Roy Suryo dan Ibu Rumah Tangga

Ini kisah nyata (sebenarnya dah berniat untuk tidak menulis apa-apa lagi tentang Roy Suryo, tapi yang ini terlalu lucu untuk dilewatkan):

Beberapa waktu yang lalu, Roy Suryo mengirim surat pembaca ke banyak harian (aneka media nasional, termasuk tabloid wanita) yang menyatakan bahwa data friendster banyak yang palsu. Berikut ini kira-kira percakapan seorang ibu dengan anak (yang lulusan Informatika ITB) mengenai friendster

Ibu: Nak katanya kemarin dah nemu banyak saudara kita di friendster ya?
Anak: iya bu, jadi dah bisa kontak lagi dengan mereka
Ibu: Ati-ati lho, kemarin Ibu baca di tabloid wanita yang biasa Ibu baca kata Roy Suryo banyak data friendster yang palsu. Jangan-jangan saudara kita yang kamu temuin itu palsu?
Anak: ( duh gimana ya njelasinnya ….)

Hwa ha ha ha ha

Digital Fortress, Life Of Pi, e-Book di PDA

Barusan dah selesai baca Digital Fortress, seperti yang disarankan oleh mbak cepi dan setelah membandingkan beberapa review di Internet untuk memutuskan buku mana yang harus kubaca duluan. Dari segi cerita, buku ini cukup bagus, tapi ada banyak kesalahan fakta, bahkan yang sederhana (misalnya Dan Brown tidak tahu bahwa 1 karakter itu tidak sama dengan satu bit, jadi key sepanjang 64 bit mestinya hanya 8 karakter ASCII, atau bahkan kurang jika yang dipakai adalah encoding lain, misalnya UCS-2). Gaya ceritanya di buku ini lebih baik di banding dengan Da Vinci Code.
Continue reading “Digital Fortress, Life Of Pi, e-Book di PDA”

Da Vinci Code

Sebenarnya sih males baca buku ini, dari review yang dibaca di internet, banyak yang bilang bahwa sebenarnya buku ini jelek, cuma bagian teori ngawur Dan Brown aja yang bikin kontroversi dan akhirnya bikin penasan. Cuma, karena banyak temen non Kristen yang nanya pendapatku tentang buku ini, akhirnya beberapa hari yang lalu aku beli, dan udah habis kubaca dalam beberapa jam.

Buku ini diawali dengan halaman “Fakta” dengan paragraf awal seperti ini:

The Priory of Sion – a European secret society founded in 1099 – is a real organization. In 1975 Paris’s Bibliotheque Nationale discovered parchments known as Les Dossiers Secrets, identifying numerous members of the Priory of Sion, including Sir Isaac Newton, Botticelli, Victor Hugo, and Leonardo da Vinci.

Dan fakta pertama ini sudah salah. Memang ada beberapa organisasi yang bernama The Priory Of Sion, tapi tidak ada yang seperti yang dicantumkan di Novel ini. Les Dossiers Secrets memang pernah ditemukan, tapi sudah diaku (oleh pemalsunya sendiri) bahwa dokumen itu palsu. Continue reading “Da Vinci Code”

Insiden Anjing Di tepi Sungai Piedra di Tengah Malam Aku Duduk dan Tersedu yang Bikin Penasaran

“Judul yang aneh!” itu komentarku ketika melihat buku itu untuk pertama kali. Ada 2 buku yang ku maksud disini, dan kalau judulnya di gabungkan tambah aneh saja hehehe:) Pepatah yang bilang don’t judge a book by it’s cover sepertinya perlu di perbaharui menjadi “don’t judge a book by it’s title”. Buku pertama Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran karangan Mark Haddon Continue reading “Insiden Anjing Di tepi Sungai Piedra di Tengah Malam Aku Duduk dan Tersedu yang Bikin Penasaran”

Susahnya jadi hantu cewek film Jepang

Setelah memperhatikan beberapa film Jepang yang serupa, didapatlah kesimpulan ini: Jadi hantu film jepang itu susah. Berikut ini adalah syarat yang harus kamu penuhi kalo kamu mau jadi hantu film Jepang.

Bagian 1: Penampilan

Harus punya rambut panjang

Minimum panjangnya sepinggang, kurang dari itu kurang serem. Rambutnya juga harus lurus dan hitam (nggak boleh keriting atau warna lain), rambutnya juga harus mengkilap. Rambutnya harus sering rontok supaya meninggalkan jejak yang menakutkan.
Continue reading “Susahnya jadi hantu cewek film Jepang”

Ngeblog dan The Sims2

Hihi..bener-bener deh, sekali kita ga ngeblog, maka kita akan semakin ga tau mau mulai dari mana untuk menuliskannya, belum lagi koneksi internet yang sekarang menjadi barang langka buat gw, apalagi kalau bukan karena gw jarang banget ngampus. (huhuhu…ayo dong ada yang ngasih gprs flat rate lagi dong…biar gw bisa browsing dirumah).

Anyway….setelah sekian lama gw meninggalkanTheSims akhirnya gw bisa main game itu di komputer gw sendiri, yap…in my own room. Setelah Pentium rongsokan gw di gadai alias tuker tambah jadi AMD Athlon yang setara pentium 4 dan di kasih memory 512 MB serta VGA 64 MB, wuih..lebih dari cukup buat gw plus monitor 17 inchi!.

Umm..kayaknya gw masih belum not in the mood buat nulis banyak2, sejujurnya ada terlalu banyak cerita di kepala gw siap untuk dituliskan, tapi sayangnya gw ga pernah dapat momen yang tepat untuk menuliskannya. Umm..tiba-tiba terlintas ide, kalau mau membuat cerita kenapa gw ga mengadaptasi kehidupan karakter The Sims gw yah? Udah ah pulang mo main The Sims lagi, besok2 gw ceritain tentang kisah kehidupan The Sims 2 gw 😀 (dengan catatan : kalau ingat dan kalo ada mood :D)