Beli Buku Bonus Ilmu buat Ibu dan Calon Ibu

Masih ingat buku Kupilih Jalan Terindah Hidupku yang pernah saya review sebelumya? udah jadi baca belum?

kalau mau baca review lainnya liat di instagramnya ya

Sedikit resume cerita, buku Kupilih Jalan Terindah Hidupku ini buku yang menceritakan tentang perjalanan seorang wanita yang punya karir bagus lalu dihadapkan dengan pilihan dalam hidup dengan tanggung jawab yang lebih besar terhadap anak. Bukunya berisikan drama kehidupan yang sangat nyata untuk ibu-ibu muda termasuk masalah si mbak asisten yang mudik dan tak kembali. Dalam buku ini diceritakan bagaimana seorang wanita yang sukses dalam karir bertransformasi menjadi ibu rumahtangga yang awalnya sangat stress dengan semua yang terasa baru dan akhirnya bisa menjadi lebih baik setelah menemukan tips dan trik untuk mempermudah pekerjaan sebagai ibu di rumah. Yang menarik, tips-tips dituliskan bukan seperti membaca buku manual tapi masih tetap dengan cara bercerita keseharian. Tips yang bisa ditemukan termasuk cara mengurus cucian dari menjemur sampai menyetrika, mencuci piring, sampai pengelolaan waktu. Review lengkap semi curcol nya bisa di baca di tulisan sebelumnya.

Buku ini saya rekomendasikan dibaca oleh para wanita baik yang masih single ataupun sudah menikah, sudah ataupun belum punya anak supaya ada gambaran hari-hari mendatang itu seperti apa dan bisa mengerti situasi ibu-ibu punya anak ada ataupun tanpa asisten. Buku ini juga penting dibaca untuk para suami, supaya lebih dapat gambaran apa yang dihadapi istri sepanjang hari dengan anak.

Untuk ibu-ibu muda yang sedang galau antara tetap bekerja kantor atau mengurus anak di rumah, buku ini juga bisa dibaca bersama dengan suami untuk membuat kesepakatan sebelum memutuskan berhenti bekerja. Yang jelas, apapun keputusannya, seorang ibu butuh sistem pendukung supaya bisa tetap bekerja kantor atau bekerja urus rumahtangga.

Kalau belum jadi baca dan mulai penasaran, jangan ditunda lagi segera beli sekarang juga. Kenapa harus sekarang? karena dengan beli 1 buku, selain dapat ilmu dari bukunya juga lagi ada promosi bisa dapat ilmu tambahan dengan kesempatan mengikuti 4 kulwap dengan topik-topik yang perlu diketahui sebagai ibu (dan calon ibu). Kalau yang beli buku ini pria, bisa kasih kesempatan ikutan kulwapnya ke pasangannya, kakaknya, adiknya atau wanita terdekat yang dirasakan butuh (karena kulwapnya khusus untuk wanita).

Apaan sih kulwap itu? Kulwap itu singkatan dari Kuliah via WhatsApp, jadi gak perlu pergi kemana-mana dan materinya bisa diikuti dari manapun sambil dasteran di rumah. Kalau ga sempat ikutin pada saat kulwap berlangsung, ilmunya bisa dibaca kemudian kok. Pembicara/nara sumbernya biasanya orang yang berbagi ilmu dan ada sesi tanya jawab.

Narasumber kulwapnya 4 emak-emak yang juga psikolog

Nih informasi lengkap mengenai kulwap bonus dari buku Kupilih Jalan Terindah Hidupku:

“Seorang ibu yang kuat bukanlah ibu yang tidak pernah meminta bantuan orang lain. Tapi ibu yang tahu kapan dia membutuhkan orang lain dan memiliki keberanian untuk mengekspresikannya.

Karena dibutuhkan satu desa untuk bisa membesarkan anak dengan baik. Maka, dibutuhkan juga satu desa untuk menghasilkan ibu yang baik pula.”

-Anna Maghusser-
Www.mother.ly

Kulwap ini hadir untuk memfasilitasi kebutuhan ibu akan hadirnya profesional melalui metode yang bisa diperoleh sambil mengerjakan tugas utama di rumah (dan bahkan sambil dasteran sekalipun) untuk membahas masalah sehari-hari. Nih catat topik, tanggal dan waktunya:

  1. Cara mengatasi stress pada ibu rumah tangga
    Pembicara: Citra Pratiwi, M. Psi., Psikolog
    Psikolog Klinis Dewasa
    (Tanggal 23 Oktober 2019 jam 09.00-11.00 Wib)
  2. Saat ibu ada dipersimpangan (Cara mengambil keputusan yang efektif)
    Pembicara: Ernawati, M.Psi., Psikolog
    (Tanggal 29 Oktober 2019 jam 9.00-11.00)
  3. Managemen Waktu bagi Ibu rumah tangga
    Pembicara: Feny Citra, M. Psi., Psikolog
    Psikolog Anak dan Remaja
    (Tanggal 30 Oktober 2019 jam 09.00-11.00 Wib)
  4. Komunikasi dengan pasangan
    Pembicara: Ratih Sondari, M. Psi., Psikolog
    Psikolog Anak dan Remaja
    (Tanggal 31 Oktober 2019 jam 09.00-11.00 Wib)

Bagaimana cara ikutan?
Biasanya untuk ikut 4 kulwap ini, anda perlu membayar Rp. 199.000.

Tapi kali ini, bisa didapatkan GRATIS.
Ya GRATIS!!!

Anda cukup membeli buku “Kupilih Jalan Terindah Hidupku” seharga Rp. 38.000 dan langsung bisa mendapatkan satu tempat duduk di masing-masing kulwap di atas.

Jadi, tunggu apa lagi?
Silahkan pesan bukunya dan daftar melalui WA ke +6282113997086

Persediaan terbatas! Jadi jangan sampai ketinggalan.

Beli Baju Bekas? Kenapa Tidak

Sebenarnya namanya jual beli baju bekas bukan hal yang baru dan bukan cuma ada di Chiang Mai. Dari jaman dulu di Medan, saya sering dengar tentang MonZa alias Mongonsidi Plaza. Tempat penjualan baju-baju bekas (yang konon didatangkan dari luar negeri) dan berlokasi di jalan Mongonsidi. Lalu di Bandung juga ada namanya CiMol (Cibadak Mall) yang di jual di jalan Cibadak. Tapi dulu, saya belum pernah berkesempatan mendatangi tempat-tempat tersebut. Kabarnya, kalau mau mencari baju-baju winter (misalnya mau berpergian ke negeri bermusim dingin), biasanya berbelanja di penjualan baju bekas itu bisa dapat baju winter bergaya dengan harga sangat miring. Tapi karena pada dasarnya saya tidak hobi belanja dan tidak punya kegigihan buat mencari bahkan di tempat yang jual sale 90 persen sekalipun, jadi saya tidak pernah berniat mengunjugi toko baju bekas tersebut.

Oh ya jadi ingat, kalau di Bandung saya pernahnya ke toko BaBe (Barang Bekas) yang menurut saya beberapa barang bekasnya masih tergolong agak mahal. Tapi ya mereka sepertinya memang menyeleksi barang bekas jualannya. Dulu juga pernah ke sana jaman udah lulus kuliah sih, tapi tetep aja semangat memilihnya gak terlalu tinggi hehehe.

baju-baju begini 1 nya 20 baht
kalau yang ini buat saya, 30 baht saja

Setelah tinggal di Chiang Mai, awalnya saya hanya mengincar kebutuhan bayi dan mainan, jadi saya bergabung dengan grup-grup jual beli barang bekas. Setelah anak-anak besar, saya perhatikan banyak juga ibu-ibu yang menjual baju anaknya yang sudah tidak muat lagi. Bukan cuma baju, semua kebutuhan anak yang masih bagus dan bisa dijual biasanya mereka jual lagi. Tindakan jual beli barang yang sudah tidak dipakai lagi ini sebenarnya ada bagusnya, jadi kita tidak langsung serta merta menambahi sampah di muka bumi ini. Kalau meminjam istilah Marie Kondo, sesuatu yang sudah tidak spark joy lagi buat kita mungkin masih mendatangkan kebahagiaan buat orang lain. Jadi ya, kalau masih ada yang mau beli bisa kita jual dan digunakan untuk membeli kebutuhan berikutnya. Atau kalau ada yang kita tahu butuh, bisa kita berikan juga secara gratis.

Setelah sebelumnya saya memperhatikan fenomena banyakan toko yang menjual barang bekas dari Jepang, sekarang ini saya menemukan ada banyak sekali toko yang menjual baju bekas. Saya kurang tahu baju-baju ini asalnya dari mana, tapi kalau melihat dari jumlahnya yang sangat banyak dan ukurannya yang juga mulai dari anak-anak sampai orang besar, kemungkinan baju-baju tersebut bukan dari dalam Thailand.

Toko baju bekas ini ada berbagai model. Ada yang sudah mereka pilih dan digantung sehingga kita memilihnya cukup mudah. Toko ini sudah membagi-bagi kategori bajunya mulai dari harga 5 baht sampai dengan beberapa ratus baht. Untuk bahan baju dan celana dari jeans yang bermerk biasanya dikategorikan secara khusus dengan harga “khusus” juga. Tapi bisa dipastikan yang harganya sangat murah tidak akan lebih bagus model, warna dan kualitasnya dibandingkan dengan yang mereka kategorikan 60 baht atau bahkan 100 baht. Tempat yang menjual dengan gantungan ini biasanya ada kamar cobanya segala. Toko mereka ada banyak kipas anginnya, tapi biasanya ya tetap saja panas hehehe.

Model tempat penjualan lainnya dikategorikan tapi kita masih harus memilih dari tumpukan. Kategorinya ya baju anak, baju dewasa, celana jeans, bahkan kadang ada baju renang. Nah biasanya tempatnya ini sangat besar dan panas. Mereka juga kadang ada bagian yang sudah digantung, tapi entah kenapa toko model ini sangat berdebu. Tapi kalau kita sabar, kita bisa menemukan baju-baju yang masih bagus dengan harga murah. Mereka biasanya menjual harga per potong 30 – 50 baht, tapi kalau beli 10 potong bisa jadi 100 baht – 300 baht. Diskonnya lumayan ya hahaha.

Ceritanya karena belakangan ini saya mendapatkan teman yang rajin dan gigih memilih, saya jadi sering ikut-ikutan ke toko baju bekas. Hasilnya, setiap kali menemukan baju-baju buat anak-anak dengan harga 10 potongnya 200 baht itu rasanya senang sekali. Kaos sejenis, kalau beli baru, dengan harga sale pun bisa mulai dari 250 baht. Kemarin juga pernah menemukan celana uniqlo dengan harga 60 baht, terasa mahal kalau dibandingkan kaos 20 baht, tapi kalau dibandingkan dengan harga beli celana baru di uniqlo dengan kualitas yang sama seharga 350 baht tentunya 60 baht itu jadi murah dong ya.

kalau beli baru paling murah 250 baht, ini harganya 20 baht saja 1 nya.

Tapi namanya memilih barang bekas ini untung-untungan juga. Berdasarkan pengalaman beberapa kali ke toko baju bekas, berikut ini tips yang bisa saya berikan:

  • perginya bareng temen, lebih baik kalau temannya gak punya selera baju yang persis sama biar ga rebutan hahaha. minimal bisa diskusi dan saling memeriksa apakah bajunya ada cacatnya atau kurang bagus
  • harus punya waktu lebih untuk memilih, kalau cuma punya waktu sedikit biasanya gak akan bisa menemukan yang bagus
  • karena namanya beli barang bekas, teliti sebelum membeli, gak perlu beli banyak-banyak, yang penting yang dibeli itu memang yang masih bagus dan harganya masih masuk akal
  • biasanya saya akan memeriksa deretan harga yang murah dulu dan tidak akan mencari barang yang diatas 100 baht, karena kalau harganya 100 baht-an pasti banyak godaanya dan bisa-bisa jadi kalap borong.
  • kalau perginya barengan teman ke tempat baju yang ada diskon untuk per 10 potong, bayarnya barengan biar dapat potongan harganya hehehe.
  • kalau memang gak menemukan yang cocok, jangan dipaksakan beli, masih banyak toko baju bekas lainnya yang bisa dikunjungi.

Oh ya, saya juga menemukan beberapa toko baju bekas ini juga ternyata ada facebook page nya segala. Mereka rajin sekali mengupdate foto baju yang baru akan dijual keesokan harinya. Jadi bisa juga kita follow aja tuh halaman FB nya, kalau memang keliatan dari foto ada yang menarik, bisa langsung deh kunjungi tokonya. Tapi ada kemungkinan barang-barang bagus yang di foto dan dipajang di FB itu yang masuk ke kategori agak mahal. Namanya juga usaha ya hehehe. Saya kurang tahu berapa menguntungkannya bisnis jualan baju bekas ini, yang jelas belakangan ini saya perhatikan ada semakin banyak tokonya jadi kemungkinan cukup menguntungkan ya.

Hidup ini adalah Pilihan

Hari ini bukan mau mereview buku, tapi daripada ga nulis, terinspirasi dari baca buku ini jadi pengen sedikit mereview pilihan-pilihan dalam hidup ini sejak punya kesadaran untuk memilih dan sampai sekarang. Kebetulan juga baru selesai baca buku tua yang isinya masih menarik untuk dibaca. Isinya mirip dengan Chicken Soup for the Soul, tapi ya ini konon kisahnya semua dari kisah nyata dengan menyamarkan nama tokoh-tokohnya.

Buku lama, tapi isinya masih relevan untuk direnungkan

Saya baca buku ini 1 hari 1 cerita saja, sebenarnya jumlah halamannya tidak banyak ya, tapi rasanya gak kuat membaca sekaligus. Kisah kehidupan itu tidak selalu happy ending, bahkan kadang berakhir sangat menyedihkan. Tapi dari kisah yang dialami oleh orang lain, selalu ada pelajaran yang bisa kita petik. Kadang-kadang kalau lagi kebagian cerita yang sedih, saya jadi ikutan sedih dan berpikir aduh kenapa sih dia begitu, kalau saja dia tidak begitu mungkin akhir ceritanya tidak sedih.

Kumpulan 19 kisah nyata yang diceritakan kembali oleh penulis

Dari 19 cerita kehidupan ini, semua yang terjadi terhadap tokoh yang diceritakan itu ya akibat dari pilihan yang mereka pilih. Mungkin itu kenapa walaupun hanya 1 cerita yang judulnya The Choice is Yours, tapi ya buku ini diberi judul dari cerita The Choice is Yours.

Kalau diingat-ingat, setiap hari sekarang ini sejak bangun pagi pastinya kita membuat keputusan sendiri mulai dari mau megang HP dulu atau ke toilet dulu sampai mau tidur kita memilih tidur awal atau tidur larut. Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan-pilihan yang tentunya membawa kita terhadap konsekuensi terhadap pilihan itu.

Tapi ada kalanya, selain pilihan-pilihan otomatis yang kita kerjakan karena sudah menjadi rutin, ada juga pilihan yang kita ambil karena tergoda (misalnya niat nya diet tapi tergoda makanan enak jadi batal diet), dan ada juga pilihan-pilihan yang menjadi milestone dalam hidup kita karena akan sangat besar pengaruhnya untuk masa depan kita.

Dari semua pilihan yang kita ambil, tentunya kita tidak punya jaminan kalau pilihan kita itu yang paling baik hasilnya (walaupun ada juga yang udah ketauan lah hasilnya secara logika makan banyak di kala diet itu hasilnya jelas timbangan geser kanan bukan ke kiri). Tapi ada juga yang misalnya memaksakan diri berolahraga dan melaparkan diri demi menurunkan berat badan dan bukan jadi langsing malah jadi langsung masuk rumah sakit.

Hidup ini tidak ada spoiler alertnya, tidak seperti kisah-kisah dalam film yang kita tonton. Tidak bisa juga di fast forward kalau kita tidak ingin menjalani kebosanan rutinitas atau tidak mau menjalani kesusahan. Hidup ini harus dihadapi dan dijalani. Terus lagi nulis ini jadi ingat lagu yang kemarin gak sengaja dengar, judulnya Dear Younger Me. Ceritanya sih kira-kira kalau kita tau apa yang kita tau sekarang, kira-kira apa yang ingin kita ubah dari pilihan-pilihan kita sebelumnya.

Nah gimana dengan saya? ada gak pilihan yang mau diubah kalau bisa mengubahnya? Nggak ada. Ih sombong bener ya ga ada. Ya, abis kalau misalnya ada pilihan yang saya ubah, saya jadi ga belajar dari pengalaman saya. Pengalaman itu kan guru yang terbaik. Nah dari apa yang saya alami, saya bisa lebih bijaksana kemudiannya untuk mengambil keputusan berikutnya. Yang jelas, semua keputusan major sih ga ada yang disesali.

Emang apaan sih keputusan major? Ya keputusan besarlah maksudnya, misalnya keputusan dulu minta SMA pindah rayon, kuliah, kuliah lagi, berhenti kerja, menikah, pindah ke Thailand, berhenti kerja lagi, punya anak, punya anak lagi, homeschool anak, dan seterusnya.

Kalau keputusan yang minor contohnya apa? yaaa misalnya kadang-kadang memutuskan bolos ngeblog karena ga ada ide, atau kadang makan kebanyakan dan pas berhenti menyesal karena kekenyangan. Atau kadang-kadang karena merasa bangun kepagian memutuskan tidur lagi terus jadi ketiduran seperti waktu masa orientasi mahasiswa baru (OSPEK) pernah ketiduran dan akhirnya gak ikut OSPEK secara penuh. Itu tuh pilihan yang antara nyesal gak ikutan secara penuh dan nyesal ngapain repot-repot ikut perploncoan hahahha.

Sejauh ini rasanya semua pilihan yang diambil (apalagi sejak menikah) rasanya sudah menjadi pilihan yang terbaik. Loh kok pakai rasanya? ya kan itu yang saya rasakan, lagian hidup ini tidak ada spoiler alertnya dan semoga masih panjang perjalanan yang boleh dijalani bersama-sama dengan triple J (Joe, Jona dan Joshua).

Perkiraan Musim Dingin 2019 di Chiang Mai

Kemarin baca berita kalau dalam minggu ini Thailand keseluruhan termasuk Chiang Mai akan banyak hujan badai dan suhu udara akan turun beberapa derajat pengaruh dari badai di Cina.

Hari ini baca berita kalau pemerintah Thailand mengumumkan musim dingin akan segera tiba tanggal 17 Oktober ini. Perkiraannya juga tahun ini musim dingin akan lebih dingin dari tahun-tahun sebelumnya dan berlangsung sampai bulan Februari 2020.

terjemahan dari chiangmai news

Menurut berita ini Bangkok di bulan Desember dan Januari bisa mencapai 15 – 17 derajat celcius, sedangkan Chiang Mai bisa jadi berkisar antara 12 – 14 derajat celcius. Beberapa tahun terakhir ini musim dinginnya bisa dibilang sangat singkat, tahun lalu malah siang harinya ya gak terlalu dingin dan mataharinya super terik. Tahun lalu musim dinginnya baru terasa setelah minggu ke-2 bulan November.

Hari ini, sesuai perkiraan hujan deras turun sejak jam 12-an tadi dan belum ada tanda-tanda berhenti. Biasanya kalau sudah ada pengumuman, pemerintah kota Chiang Mai sudah akan siap sedia pompa air supaya tidak terjadi banjir. Semoga saja mereka tetap sigap seperti tahun-tahun sebelumnya. Polisi lalu lintas juga biasanya akan lebih sibuk dari biasanya, karena efek lain dari hujan deras ya jalanan macet. Perkiraan hujan ini masih akan berlangsung sampai beberapa hari ke depan. Walau pemerintah kota sudah bersiap-siap, saya berharap hujannya ada jedanya. Kadang-kadang efek lain dari hujan bukan cuma jalanan macet dan banjir, tapi juga bisa jadi pemadaman listrik kalau ada pohon tumbang yang bisa saja nyangkut di kabel listrik.

Prakiraan hujan setiap hari sampai hari Jumat

Buat yang mau jalan-jalan ke Thailand terutama ke Chiang Mai, waktunya untuk melirik harga tiket ke sini. Musim dingin itu waktu yang baik untuk berjalan-jalan, karena musim dingin di sini biasanya tidak ada hujan ataupun salju. Matahari bersinar menghangatkan udara yang dingin. Bunga-bunga juga biasanya bermekaran dan ya udaranya cukup segar (asal gak ada yang bakar-bakaran).

Biasanya awal musim dingin tidak selalu dimulai dengan hujan. Saya juga tidak tahu kenapa tahun ini curah hujannya sepertinya banyak sekali. Udah beberapa bulan ini sering hujan, sampai-sampai rumput di halaman baru juga di potong sudah meninggi dengan cepat.

Semoga musim dingin tahun ini juga tetap tanpa hujan seperti biasa jadi bisa enak jalan-jalan dengan anak-anak ke taman atau ke tempat-tempat lainnya. Semoga juga orang yang bakar-bakar sawah nggak mulai lebih awal, jadi bisa menikmati musim dingin tanpa kuatir polusi.

Oh ya, mungkin ada yang bertanya-tanya, di Chiang Mai ada apa yang menarik di musim dingin? Yang paling dekat itu festival Loy Kratong dan Yi Peng di bulan November. Kalau tahun lalu festival ini jatuhnya di akhir November, tahun ini bisa jadi di minggu ke-2 antara 9 – 13 November (tergantung bulan purnamanya kapan). Walaupun bukan hari libur nasional (karena toh acaranya bisa dilakukan sore hari), festival ini cukup meriah. Selain festival di bulan November, bulan Desember dan awal Januari biasanya banyak bunga-bunga bermekaran di sekitar Chiang Mai, termasuk bunga sakura. Atau kalau tidak bisa ke Chiang Mai di akhir tahun, bisa juga merencanakan datang di awal Februari 2020 untuk festival bunga. Biasanya sih musim dinginnya masih terasa di awal Februari. Tahun depan festival bunga itu jatuhnya antara 7 – 9 Februari 2020.

Dingin di Chiang Mai harus bawa apa aja nih persiapannya? Ya kalau biasa di negeri yang bersalju, ke sini itu 12 derajat sih malah terasa hangat, jadi gak perlu baju yang tebal-tebal. Tapi kalau gak biasa dengan suhu di bawah 20 derajat, mungkin sediakan baju tebal 1 dan topi, karena kadang-kadang udara dingin itu bikin pusing kepala hehehhe.

Toko 20 Baht di Chiang Mai

Baru-baru ini teman saya bercerita kalau dia menemukan toko serba 20 Baht, tokonya 3 lantai dan full AC, tokonya juga menyediakan minuman gratis di lantai 3 buat orang yang mungkin udah capek keliling dan naik tangga. Saya pikir: kok bisa ya mereka menjual benda seharga 20B, sedangkan makanan saja 1 porsi skrg ini paling murah 30 baht.

minuman gratis di lantai 3

Sebelum ke sana, saya langsung menuduh dalam hati: pasti yang dijual barang-barang jelek dan gak berkualitas. Ada yang bilang ada harga itu tidak berbohong. Ada harga ada rupa. Jadi ya, apa yang bisa diharapkan dari benda seharga 20 baht?

Jam dinding 20 baht, lumayanlah berfungsi baik dan lucu

Tapi walaupun saya udah berpikir benda 20 baht itu kurang berkualitas, saya tetap saja penasaran pengen lihat apa saja sih yang dijual sampai 3 lantai? Ternyata saya gak sepenuhnya benar. Ada juga benda-benda 20 baht yang sepertinya cukup masuk akal dibeli di sana daripada beli dengan harga lebih mahal.

Kemarin itu, saya beli sendal jepit untuk Jonathan yang sejauh ini dipakai masih baik-baik saja. Sendal jepit sejenis kalau beli di toko lain pastinya tidak ada yang jual lebih murah dari 20 baht. Selain itu saya beli jam dinding kecil bergambar penguin. Sekilas jam dindingnya plastiknya memang tipis, tapi masih menunjukkan jam dengan benar sampai sekarang. Terakhir beli jam dinding dengan ukuran yang sama itu di toko 60 baht. Pernah juga beli jam dinding dengan harga lebih dari 100 baht, tapi tak lama kemudian jarum jamnya bermasalah dan selalu tiba-tiba jadi terlambat jamnya walaupun baterenya baru diganti.

Selain sendal jepit dan jam dinding, saya juga beli tudung saji plastik, tempat sendok dan juga celengan plastik yang bisa dibuka bawahnya. Sejauh ini, benda-benda tersebut masih baik dan bahan plastiknya juga tidak terlalu jelek. Saya perhatikan kalau di toko lain, untuk barang sejenis mereka akan menjual di atas 40 baht.

Saya perhatikan di toko itu juga di jual berbagai aksesori HP. Nah saya coba lihat 1 dudukan HP untuk mobil, beneran deh barangnya gampang rusak hehehe. Sepertinya untuk kabel charger, earphone, ataupun screen guard dan casing HP, kualitas 20 baht nya tidak bisa diandalkan. Jadi saya pastikan tidak beli di situ.

Toko itu juga menjual gelas keramik, bukan cuma 1 nya 20 baht, tapi beberapa gelas dijualnya 2 seharga 20 baht. Ada beberapa benda lain yang dijualnya juga lebih dari 1 seharga 20 baht.

Jadi toko itu ada apa saja? macam-macam. Ada baju, kacamata hitam, celana pendek, mainan anak-anak dari plastik (sebagian besar kurang bagus kualitasnya), boneka, obeng, peralatan dapur, bahkan kosmetik juga ada. Biasanya kosmetiknya berupa sample yang di dalam sachetan. Tapi ada juga sih lipstik, pensil alis, maskara, bedak compact, shampo, masker muka dengan harga 20 baht itu. Saya tidak tahu kualitas dari kosmetik yang dijual. Beberapa merk yang dijual samplenya cukup pernah dengar, tapi beberapa merk saya belum pernah tau. Yang jelas saya ga beli kosmetik karena selain saya gak makai banyak kosmetik, saya juga gak beranilah membeli yang tidak pernah saya pakai sebelumnya.

Jadi kira-kira menarik gak toko itu untuk dikunjungi? Ya menarik aja, tapi perlu teliti sebelum membeli. Walaupun rasanya 20 baht itu murah, tapi kalau belinya banyak padahal gak butuh ya jadinya mahal. Saya pakai prinsip, kalau gak butuh gak akan beli. Kalau butuhpun biasanya beli kalau memang kualitasnya terlihat cukup bagus. Kalau memang kualitasnya jelek, ya mendingan beli yang lebih mahal dari 20 baht tapi kualitasnya lebih baguslah ya.

Oh ya, ternyata toko 20 baht ini bukan cuma ada di 1 lokasi. Ternyata ada beberapa toko 20 baht di Chiang Mai, tapi yang saya kunjungi baru yang 1 ini saja. Lokasinya juga cukup dekat dengan tempat wisata yang sering jadi tujuan turis datang ke Chiang Mai.

Ular di Halaman Rumah

Udah lama ga nulis blog! Awalnya gara-gara kecapean, lalu kemalasan, lalu seperti biasa malas berkelanjutan hahaha. Padahal ada banyak yang pengen diceritakan, tapi ya ternyata memang hukum Newton soal kemalasan ini harus dikalahkan dengan niat!

Salah satu yang perlu dituliskan (supaya diingat) adalah: hari Minggu yang lalu ada ular masuk ke halaman rumah kami. Ularnya kepalanya kecil sih, tapi saya tidak berhasil melihat badannya secara lengkap karena terhalang rumput yang sangat subur di musim hujan ini. Kira-kira apa yang akan kamu lakukan kalau melihat ada ular di halaman rumah?

hasil foto di zoom terus di screen capture biar bisa keliatan lebih dekat

Sedikit cerita, beberapa hari sebelumnya kakak saya yang di Medan bercerita kalau ada ular masuk ke rumahnya. Untungnya dia punya teman yang bisa bantu menangkap ularnya. Waktu itu saya mulai kepikiran, aduh ini halaman rumah rumputnya sudah tinggi, waktunya manggil tukang rumput untuk memotongnya. Kami memang tidak memotong rumput sendiri, soalnya halamannya lumayan besar dan ga punya alat potongnya. Terus biasanya panggil tukang potong rumput 1 bulan sekali (kalau lagi musim kering malah bisa 2 bulan baru panggil). Saya udah kepikiran harus panggil tukang rumput, jangan sampai ada ular di halaman rumah.

Daerah komplek rumah kami masih banyak bagian seperti “hutan”, jadi tanah kosong berisi pohon-pohon dan rerumputan. Bahkan di bagian belakang tembok pagar rumah juga ya isinya pepohonan juga. Di satu sisi, karena tidak punya tetangga belakang rumah, sinar matahari masuk ke rumah tanpa penghalang. Di sisi lain, kepikiran akan ada kemungkinan berbagai binatang bisa saja ada di sana. Beberapa waktu lalu, pernah ada teman yang anter Jonathan bilang dia melihat ular menyeberang jalan di depan rumah kami. Tapi saya pikir: selama masih di luar halaman rumah, gak masalah.

Nah, jadi waktu hari Minggu itu, saya lagi melihat ke luar pintu dapur, abis cucipiring. Terus saya pikir eh itu apaan ya berdiri tegak di halaman. Saya perhatikan lagi…dan ternyata oh no…. itu ular! Karena Joe juga lagi ada di rumah, saya langsung panggil dia. Saya pikir kalau ular dengar suara dia akan langsung kabur. Tapi ternyata saya salah. Joe datang, lalu hal berikutnya yang terpikir adalah: mari kita foto ularnya! Untung kamera HP saya bisa zoom jadi ga harus terlalu dekat juga untuk memfotonya. Terus? diapain fotonya? Cari di Google Lens ular itu jenis apa.

Hasil pencarian ternyata jenis ularnya itu namanya Bandotan tutul kalau dalam bahasa Indonesia atau Checkered keelback. Hal yang pertama dicari tahu tentunya apakah ini ular berbahaya? Kalau wikipedia benar, ular ini tergolong non venomous alias tidak berbisa. Jadi walaupun tetap aja kuatir ularnya masuk rumah, kami memutuskan tidak mengganggu ularnya dan menutup pintu rumah. Ularnya sepertinya nyasar ke halaman kami dari belakang rumah. Kalau membaca deskripsinya, ularnya kan tinggal emang di tempat basah dan berumput, jadi dia tidak akan masuk rumah. Tapi tentunya, kami gak berharap ularnya tinggal terus di halaman rumah kami. Hari Senin, langsung deh panggil tukang rumput untuk memotong rumput.

Perasaan sebenarnya agak takut. Apalagi waktu saya cerita ke mbak yang bantu di rumah dia bercerita ada tetangga yang lihat ular besar di komplek ini. Ular besar itu konon makan anak kucing. Nah ini sebenarnya ceritanya gak ada hubungannya dengan ular yang ada di halaman rumah kami. Tapi seperti biasa, adalah berbagai spekulasi: jangan-jangan itu anaknya? jangan-jangan ada induknya di dekat rumah ini (bisa jadi sih di hutan belakang rumah). Tapi ya saya tetap dengan prinsip: selama tidak di dalam rumah, ular tidak akan mengganggu kalau tidak kita ganggu.

Terus, ada lagi nih cerita tidak berhubungan yang dihubung-hubungkan. Biasanya ada kucing suka main ke halaman rumah kami dan pup sembarangan karena ada sedikit tanah yang agak berpasir di dekat parkiran mobil. Saya sering jengkel karena jadinya berasa bau banget tiap keluar masuk rumah. Nah, entah berhubungan atau tidak, kucing itu tidak pernah kelihatan lagi selama seminggu ini. Saya merasa senang rumah tidak bau, tapi jadi masih agak kuatir apakah benar ada ular pemakan kucing itu di komplek sini. Yang pasti sih, halaman rumah kami rumputnya sudah tidak tinggi lagi. Setiap keluar masuk rumah, saya perhatikan sekeliling halaman rumput dan sejauh ini tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan hehehehe (tetap saja ya merasa kuatir sedikit).

Nah, jadi kesimpulannya kalau ketemu ular di foto? ya tergantung juga, kalau ularnya besar jangan pakai mikir, cari orang buat ngusir deh hahaha. Kami berani memfoto (dari agak jauh) karena ularnya gak bergerak walaupun dengar suara kami. Ularnya juga keliatan kecil. Terus ya setelah tutup pintu, cari tau kira-kira apa yang bisa dilakukan supaya ular tidak masuk rumah.

Awalnya kepikiran tabur garam di depan pintu (kan biasanya diceritakan kalau orang kemping di alam tabur garam tuh sekeliling). Ternyata untuk ular, bukan garam yang ditakuti, tapi wewangian! Nah jadi rumah bersih dan wangi itu ada manfaatnya juga supaya ular takut ya hehehe.

Terus waktu Joe baca-baca soal wewangian pengusir ular, terus entahlah bagaimana sampai juga ke bagian sejarah pohon kemenyan yang merupakan sarang ular dan metode mengusir ularnya adalah dengan membakar getah pohonnya.

Sejarawan Yunani bernama Herodotus yang akrab dengan kemenyan dan mengetahui bahwa kemenyan dipanen dari pohonnya di Arab Saudi bagian selatan. Dia juga melaporkan bahwa getah berbahaya untuk di panen karena ular berbisa juga hidup di pohon-pohon tersebut. Dia juga menjelaskan metode yang digunakan oleh orang-orang Arab untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan membakar getah dari pohon kemenyan sehingga asap akan mengusir ular tersebut pergi

sejarah kemenyan dari Wikipedia

Berikutnya jadi ada imajinasi menghubungkan cerita kemenyan dan ular. Cerita jaman dukun yang bisa mengusir ‘Iblis’, jangan-jangan sebenarnya yang mereka pikir iblis itu ya ular. Jadi waktu sebelum membakar dupa kemenyan, ularnya ga takut dan mematuk korban. Nah berikutnya setelah orang-orang ‘berdoa’ sambil bakar kemenyan, somehow ularnya kabur dan merekapun selamat gak dipatuk ular. Jadi dari dulu yang jadi masalah itu ularnya, bukan iblisnya (ya namanya imajinasi ya).

Kesimpulannya: jagalah kebersihan dan kewangian lingkungan (loh kok ga nyambung). Hahaha ya maksudnya, jangan biarkan rumput tumbuh terlalu tinggi kalau ga mau mengundang hewan-hewan tak diundang bersembunyi di antara rerumputan apalagi di musim hujan. Terus berikutnya kalau rumah bersih dan wangi, mudah-mudahan ularnya gak mau masuk karena dia akan memilih habitatnya dong ah. Gak perlu panik juga, selama tidak diganggu dan memang jenis tidak berbahaya, tidak ada alasan untuk membunuh ularnya. Kalau gak ada rumput tinggi, ularnya pasti cari tempat lain yang lebih nyaman dan ga diganggu orang toh. Tapi yaaa tetap ya, saya ga berharap ketemu ular lagi. Nggak yang kecil ataupun yang besar. Eh tapi juga ga berharap kucing yang suka pup balik lagi hehehe.

Jangan percaya Petisi Online

Dari dulu saya gak tertarik ikutan petisi online walau kadang mempertanyakan apakah ada gunanya dan pernah bisa dipakai untuk mencapai tuntutannya. Sekarang saya makin ga percaya dengan petisi online, apalagi yang dari change.org. Saya tau buat sebagian orang ikut serta dalam petisi online itu terasa memberi suara untuk perubahan, tapi sekarang saya makin yakin kalau pembuat petisi online ini gak beda jauh dengan pembuat hoax.

Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu saya heran dapat e-mail dari change.org yang menyatakan saya sudah menandatangi petisi online untuk beberapa hal yang sedang ramai di Indonesia. Loh kok bisa? walaupun orangnya pakai nama lain, tapi orang tersebut jelas-jelas pakai e-mail saya. Ternyata ya masalahnya si change.org tidak memverifikasi apakah yang tandatangan petisi itu beneran orang yang memiliki e-mail tersebut. Udah gitu gak tanggung-tanggung, orang tersebut tandatangan 19 petisi dalam 1 hari. Langsung deh saya bikin akun di change.org dan ganti passwordnya. Petisi yang ditandatangani oleh orang yang make e-mail saya juga untungnya masih bisa dibatalkan.

Penipu petisi atau polling ini merugikan bukan secara materi, tapi lebih ke membuat seolah-olah protes yang mereka ajukan banyak yang dukung, padahal ya bisa jadi itu dukungan semu. Terus mereka seperti berusaha membuat seolah-olah petisinya ini sudah didukung oleh masyarakat banyak. Terus dengan modal petisi itu, mereka sebarkan dan berusaha mempengaruhi lebih banyak orang lagi.

Alasan lain tidak percaya dengan jumlah pendukung petisi online selain kasus e-mail tidak diverifikasi adalah: jaman sekarang ini 1 orang bisa punya banyak e-mail karena ada banyak layanan bikin e-mail gratisan. Tapi dibandingkan bikin account baru, mungkin orang-orang yang ingin bikin ramai dengan petisi online ini lebih suka mengumpulkan e-mail dari situs tertentu dan ya dipakailah untuk tandatangan petisi.

Jadi kalau ada petisi online klaim sudah ditandatangi sekian banyak orang, belum tentu kalau petisi itu benar-benar ditandatangani oleh pemilik e-mailnya, karena beberapa sistem sepertinya sengaja tidak memverifikasi kalau yang tandatangan itu benar-benar pemilik akun e-mail. Mereka sudah seperti jaman lomba idol yang butuh dukungan sebanyak-banyaknya tanpa peduli identitas pendukungnya.

Tapi ini opini saya ya, kalau pembaca masih pada mau ikutan petisi online ya silakan saja. Pesan saya sih, pakailah identitas dan e-mail yang memang milik Anda sendiri, jangan makai e-mail orang lain. Kalau makai e-mail orang lain, itu namanya ga berani mengakui dukungan terang-terangan tapi sok-sokan mau ikutan petisi.