Review buku: Randomness Inside My Head

Udah lama banget ga ngeblog. Beberapa post terakhir ditulis sama Joe, tapi ini tulisan khusus karena udah janji buat nulis review buku pertama sepupu saya Rijo Tobing hehe. Dari sejak tahun lalu udah dapat bukunya yang edisi self-published tapi belum sempat baca ketinggalan di Jakarta gara-gara packing pulang yang terburu-buru. Akhirnya pas pulang kemaren beli lagi edisi terbarunya yang diterbitkan oleh Tempo dan kebetulan baru launching juga. Saya titip langsung sama namboru (mamanya Rijo) yang kebetulan juga lagi ke Medan (ah ini hidup ini penuh dengan kebetulan ya). Begitu diterima dipastikan masuk koper biar ga ketinggalan lagi karena di Medan riweuh ga sempat baca buku dengan santai.

Nah karena buku ini ditulis dalam bahasa Inggris dan saya udah lama ga baca buku fisik, butuh waktu beberapa minggu sejak kembali dari liburan buat akhirnya inget baca buku hehe. Bukunya ga tebal kok cuma 124 halaman dan ada 12 cerita. Awalnya karena buku ini berupa kumpulan cerita pendek dan ga saling terkait saya pikir ya bisa mulai baca dari cerita mana saja. Lalu saya random pilih cerita ditengah-tengah. Pilihan cerita saya bikin saya pengen langsung tanya ke Rijo kenapa begini kenapa begitu. Kenapa ada orang tega benar seperti itu. Tapi biar bisa kupas tuntas akhirnya saya putuskan menunda dulu dan baca cerita lainnya.

Lalu saya kembali ke depan dan baca dari awal sampai akhir (dalam waktu 2 hari baru selesai baca karena dipotong digangguin Joshua). Ternyata ga cuma cerita tengah yg bikin saya emosi dan bertanya tanya, tapi keseluruhan isi buku bikin emosi terasa diaduk aduk. Ada cerita yang bikin baper kalau pinjem istilah jaman sekarang. Ada cerita yang bikin terkenang masa sekolah dan ada juga yang bikin reflek kalau naik mobil memastikan pintu langsung dikunci (walau mobil saya udah ada fitur otomatis terkunci dalam beberapa detik mobil berjalan). Ada juga cerita yang bikin merinding dikit hehehe. Saya sengaja ga menuliskan lebih detail apa ceritanya, nanti ga seru soalnya, mendingan kalau penasaran dan pengen tau beli aja bukunya di toko buku terdekat (bantuin promosi dapat komisi ga nih hehehehe).

Tadinya saya pikir bakal sulit menikmati buku berbahasa Inggris karena kemampuan baca bahasa Inggris saya sebatas baca artikel parenting dan textbook jaman mahasiswa, bukan cerita yang penuh deksripsi detail. Tapi ternyata saya ga perlu buka kamus buat bisa menamatkan bukunya. Kisah-kisah dalam buku ini digambarkan cukup detail dan yang saya suka dialog antar tokoh cerita kadang diluar dugaan. Jalan ceritanya juga gak klise.

Kalau mau dibilang ini bacaan ringan ya ga ringan secara emosi karena semua cerita digambarkan penuh penjiwaan. Kalau saya ga kenal sama penulisnya saya pikir semuanya berdasarkan pengalaman pribadi.

Ada beberapa cerita yang bikin gregetan karena buat saya ga ada closure itu ibarat blom ending, katanya sih bakal ada tokoh yang dilanjutkan dalam buku selanjutnya. Semoga buku selanjutnya cepet terbit biar ga penasaran hehehe.

Buat yang cari bacaan ringan tapi bermakna, buku ini saya rekomendasikan, karena tulisan di buku ini bukan random yang sangat random. Walaupun kategori fiksi, semua hal yang terjadi diriset dengan baik oleh penulis. Kalau merasa ragu karena ga biasa baca bahasa Inggris, ya bisa jadi tantangan untuk mencoba belajar bahasa Inggris, sukur-sukur jadi nambah kosa kata bahasa Inggrisnya. Terus buat RijoTobing, aku tunggu sekuel cerita yang belum ada closurenya di buku berikutnya ya, dan maapkan kalau baru sekarang akhirnya tulisan ini dipublish.

Kindle

Dari dulu saya suka membaca buku elektronik di PDA, jadi sejak jaman Palm OS sekitar 10 tahun yang lalu, Pocket PC, Symbian, Sony Reader, dan terakhir Kindle. Nah di posting ini saya cuma mau cerita mengenai Amazon Kindle.

Kindle adalah ebook reader (pembaca buku) dari Amazon. Pembaca buku ini sudah dirilis sejak tahun 2007 untuk Amerika, sedangkan secara internasional baru mulai awal 2010. Ada banyak seri kindle, hampir semua (kecuali Kindle Fire) memakai layar e-ink (elektronic ink) yang nyaman di mata dan baterenya tahan berminggu-minggu.

Buku-buku untuk kindle bisa dibeli di amazon, dan akan dikirimkan secara elektronik. Untuk versi Kindle 3G, pengiriman bisa dilakukan via jalur seluler, sedangkan untuk seri WIFI, pengiriman akan dilakukan jika ada WIFI. Bisa juga bukunya kita download ke PC, lalu dicopykan ke kindle via USB.

Amazon juga menyediakan Kindle for PC, for Android, iOS (iPhone/iPod Touch/iPad). Fiturnya hampir sama dengan device kindle yang dijual oleh Amazon. Jadi jika tidak punya uang untuk membeli Kindle, kita masih bisa menggunakan Kindle for PC untuk mendownload dan membeli buku dari Amazon. Amazon juga menyedikan Cloud Reader, supaya kita bisa membaca buku dari browser.

Kami sendiri agak jarang memakai kindle for PC karena capek membaca di depan layar komputer.

Sebagai catatan: meski tersedia internasional, saat ini Indonesia dan Singapore belum termasuk negara yang didukung. Kemarin teman saya tidak bisa mendownload Kindle For PC dari Indonesia. Sekarang ini saya tinggal di Thailand, dan Kindle Internasional baru didukung di Thailand sejak tahun lalu. Tentunya walaupun tidak didukung resmi, ada saja orang yang menjual Kindle di Indonesia, dan Anda bisa memasukkan buku (baik secara legal maupun tidak).

Continue reading “Kindle”

The Hunger Games trilogy

Sejak Jonathan bertambah besar, waktu kami untuk membaca buku novel semakin sedikit. Sebagian besar waktu kami dipakai untuk membaca buku parenting, berbagai macam artikel di web mengenai makanan bayi, vaksinasi, kesehatan bayi, dsb. Sampai sekarang kami juga belum nonton lagi di bioskop. Kasihan Jonathan kalau harus ditinggal bersama orang lain beberapa jam. Dab sejujurnya kami belum menemukan orang yang cukup kami percaya untuk menjaga Jonathan (dan dipercaya oleh Jonathan).

Akhir-akhir ini lagi seru film The Hunger Games. Kebetulan waktu lagi baca reddit, nemu ada promo: 3 buku trilogi Hunger Games, harganya masing-masing 1.51 USD, 1.68 USD, dan 1.68 USD (totalnya: 4.87 USD harga aslinya totalnya: 32.47 USD). Sebenarnya sangat mudah menemukan buku bajakan di Internet, tapi sebisa mungkin kami tidak membajak, jadi tawaran ini sangat menggiurkan.

image

Awalnya bukunya saya baca di aplikasi Kobo for PlayBook, tapi lama-lama capek juga membaca di LCD. Akhirnya saya strip DRM-nya dan dikonversi agar bisa dibaca di Kindle. Ternyata bukunya menarik, dan saya bisa membacanya sangat cepat. Bukunya tipis jika dibandingkan dengan seri Harry Potter. Saking penasarannya, ketika saya nyetir, saya aktifkan text to speech di kindle walaupun suaranya seperti robot.

Setelah menyelesaikan buku pertama, Risna saya sarankan ikut membaca juga. Dan ternyata Risna juga tertarik membaca, dan Risna bisa menyelesaikan dengan cepat semua serinya. Kesimpulannya: ceritanya seru, cara berceritanya cukup menarik, dan ceritanya cukup banyak surprisenya. Kami juga cukup setuju dengan endingnya.

Setelah selesai membaca, baru saya cari-cari di Internet mengenai reviewnya (saya baca belakangan, karena takut ada spoiler). Banyak yang membandingkan ini dengan Battle Royale. Menurut saya sih ada sedikit kemiripan (terutama buku pertama), tapi banyak juga perbedaannya (terutama buku kedua dan ketiga). Silakan dibaca sendiri aja deh kalau mau membandingkan.

Sebenarnya kami sangat menikmati membaca buku cerita, tapi buku seperti itu cenderung menyita banyak waktu, kalausedang asik membaca kami jadi malas mengerjakan hal-hal lain. Kebetulan sekarang ini di kantor sedang ada banyak pekerjaan, jadi karena sudah capek memprogram di kantor, di rumah saya gunakan untuk menyelesaikan membaca buku. Sesekali enak juga membaca buku Novel, bisa agak rileks, tapi mungkin lain kali membaca buku yang satu aja, jangan yang trilogi, terlalu lama bacanya, dan begitu selesai satu buku, langsung penasaran dengan buku berikutnya.

Tentang Kebahagiaan

Rasanya lama sekali ga update blog ini, dan rasanya kehabisan energi buat mengupdate cerita. Banyak hal yang terjadi tiba-tiba dalam hidup ini, dan memang begitulah hidup. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok atau lusa.

Sekarang ini sedang mendengarkan sebuah audiobook yang judulnya Stumbling on Happiness, buku yang menarik. Bukan fiksi atau novel, bukan buku selfhelp tapi merupakan buku sains dan psikologi. Bahasanya agak berat dan di beberapa bagian membahas struktur otak dan hubungannya dengan apa yang kita bayangkan. Tapi secara keseluruhan bukunya bisa dimengerti. Continue reading “Tentang Kebahagiaan”

Tuesdays with Morrie

Udah lama ga baca buku, terakhir “baca” audio book”Of Mice and Men” tapi lagi malas review yang itu. Hari ini akhirnya kelar juga baca Tuesdays with Morrie. Dimulai udah beberapa lama yang lalu dan baru hari ini kelarnya. Di bacanya minjem sony readernya Joe. Akhirnya kelar setelah…di ancem sony readernya mau di ambil lagi ama dia hehe.

Berikut reviewnya yang juga saya tuliskan di goodreads.

Tuesdays with Morrie: An Old Man, a Young Man, and Life's Greatest Lesson Tuesdays with Morrie: An Old Man, a Young Man, and Life’s Greatest Lesson by Mitch Albom

My review

rating: 4 of 5 stars
There are many lessons of life in this book. I learned many things about love, marriage, relationships, forgiveness, culture and new paradigm what to think about death.
“Dying is one thing to be sad about, living unhappily is another thing.”

About why everyone always one to be number one.
“What’s wrong with being number two?”

About how to listen to others and live in present. I recommend this book to everyone.

Sebenernya bisa panjaaang kalau dikupas tuntas tentang buku ini. Singkatnya cerita ini tentang seseorang yang sudah tau umurnya tak lama lagi hidup di bumi dan bagaimana dia mengisi hari-hari terakhir hidupnya. Untuk dapat gambaran tentang siapa sih Morrie dan apa yang menyebabkan vonis hidupnya berakhir bisa diliat di wikipedia saja ya.

Mendengarkan Buku

Kalau dibandingkan dengan Joe, gue ga ada apa-apanya dalam hal membaca. Lihat saja jumlah buku yang dibaca Joe dan gue baca di Goodreads, gue ketinggalan jauh. Untuk membaca buku yang berbahasa Indonesia, mungkin gue bisa cukup cepat, tapi untuk membaca buku berbahasa Inggris? sulit rasanya untuk membaca dengan cepat. Untungnya sekarang menemukan solusi untuk mengatasi masalah gue ini, sekarang gue mencoba untuk mendengarkan buku suara alias audio book, itung-itung sekaligus melatih mendengarkan bahasa Inggris.

 

 

 

 

Ceritanya gue membeli buku The Story of My Life (Enriched Classics Series) udah lamaaa sekali, tapi kok ya membacanya ga kelar-kelar. Ada aja yang mengganggu proses membaca gue. Terus beberapa waktu lalu Joe ngasih tau situs LibriVox tempat mendapatkan audio book yang bukunya sudah masuk kategori public domain secara gratis. Ceritanya yang membacakan itu orang-orang sukarelawan, jadi bisa saja 1 buku di baca beberapa orang, tapi kadang-kadang, ada juga 1 buku yang di baca oleh orang yang sama. Jadi untuk buku tertentu ada beberapa pilihan audiobook yang tersedia. Continue reading “Mendengarkan Buku”

Situs Pertemanan GoodReads

Setelah ketemu teman-teman lama yang ada di friendster, saya sudah merasa bosan mengakses friendster. Paling-paling saya mengakses friendster untuk melihat siapa aja sih yg mengakses profil saya, atau ada nggak sih message baru buat saya (soalnya saya nggak suka dapet banyak email dari friendster, saya lebih suka mengecek ke webnya friendster daripada dikirim email yg seperti spam). Hal yang sama juga terjadi di aneka situs sejenis (orkut, myspace, dll).

Nah, sejak punya Sony Reader PRS-500 sekitar 3 minggu yang lalu, saya jadi bisa membaca lebih banyak buku (setidaknya sudah membaca 6 novel menggunakan benda itu). Sudah agak lama saya join goodreads.com, tapi sekarang ini baru lebih menghargai situs tersebut. Situs goodreads itu situs pertemanan yang berbasis buku. Kita bisa menampilkan buku apa saja yang udah kita baca dan akan kita baca. Kita bisa memberi rating dan menulis komentar. Yang menarik adalah kita bisa membandingkan buku dengan teman-teman, jadi kita bisa tahu seberapa cocok bacaan kita dengan seseorang, dari judul dan rating.

Kalau seseorang bacaannya sangat cocok dengan saya, maka saya biasanya akan melihat-lihat bukunya yang lain, dan kemudian mungkin menambahkannya dalam list teman (agar bisa tau jika orang tersebut membaca buku baru). Di goodreads juga sudah ada banyak penulis buku yang bergabung, jadi kita bisa tahu lebih banyak mengenai buku yang ditulis oleh mereka. Ada juga group buku untuk berdiskusi dengan peminat topik tertentu (misalnya group science fiction, group buku bahasa indoensia, dll).

Tapi kalau Anda tidak suka membaca, sebaiknya jangan bergabung. Rasanya nggak enak melihat orang yang punya teman 200 tapi 0 atau 1 buku. Kalau cuma ingin mencari banyak teman, silakan bergabung di situs pertemanan yang lain.