Kdrama: Kill Me Heal Me dan Hyde Jekyll and Me

Tulisan ini udah lama jadi draft. Dramanya juga sudah lama ditontonnya. Tapi ya, daripada gak dipublish saya coba lengkapi seingatnya dan mungkin akan ada spoiler (tanpa detail). Karena ini drama lama, saya pikir kebanyakan toh sudah pada nonton, jadi tidak apalah ada spoiler dikit-dikit hehehe.

Film Kill Me Heal Me (KMHM), tayang lebih dahulu (7 Januari – 12 Maret 2015) daripada Hyde Jekyll and Me (HJM) tayang (21 Januari – 26 Maret 2015). Jadi bisa dibilang HJM ini kalah start dari KMHM sekitar 2 minggu dengan hari dan jam penayangan yang sama di stasiun yang berbeda.

Dari ratingnya drama KMHM lebih sukses daripada HJM, padahal menurut saya ceritanya sama-sama menarik untuk ditonton walau temanya sama. Tapi memang kalau mengikuti 2 film yang temanya sama dan harus memilih jam tayang, pastilah akhirnya pemirsa akan meneruskan yang sudah duluan ditonton.

Kesamaan:

  • sama-sama membahas DID (Disassociative identity disorder) atau dikenal dengan kepribadian ganda
  • tokoh yang mengidap DID ini sama-sama anak orang kaya yang masih memegang keputusan penting di perusahaan orangtuanya
  • sama-sama menggunakan teknologi (smart watch dan cctv di rumah) untuk berusaha memonitor kondisi fital dan keep track kegiatan dirinya (antisipasi kalau kepribadian lain muncul)
  • pribadi utama digambarkan berusaha melakukan meditasi untuk mencegah kepribadian lain muncul
  • penyebab utama dari kepribadian ganda ini sama-sama trauma masa kecil, menyalahkan diri sendiri dan metode diri untuk bertahan hidup
  • tentunya ceritanya gak lengkap tanpa tokoh wanita yang menjadi trigger mulai dari awal pribadi terpecah ataupun muncul kembali dan pada akhirnya menjadi kunci untuk penyembuhan
  • pribadi alternate digambarkan duluan jatuh cinta dengan tokoh wanita, kemudian pribadi utamanya ikutan jatuh cinta juga (jadi perebutan wanita deh)
  • pribadi alternate ada yang ingin ambil alih dan menjadi pribadi utama
  • ada klise di mana tokoh wanita tinggal dengan tokoh pribadi utama (alasannya beda tapi intinya sama untuk membantu proses penyembuhan)
  • ada scene di amusement park dan ada scene kembang api.

Perbedaan:

  • KMHM punya kepribadian sampai 6, HJM hanya 3 (dan yang ditunjukkan hanya 2)
  • di KMHM pribadi utama tidak punya metode untuk berkomunikasi dengan pribadi yang lain dan masing-masing pribadi bisa muncul tanpa trigger khusus, sedangkan di HJM karena hanya ada 2 karakter yang diceritakan, digambarkan mereka punya cara berkomunikasi dan bahkan punya pembagian waktu siang untuk pribadi utama dan malam untuk pribadi alternate
  • di KMHM pribadi utama orang yang baik sedangkan salah satu pribadi alternate yang dominan digambarkan lebih agresif dan dekat dengan kekerasan. di HJM pribadi utama digambarkan egois dan dingin, tidak lebih baik daripada pribadi alternate yang suka menolong, ramah dan murah senyum
  • tokoh wanita di KMHM psikiaternya, tokoh wanita di HJM pegawai nya yang kebetulan berperan penting untuk proses menemukan psikiaternya yang diculik dan tentunya psikiaternya ini diperlukan untuk proses kesembuhannya.
  • di KMHM keluarga tokoh utama tidak aware kalau anaknya punya kepridadian ganda, sedangkan di HJM keluarga mengetahui dan dengan aktif berusaha mencari dokter untuk menyembuhkan anaknya dari DID

Kesan tentang HJM bisa di baca di posting saya sebelumnya. Intinya walau ada beberapa bagian kurang masuk akal dengan penggunaan hipnotis, tapi jalan ceritanya diselesaikan dengan tuntas dan tidak ada kesan terburu-buru.

Kesan tentang KMHM:

Jalan cerita awalnya sangat lambat dan membosankan. Saya sempat hampir berhenti di episode pertama. Tapi setelah melewati 2 episode dan muncul beberapa kepribadian ceritanya mulai terasa menarik dan bikin penasaran. Tapi beberapa episode terakhir juga kembali membosankan dan rasanya lambat sekali. Pada akhirnya, ada kesan mengakhiri cerita dengan terburu-buru.

KMHM ini lebih terasa komedinya, apalagi ketika tokoh utamanya menjadi seorang gadis remaja yang berlaku seperti fangirl. Akting Ji Sung cukup meyakinkan dan sangat berkesan ketika dia mengejar-ngejar Park Seo Joon dan berteriak Oppaaa. Sepertinya bagian komedi ini yang bikin saya bertahan menonton sampai selesai.

Penyelesaian masalah kepribadian ganda di KMHM ini agak terlalu mudah. Tidak ada metode hipnotis seperti di HJM, tapi lebih ke mengingat peristiwa di masa kecilnya, berdamai dan memaafkan masa lalu dan dengan mudah semua kepribadian alternate mengundurkan diri dan berjanji tidak akan keluar lagi.

Tahun 2015 saya belum nonton kdrama, jadi saya tidak mengikuti drama ini ketika sama-sama ditayangkan. Saya bahkan baru tahu belakangan kalau ada tema senada dengan HJM.

Saya menonton HJM lebih dahulu dari KMHM dan buat saya temanya menarik setelah sebelumnya mulai bosan dengan tema kdrama yang temanya begitu-begitu saja hehehe. HJM saya tonton tahun 2018 dan KMHM baru tahun ini. Walau temanya sama, pendekatan penyelesaian masalahnya berbeda dan punya daya tarik masing-masing.

Jadi kalau mau nonton yang mana dulu dong? ya bebas mau yang mana karena KMHM dan HJM ada di Netflix dan bisa dilewatkan kalau ada bagian yang membosankan hehehe.

Jonathan Belajar Membaca Bahasa Indonesia

Jonathan sudah hampir 9 tahun. Sampai sekarang belum pernah saya kasih pelajaran khusus untuk membaca bahasa Indonesia. Harapannya memang dia bisa belajar sendiri hehehe. Hari ini bangun tidur siang saya menemukan buku pelajaran membaca bahasa Indonesia yang kami beli beberapa tahun lalu. Ternyata, anak kalau sudah bisa bahasa Indonesia lebih mudah membaca bahasa Indonesia tanpa diajari. Tapi tentunya beberapa kata yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari akan lebih sulit dibacanya.

Bukunya untuk umur 4 – 6 tahun

Menurut tulisan di sampulnya, buku ini untuk umur 4 – 6 tahun. Tapi untuk anak yang selama ini hanya bisa baca bahasa Inggris dan bahasa Indonesianya cuma dengan kami orantuanya, tidak ada salahnya dicoba suruh baca untuk mengetahui juga pemahamannya terhadap kata-kata dalam bahasa Indonesia.

gak pakai lama belajar bacanya

Beberapa kata yang dia tidak mengerti tapi bisa menebak itu misalnya: paman, bibi, sawah, ladang, desa. Jonathan tidak pernah manggil orang dengan paman dan bibi, adik-adik Joe dia panggil om dan tante, sedangkan dari keluarga saya panggilnya pakai panggilan batak hehehe. Kakek dan nenek saja perlu saya jelaskan lagi, karena dia manggilnya eyang boy dan eyang girl.

Beberapa kata yang dia sulit baca itu seperti: berdesakan, kendaraan dan umumnya kata dengan bunyi ng dan ny yang menggunakan akhiran. Beberapa kata dia selalu baca menggunakan bunyi e yang tajam. Lucunya baca lirik lagu pelangi-pelangi, dia tau bunyi e dalam kata “pelangi”, tapi selalu salah menyebut kata “pelukis” dengan bunyi e yang tajam, lalu kesulitan membaca kata “agung” dan “gerangan”. Kata-kata tersebut memang jarang kami gunakan dalam percakapan sehari-hari. Saya tidak pernah bertanya: “kenapa kamu sedih, ada apakah gerangan?” hihihihi.

Buku “Metode Ini Ibu Budi” dulu kami beli karena judulnya menarik. Kami pikir, dulu kami belajar membaca dengan keluarga Budi, jadi ya bisa sekalian cerita ke Jonathan bagaimana dulu kami belajar membaca. Walaupun ternyata anggota keluarga Budi dalam buku ini bukan Wati dan Iwan seperti buku jaman dulu hehehe.

Saya pikir Jonathan akan mulai membaca dengan mengeja, ternyata dia bisa langsung membacanya walau perlu diperbaiki sedikit di sana sini. Mungkin karena dia sudah mengenal bunyi alfabet bahasa Indonesia dan karena sejak homeschool dia sudah lebih banyak berbahasa Indonesia di rumah. Beberapa kata masih terasa aneh di kuping waktu dia baca hehehe.

Belajar membaca bahasa apapun memang pada akhirnya butuh latihan. Lebih baik lagi kalau mengerti dengan kata yang dibaca. Waktu pulang ke Indonesia, kami pernah membeli beberapa buku bilingual Inggris – Indonesia, tapi biasanya Jonathan akan langsung membaca bagian bahasa Inggrisnya. Mungkin saatnya membuat jam khusus untuk pelajaran latihan membaca bahasa Indonesia untuk menambah kosa kata dan memperlancar membaca bahasa Indonesia.

Warna warni Mi Band 4

Bulan Maret 2019 saya mencoba dan menuliskan tentang Mi Band 3. Tadinya saya pikir saya tidak akan ganti jam lagi sampai mi bandnya rusak, tapi ternyata beberapa bulan lalu ada versi Mi Band 4 yang di release dengan beberapa fitur tambahan dari Mi Band 3, di antaranya layar berwarna dan bisa tracking untuk berenang dan dengan harga yang sama dengan harga release Mi Band 3 fiturnya juga lebih baik.

Setelah menunda-nunda dan tetap mau bertahan dengan mi band 3 saja, akhirnya jadi juga beli Mi Band 4 nya bulan September lalu karena Joe juga mau pakai Mi Band 3 nya. Setelah pemakaian beberapa bulan dengan Mi Band 4, baru deh ingat kalau belum nulis soal Mi Band 4 ini.

jadi juga beli tali warna warni

Dengan adanya display berwarna di Mi Band 4, kita bisa memilih berbagai tampilan wajah jam nya. Nah daripada cuma wajahnya yang berubah, saya akhirnya jadi juga beli tali jam warna warni nya. Tali jamnya juga gak mahal dan kebetulan kompatibel untuk Mi Band 3 dan Mi Band 4 ( jadi Joe juga bisa ganti-ganti warna tali kalau iseng). Karena ongkos kirimnya 30 baht dan harga talinya 9 baht, akhirnya kami beli 5 warna sekaligus (ongkos kirimnya sama saja kirim 1 dan 5).

Selain jadi iseng ganti-ganti warna tali dan display, kelebihan Mi Band 4 dari versi Mi Band 3 yang paling terasa itu di bagian batere tahan lebih lama beberapa hari. Klaimnya memang bisa untuk 20 hari, tapi karena saya mengaktifkan sleep tracking dan heart rate monitor, paling lama saya harus mencharge Mi Band ini sekitar 12 hari (rata-rata 10 hari kalau ingat sudah saya charge). Daya tahan batere berkurang kalau kita aktifkansleep monitoring dan heart rate monitornya.

seminggu batere masih di atas 50 persen

Heart rate detection bisa di set setiap menit sampai per 30 menit. Semakin kecil interval pengecekan, semakin cepat batere berkurang. Saya sekarang set jarak pengecekan heart rate setiap 5 menit.

Kadang-kadang punya device dengan banyak fitur, tidak selalu semua fiturnya kita aktifkan. Fitur yang paling sering saya gunakan dari mi band 4 ini antara lain:

  • memperhatikan apakah target jumlah langkah per hari sudah tercapai atau belum
  • memperhatikan pola tidur (berapa jam tidur, berapa jam tidur lelapnya)
  • memperhatikan denyut jantung rata-rata harian dan ketika tidur
  • notifikasi kalau ada panggilan masuk (karena hp saya selalu silent)
  • notifikasi message dari Joe (yang lain notifikasinya saya matikan hahaha)
  • notifikasi alarm dan calendar

Saya tahu ada banyak jenis smart band beredar sekarang ini dan masing-masing punya fitur andalannya. Saya pilih Mi Band 4 ini karena harganya tidak lebih dari 1500 baht dan fiturnya cukup untuk saya. Fitur olahraga belum pernah saya pakai. Rencananya mau kembali berolahraga sebelum 2019 berakhir hehehehe.

Green Grizzly di Chiang Mai

Setelah sekian akhir pekan sibuk tak menentu, akhirnya hari ini menyempatkan diri untuk bawa anak-anak keluar di hari Sabtu. Udara yang sudah tidak terlalu panas juga merupakan waktu yang tepat buat jalan-jalan. Hari ini pilihan jatuh mengunjungi Green Grizzly yang baru dibuka beberapa waktu lalu.

Konsep tempat ini cukup menarik, mereka membuat pasar terapung di rawa-rawa yang penuh tanaman bunga seroja (lotus). Untuk masuk ke tempat ini kita harus membeli tiket 20 baht/orang (anak-anak gratis). Tiket itu nantinya bisa kita pakai untuk belanja makanan atau minuman dari penjual yang berjualan dari perahu dan dari coffee shop yang ada di atas rawa tersebut. Pembelian tiket dilakukan persis di depan pintu masuk area pasar terapung, lalu di dalam, kita bisa menukar uang jadi kupon belanja makanan. Nantinya kalau kupon yang kita tukar bersisa, bisa kita tukarkan lagi jadi uang baht.

Makanan dan minuman yang di jual di sana harganya juga tidak terlalu mahal dibandingkan di pasar biasa. Bisa dibilang, restoran ini memang menjual suasana dan tentunya buat yang suka foto-foto. Jalanan bambunya tidak semuanya ada pegangan di 2 sisi, beberapa bagian hanya ada di 1 sisi. Jalannya cukup lebar sih, tapi kalau tidak hati-hati bisa jatuh juga hehehe. Awalnya agak deg-deg an karena Joshua gak mau dipegangin dan Jonathan malah lari-larian. Tapi ya untungnya tidak ada insiden yang dikhawatirkan.

pegangannya hanya di 1 sisi

Jenis makanan yang dijual di dalam bagian pasar terapung ini umumnya makanan khas Thai, ada somtam, padthai, buah potong, minuman soda, goreng-gorengan. Uniknya mereka memasak makanannya di atas perahunya. Bahkan tadi saya melihat yang jual pisang goreng ya menggorengnya di dalam perahunya itu.

Di area pasar terapung ini juga disediakan gubuk-gubuk kecil untuk duduk bersantai menikmati makanan dan beberapa area dengan meja-meja panjang untuk makan dan minum.

kopi dengan gelas dan sedotan bambu yang bisa dibawa pulang

Di bagian tengah ada coffee shop yang menjual kue-kue selain minuman kopi. Bagian coffee shop ini tidak di dalam perahu, tapi lebih banyak tempat duduknya. Uniknya mereka menjual minumannya menggunakan gelas bambu dan sedotan bambu. Kalau kita memesan untuk dibawa pulangpun, mereka tetap pakai gelas bambu dan kita bisa membawa pulang gelas dan sedotan bambunya tanpa biaya tambahan.

Di bagian luar pasar terapung ada restoran lain yang sepertinya sudah lebih dulu ada. Restorannya banyak hiasan buaya (entrancenya juga ada patung buaya). Areanya cukup luas dan ada kolam ikan dengan bunga teratai disekitarnya. Anak-anak bisa bermain dengan lebih aman tanpa takut jatuh seperti di pasar terapung. Kita juga bisa membeli makanan ikan untuk memberi makanan ke ikan-ikan di kolam.

Di bagian restoran luar dan di dalam pasar terapung ada beberapa ayunan bambu besar, jadi anak-anak bisa mainan ayunan atau ya sekedar eksplorasi.

Untuk restoran di luar pasar terapung, mereka juga menyediakan game arcade yang bisa dimainkan dengan menggunakan koin. Hari ini anak-anak main tanpa menyalakan mesinnya dan udah cukup senang hehehe.

Secara keseluruhan, kalau kita pingin makan sambil bawa anak-anak main setelahnya, tempat ini cukup menarik untuk dikunjungi. Tapi karena tempatnya agak jauh dari rumah (30 menit nyetir), mungkin gak akan sering-sering juga ke sana hehehe. Harga makanannya juga tidak lebih mahal dari makan di mall.

usaha bikin foto keluarga yang gagal hehehe

Oh ya, Green Grizzly-nya awalnya saya pikir dari bonsai atau pohon besar, tapi ternyata mereka bikin patung besar yang ditutup dengan bahan sintetis seperti rumput palsu berwarna hijau. Jadi memang daya tarik dari tempat ini ya konsep pasar terapungnya.

Hello November!

Bulan Oktober kemarin, saya diserang kemalasan menulis blog. Awalnya sih mikir ah besok aja nulisnya, lalu lama-lama jadi keterusan ngebesokin hehehe. Hari ini, di awal bulan November, mari kita mulai dengan semangat baru menulis lagi walaupun mungkin cerita hari ini merupakan pengulangan dari cerita sebelumnya dan isinya sekilas info tentang Chiang Mai di awal November.

Beberapa minggu lalu, saya posting kalau musim dingin diumumkan akan mulai dari 17 Oktober 2019 yang diawali dengan kiriman hujan badai dari negeri tetangga. Nah memang sempat tuh hujan badai, angin kencang menyeramkan sampai beberapa kali pemadaman listrik, tapi musim dinginnya ternyata masih malu-malu datangnya. Untungnya juga hujannya tidak setiap hari seperti yang diperkirakan.

Jadi, di bulan Oktober, setelah beberapa hari dingin karena hujan, sisanya ya masih panas terik menyengat (padahal udah senang duluan musim dinginnya datang lebih awal). Baru hari ini nih terasa perubahan hawa yang signifikan di pagi hari. Tadi pagi, rasanya berat banget untuk bangun dan malah cari-cari selimut. Saya cek berapa derajat sih ini, ternyata memang kisaran 17-18 derajat celcius. Pantesan aja ya rasanya masih enak nyambung tidur.

jam segini 18 derajat, males bangun rasanya

Sebelum menuliskan cerita lebih panjang soal musim dingin di Chiang Mai, saya iseng mencaritahu tahun lalu seperti apa ya kondisinya. Eh ternyata tahun lalu juga mulai dingin di awal November, ini tulisannya bisa dibaca di sini.

Nah untuk lebih meyakinkan lagi, apakah November ini benar-benar akan dingin, atau cuma ‘teaser’ doang dinginnya seperti di bulan Oktober lalu, saya cek juga nih bagaimana kira-kira prakiraan cuaca 10 hari ke depan di Chiang Mai.

wah ada kemungkinan hujan

Biasanya, musim dingin itu bukan karena hujan, tapi kenapa prakiraan tahun ini akan ada hujan ya? Tapi sebenarnya ada baiknya juga hujan turun, jadi udaranya tidak terlalu kering dan tidak banyak debu. Dengan adanya hujan begini juga artinya menunda kemungkinan orang-orang bakar sampah atau sisa panen yang kering yang mengakibatkan musim polusi datang lebih awal. Secara keseluruhan suhu udara di pagi hari lumayan dingin, artinya bisa hemat AC di saat tidur hehehe. Musim dingin begini juga waktu yang tepat untuk jalan-jalan di luar ruangan (semoga hujannya gak banyak-banyak).

Ketika memeriksa prakiraan cuaca begini, saya jadi teringat dulu kalau lagi nonton berita, saya gak pernah memperhatikan bagian orang yang membawakan prakiraan cuaca. Saya pikir mereka cuma mengada-ada dan belum tentu benar, terus juga gerakannya waktu melaporkan terasa aneh. Terus jadi ingat, di beberapa film yang saya tonton, pembawa berita prakiraan cuaca ini suka dianggap reporter kelas belakang oleh pembaca berita utama, dan diceritakan kalau pembawa acara prakiraan cuaca itu cuma dikasih layar hijau dan bukan gambaran sebenarnya. Padahal ya, prakiraan cuaca ini ada ilmunya dan bukan asal-asal kayak ramalan horoskop hehehe.

Saya tidak ingat sejak kapan saya rajin meriksa prakiraan cuaca, mungkin sejak di Chiang Mai. Padahal dulu rasanya ya tiap hari sama saja, mau hujan atau panas terik ya terima aja kedatangan si cuaca. Memang sih kadang-kadang prakiraan ini tidak selalu tepat, tapi sekarang ini terasa berguna untuk tahu misalnya siap-siap payung supaya gak kehujanan atau keluarin selimut tebal supaya ga kedinginan di pagi hari.

Lagi nulis ini, dikirimin foto Sunset sama temen yang tinggal di Condo dengan pemandangan sungai Ping (jadilah sunsetnya terlihat indah ya). Buat yang baca sampai akhir, nih bonus hari ini: sunset di hari pertama November di Chiang Mai.

foto dari @dna12
foto dari @dna12
foto dari @dna12

Kalau kamu gimana, suka melihat prakiraan cuaca gak setiap harinya?

Ganti AC Mobil

Tulisan hari ini buat catatan pengingat saja kalau hari ini AC mobil diganti baru keseluruhan sistemnya.

Awalnya sejak 3 minggu lalu merasa kok AC mobilnya gak dingin walau udah diatur suhu paling dingin. Memang Chiang Mai walau sedang musim hujan, tiap sore jam 3-an itu panasnya luar biasa. Jadi saya pikir karena di luar sangat panas aja maka AC nya lama dinginnya.

Pagi hari masih gak masalah dan masih berasa agak dingin AC nya, tapi tiap sore yang terasa cuma angin saja. Kasian Joshua kadang pipinya sampai merah kepanasan. Akhirnya saya bawa ke bengkel untuk di cek apa yang jadi masalahnya. Baru sekitar 3 bulan sebelumnya kami bawa servis AC mobil untuk di bersihkan dan di isi freonnya, jadi saya pikir harusnya bukan masalah kehabisan freon.

Karena bengkel resmi lebih dekat dari bengkel yang biasa kami datangi, saya bawa mobil ke bengkel resmi untuk di cek apa masalahnya. Pengecekan tidak lama, cuma butuh kurang dari 1 jam. Tapi hasilnya ternyata semua sistem AC nya harus diganti karena ada kebocoran yang parah katanya. Selain itu mobilnya harus diinapkan karena butuh 2 hari kerja untuk mengerjakan bongkar pasang sistem AC. Karena waktu itu masih butuh tiap hari pakai mobil, saya tidak bisa langsung meminta mereka mengerjakan ganti AC, jadi saya bilang saya akan datang lagi kalau sudah ada waktu untuk menginapkan mobil di bengkel.

Estimasi harga ganti AC yang diberikan lumayan mahal, saya pikir apakah bengkel resmi ini mahal karena mereka bengkel resmi? Kalimat yang aneh ya, tapi maksudnya begini: saya pernah dengar komentar kalau bengkel resmi ini sering sengaja cari-cari kesalahan kecil sebuah mobil biar mereka dapat kerjaan, padahal kalau di bawa ke bengkel lain bisa jadi dikerjakan dengan harga setengahnya atau bahkan belum perlu diganti. Tapi ya saya pikir ga ada salahnya mengecek ke bengkel yang terakhir membersihkan sistem AC nya, siapa tau mereka bisa kasih estimasi harga lebih murah.

Setelah di cek di bengkel bukan resmi, ternyata hasil pengecekan kesimpulannya sama: semua sistem AC nya harus diganti. Mereka bisa mengerjakannya 1 hari kerja, tapi biayanya lebih mahal sekitar 25 persen dari estimasi bengkel resmi. Terus katanya sparepartnya gak bisa pake yang asli sesuai merk karena sparepart merk mobilnya jarang tersedia.

Saya sempat agak dilema. Kalau ngikutin hitungan ekonomi tentunya langsung milih masukin bengkel resmi saja. Tapi dilemanya karena harus diinapkan 2 hari kerja (yang mana di sini karena ga ada angkot kalau ga ada mobil itu repot mau kemana-mana). Setelah ditimbang-timbang dan ternyata bisa dapat pinjaman mobil dari bos baik hati, kami masukin mobil ke bengkel resmi.

Hari Rabu besok itu hari libur di Thailand, bengkel juga libur, jadi saya bikin janji untuk masukin mobil Senin pagi supaya bisa selesai Selasa sore (kan itungannya udah 2 hari kerja toh). Untungnya mereka menyanggupi, kalau mereka ga menyanggupi karena alasan banyak kerjaan, bisa-bisa kami masih harus berpanas-panasan sepanjang minggu ini setiap makai mobil.

Sesuai janji, hari ini mobilnya sudah selesai dipasang AC baru. Saya tanya ada garansi gak? Ternyata ada, garansi AC mobilnya 1 tahun atau 20000 km (yang mana duluan sampai). Sebenarnya ada tulisannya di receiptnya, tapi kan tulisannya semua bahasa Thai, kalau ga nanya mungkin saya ga akan tahu. Yang bikin saya senang sparepartnya ya dikasih yang asli sesuai merknya.

Jadi ternyata asumsi bengkel resmi suka mencari-cari alasan biar dapat kerjaan itu gak benar. Tapi salah satu alasan selama ini malas ke bengkel resmi itu karena biasanya mereka bahasa Inggrisnya payah, dan level bahasa Thai saya untuk pembicaraan teknis mobil suka gagap sendiri. Tapi dari pengalaman kali ini, ternyata saya bisa berkomunikasi dengan mereka. Level bahasa Inggris mereka cukup bisa dimengerti dan level bahasa Thai saya juga bisa mereka mengerti hehehe. Saya gak ingat tadi itu saya banyak ngomongnya pake bahasa apa, kadang-kadang milih bahasa itu dah jadi reflek tergantung siapa yang diajak bicara hehehe.

Jadi lain kali sepertinya kalau ada masalah dengan mobil, memang lebih baik ke bengkel resmi ya. Apalagi kalau bengkelnya lebih dekat dari rumah.

Oh ya catatan lain, katanya AC mobil itu rusak karena beberapa alasan, bisa jadi karena udah umurnya (padahal umur mobil kami masih kurang dari 10 tahun), atau katanya bisa jadi “sial” kemasukan sesuatu seperti kerikil ke dalam sistemnya yang merusak AC nya. Saya gak tau juga apakah AC mobil itu seperti ban mobil yang harus diganti setelah sekian km, tapi yang penting sekarang udah ga kepanasan lagi nyetir siang-siang.

Mengajari Anak Menunggu 1 Minggu

Ceritanya minggu lalu Joe pergi 1 minggu ke Abu Dhabi. Perginya Senin dan pulangnya Minggu. Nah, biasanya kami kalau pergi selalu bareng, dan Joe pergi sendiri itu bisa dihitung jari 1 tangan belum abis. Sebenarnya sejak Joshua lahir, pergi kali ini udah yang ke-2 kali, tapi yang pertama gak sampe seminggu dan Joshua belum terlalu mengerti.

Awalnya saya pikir, Joshua akan biasa aja, karena seharian juga biasanya sama saya (kalau Jonathan sudah mengerti arti 1 minggu jadi ya cuma merasa sepi tapi ga terlalu sulit menjelaskannya). Tapi ternyata, saya salah. Udah beberapa waktu belakangan ini memang Joshua manja banget sama Joe, kalau ada Joe, mamanya ga laku deh. Semua hal maunya sama papanya. Saya sih seneng aja, jadi bisa ngerjain yang lain waktu Joshua nempel sama papanya.

Waktu anter Joe pergi ke airport, kami gak turun karena Joshua juga lagi ikutan kegiatan liburan dari Senin sampai Jumat jam 9 pagi sampai 3 sore di Mind Brain and Body (MBB). Pesawat Joe berangkatnya juga pagi, jadi ya sekalian deh anter ke airport, terus anter Joshua. Walau gak banyak dikasih tau, Joshua kayak ngerti, dia ga mau lepasin tangan papanya waktu papanya turun dari mobil dan nangis dikit. Terus dikasih tau kalau Joshua harus ke MBB, nanti Joshua jemput papa setelah 5 kali MBB, masih agak lama juga bujukin biar ga nangis tapi akhirnya dia diam saja.

nangis waktu papanya pergi

Sore harinya, waktu saya jemput dari kegiatan liburannya dia langsung bilang: ayo jemput papa ke airport. Saya harus jelasin lagi kalau Joshua masih harus ke MBB lagi beberapa kali baru jemput papa. Tapi ya seperti biasa walau dia udah ngerti dikit, dia masih nanya lagi: papa di mana? ayo jemput papa. Baru nanya di jawab, beberapa menit kemudian nanya lagi.

Waktu mau tidur, dia juga nyari lagi, mana papa. Di hari Selasa juga begitu lagi, bahkan dia nangis waktu liat pintu rumah udah ditutup dan papanya belum ada di rumah. Akhirnya saya kepikiran bikin tabel yang bisa dia isi supaya dia mengerti titik mana papanya pulang.

Tabelnya sederhana saja, isinya pagi hari dia ke MBB, malam hari tidur. Sekalian ngajarin nama-nama hari. Karena intinya saya mau jelasin dia berapa kali harus MBB dan tidur, saya bikin lah tabel dadakan dan gak rapih yang ternyata cukup berhasil membuat dia gak terlalu nyariin lagi setelah liat tabelnya. Tiap pagi dia kasih tanda sleep, dan pulang dari MBB dia tandain MBB. Jadi dia saya suruh kasih tanda setelah suatu kegiatan dilakukan.

Hari Sabtu, Joshua ada kelas art 1 jam, jadi lebih gampang lagi bikin tabelnya. Tiap dia nanya di mana papa, saya akan kasih tunjuk tabelnya dan bilang, ini kan belum selesai semua. Masih sekian kali MBB dan sekian kali tidur baru kita jemput papa.

Ternyata cara itu membuat dia ga nanya lagi dan gak disuruh juga dia kasih tanda tabelnya. Cara ini juga berhasil menghilangkan kegelisahan lihat pintu rumah ditutup padahal papanya belum pulang. Waktu awalnya Joe video call, Joshua kayak marah dan gak mau ngobrol, tapi setelah ada tabel dia jadi mau ngobrol dikit walau sambil lanjutin main (mulai ga kecarian hahaha).

Yay, Akhirnya papanya pulang.

Hari Minggu, hari yang ditunggu-tunggu Joshua. Waktu saya bilang ayo siap-siap jemput papa, dia langsung ambil sepatu dan ke mobil. Waktu saya manasin mobil, dia gak sabar dan bilang: ayo mama drive, kita jemput papa. Airport di sini itu deket banget dari rumah, saya sengaja jemputnya nunggu Joe udah dapat bagasi dulu biar ga harus turun parkir. Jadi waktu udah tau Joe turun dari pesawat dan nunggu bagasi, saya baru bergerak dari rumah, itupun sengaja melambat-lambatkan diri hehehehe.

Jam jemput papanya itu jam 1.30, jam abis makan siang dan jam nya Joshua tidur siang. Segitu dia gak sabar nunggu mobil jalan, eh waktu mobil jalan dia malah tidur hahahaha. Jadi waktu Joe naik ke mobil, Joshua udah tidur dan gak lihat malahan papanya dijemput. Ketika kembali lagi ke rumah, Joshua menolak waktu papanya mau gendong dia turun dari mobil. Mungkin itu ekspresi ngambeknya kenapa pergi lama banget hehehe. Tapi Joshua ngambek gak pernah lama, sebentar kemudian dia udah biasa lagi dan waktu nerima oleh-oleh juga tambah kesenangan.

Setelah papanya di rumah dan buka oleh-oleh, dia baru ingat belum kasih tanda di tabel penantiannya. Dia warnai deh bintangnya dan di bawah kasih tanda centang (mungkin niruin saya kasih tanda centang kalau semua udah selesai).

Sebenarnya, cara membuat tabel ini bisa untuk berbagai hal, termasuk untuk mengajari anak rutin harian. Anak-anak lebih mudah mengerti kalau melihat (visualisasi) apa yang dilakukan berikutnya. Bisa juga selain dikasih tanda hati, kita nempelin stiker. Tapi saya ga ingat nyimpan stiker di mana, dan tabel asal-asal saya ternyata udah cukup buat Joshua, jadi saya gak nyari deh itu stiker ada di mana hehehe.