Boleh Curhat, tapi Jangan Gampang Baper

Tanggal 10 Oktober 2020 kemarin, diperingati sebagai “World Mental Health Day.” Untuk meramaikan blog baru kami drakorclass.com, saya menulis kesan pertama drakor berjudul “Do Do Sol Sol La La Sol.” Drama ini masih baru mulai ditayangkan, dan akan ada episode baru setiap hari Rabu dan Kamis di Netflix.

Ketika menonton episode ke-2, ada satu bagian yang membuat saya berpikir agak lama dan rasanya sangat berkaitan dengan topik kesehatan mental. Kisah drakornya baca di tulisan blog drakorclass.com saja ya, di sini saya akan membahas topik membatasi berkeluh kesah (curhat) dan hubungannya dengan kesehatan mental.

tulisan penuh spoiler untuk 2 episode pertama, silakan dibaca di blog drakorclass.com
Lanjutkan membaca “Boleh Curhat, tapi Jangan Gampang Baper”

Mencari Topik Menulis Setiap Hari

Setelah selesai dengan tantangan menulis kokoriyaan sebanyak 30 topik bersama grup drakor dan literasi, sekarang ini saya kembali lagi harus memikirkan topik tulisan apa lagi yang mau ditulis setiap harinya. Sebenarnya ada banyak sih contoh-contoh topik tulisan untuk 30 hari, tapi sejauh ini saya belum menemukan yang cocok untuk saya tuliskan.

Topik Seputar Drama Korea

Karena tidak menemukan topik yang sesuai, makanya kemarin kepikiran untuk menulis 30 topik seputar Korea, dan yang bikin lebih seru karena dikerjakan bareng-bareng.

Awalnya, setelah menyusun 30 topik kokoriyaan, sempat terpikir untuk mengerjakannya setiap hari 1 topik. Untung saja tidak jadi karena beberapa topik ternyata cukup sulit dan butuh untuk berpikir ekstra untuk bisa menyelesaikannya.

Topik bulan pertama
Lanjutkan membaca “Mencari Topik Menulis Setiap Hari”

Menghargai Recehan

Hari ini saya lagi agak rajin membereskan kertas-kertas tagihan air dan listrik, dan juga beberapa kertas bon pembelian di minimarket. Setelah memilih kertas yang mau dibuang dan disimpan, saya melihat tumpukan koin recehan yang biasanya di lokasi yang sama dengan kertas-kertas tadi. Kerajinan saya bergeser dari membereskan kertas jadi membereskan koin recehan yang terakhir kami kategorikan sekitar tahun lalu.

Koin dibagi menjadi 3 tempat, supaya gampang menggunakannya
Lanjutkan membaca “Menghargai Recehan”

Memulai Hari dengan Sarapan Pagi di Rumah

Sejak kecil, saya terbiasa untuk sarapan bersama seluruh anggota keluarga. Saya ingat, mama saya akan sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk kami sambil berusaha membangunkan kami dan menyuruh mandi. Karena mama saya wanita bekerja, dia akan masak sarapan pagi sekaligus untuk makan siang, sedangkan untuk makan malam akan dimasak sepulang kerja.

Setiap orang memilih sarapan yang berbeda

Sarapan Itu Penting

Sarapan itu memberikan energi untuk kegiatan di pagi hari. Saya pernah baca, salah satu jenis diet yang menyarankan skip sarapan pagi. Dalam bahasa Inggris, sarapan pagi itu memakai kata breakfast, yang katanya artinya berbuka puasa dan tidak harus dilakukan pagi-pagi. Katanya bisa saja makan pertama itu dimulai jam 12 siang. Tapi buat saya, lebih baik tidak makan malam daripada tidak sarapan pagi.

Lanjutkan membaca “Memulai Hari dengan Sarapan Pagi di Rumah”

Meneruskan Blog Lama atau Bikin Blog Baru?

Saya mengenal blog dari sejak tahun 2002. Blog ini bukan blog pertama saya. Sebelum menulis bareng Joe, kami masing-masing punya blog sendiri. Setelah punya blog bersama ini, kami juga masih punya halaman sendiri-sendiri. Kami juga pernah menulis untuk blog anak-anak kami. Sekarang ini, saya dan Joe menulis hanya di blog bersama ini.

Beberapa blog yang sudah lama tidak diupdate
Lanjutkan membaca “Meneruskan Blog Lama atau Bikin Blog Baru?”

Susahnya Menulis Fiksi

Buat sebagian orang, menulis fiksi itu hal yang mudah. Kenapa? karena bisa menyalurkan imajinasi seluas mungkin dan tidak harus masuk akal. Selalu ada pembelaan: namanya juga fiksi. Lalu, kalaupun ceritanya terkadang mirip dengan kisah seseorang, bisa kasih disclaimer kalau semua kemiripan tokoh dan nama hanya kemiripan semata. Teorinya, menulis fiksi itu gampang, segampang berangan-angan di siang bolong.

Tapi buat saya, menulis fiksi itu sulit. Sudah banyak membaca cerita fiksi, sudah banyak menonton drama dan film-film. Sudah banyak melatih imajinasi. Tapi, berkomentar dan menuliskan apa yang kurang atau lebih dari suatu karya fiksi itu tidak sama dengan menghasilkan karya fiksi sendiri.

Lanjutkan membaca “Susahnya Menulis Fiksi”

Perlengkapan Masa Pandemi

Hari ini lagi ga ada ide mau nulis apa, tenang saya ga akan nulis tentang angka-angka dan statistika. Cuma mau inventaris benda-benda yang bertambah sejak pandemi. Ada yang selalu di bawa-bawa, ada juga yang dibeli tapi akhirnya tidak terlalu dipakai.

Oke, langsung saja ya. Ada 2 kategori, wajib punya dan tidak wajib tapi kalau punya ya bisa dipakai kalau dibutuhkan sewaktu-waktu.

Masker sudah selalu dipakai
Lanjutkan membaca “Perlengkapan Masa Pandemi”