupun TV sering sekali akhiran kalimatnya selalu dengan kata na kha/na krap. Tambahan kata ini biasanya untuk membuat kalimatnya lebih sopan.

Jadi kalau seseorang misalnya bertanya a-rai na kha , kalimat ini terdengarnya lebih sopan daripada bertanya a-rai?

An nii อันนี้

Kata nii artinya ini, biasanya digunakan seperti menggunakan kata ini dalam bahasa Indonesia juga. Mirip ya bunyinya, jadi pasti gampang diingatnya. Biasanya digunakan dengan kata an nii artinya menjadi yang ini.

Kalau ingat dengan kata bertanya harga yang saya tulis sebelumnya, kata ini bisa digunakan ketika berbelanja menjadi: an nii raakhaa thaorai kha? yang artinya kira-kira “yang ini harganya berapa ya?”

Selain itu bisa juga digunakan untuk bertanya digabungkan dengan kata apa. Contohnya: an nii a-rai kha? artinya menjadi: “ini apa ya?”. Kata ini bisa digunakan untuk benda satu maupun lebih dari satu.

An nan อันนั้น

Kata nan artinya itu. Biasanya pengunaanya sama seperti kata itu dalam bahasa Indonesia. Jadi misalnya bendanya agak jauh dari kita, ya kita bisa tanya: yang itu harganya berapa? an nan raakhaa thaorai kha?

Seperti halnya kata an nii, kata an nan bisa digunakan untuk menunjuk benda lebih dari satu. Kata nan ini biasanya digunakan untuk benda yang ditunjuk agak jauh tapi tidak terlalu jauh. Untuk benda yang agak jauh, bahasa Thai menggunakan kata lain lagi.

Nuun โน้น

Kata nuun artinya yang di sebelah sana. Posisinya cukup jauh dari yang bicara. Misalnya kita lagi di toko, menunjukkan benda yang ada di rak agak jauh dari kita, maka kita bilang nuun a-rai kha? yang artinya: “yang di sana itu apa ya?”.

Kalau dibayangkan penggunaan nii itu posisi bendanya dekat dengan yang bicara, nan posisi bendanya agak jauh dari yang bicara sedangkan nuun itu posisi bendanya agak lebih jauh daripada benda yang ditunjuk dengan kata nan.

Seperti biasa, untuk lebih jelas bagaimana nada pengucapan kata-kata yang saya perkenalkan, silakan klik link yang diberikan atau cari di YouTube ya. Makin mantap deh ini kosa kata buat belanja oleh-olehnya hehehe. Sampai ketemu di tulisan berikutnya.