Chiang Mai Zoo

Setelah ditunda lama, sekarang saatnya menuliskan kembali soal Chiang Mai Zoo. Dulu pernah menuliskan soal Chiang Mai Zoo, tapi beberapa hal sudah cukup banyak berubah. Banyak renovasi dilakukan dan secara keseluruhan dalam 10 tahun terakhir tempat ini makin ramai. Info lengkapnya bisa dilihat di websitenya. Tulisan ini menceritakan pengalaman setelah mengunjungi Chiang Mai Zoo berkali-kali dalam kurun waktu 12 tahun.

Memberi makan jerapah di Zoo

Seperti umumnya banyak tempat wisata di Thailand, Chiang Mai Zoo menerapkan perbedaan harga antara orang asing dan orang lokal. Berbeda dengan Kebun binatang di Indonesia, di sini tempatnya luas sekali dan pengalaman sehari itu ga cukup buat melihat semuanya. Beberapa tempat di dalamnya hanya bisa dikunjungi jika kita membeli tiket tambahan. Skema tiketnya itu terpisah antara tiket masuk, tiket parkir, tiket shuttle keliling, tiket melihat Panda, tiket masuk snowdome, tiket waterpark dan tiket melihat Aquarium. Berikut ini perbedaan harga tiket untum lokal dan orang asing.

Tiket masuk Lokal/Asing

Dewasa 100/150 THB

Anak (dibawah 135 cm) 20/70 THB

Pelajar dan Mahasiswa lokal 50 THB

Harga shuttle keliling zoo

Dewasa 30 THB

Anak-anak 20 THB

Harga tiket parkir

Mobil 50 THB

Motor 10 THB

Seoeda 1 THB

saya ga yakin kalau sepedanya bukan sepeda gunung bisa kuat untuk dikayuh di dalam zoo.

Untuk harga lainnya bisa di cek di websitenya. Kami cukup beruntung bisa dapat harga lokal, setiap masuk kami membeli 2 tiket dewasa, 2 tiket anak dan 1 tiket parkir. Total biaya masuk 290 baht. Kami tidak perlu membeli tiket shuttle, karena di Chiang Mai Zoo pengunjung boleh membawa kendaraan masuk, ada banyak tempat parkir tersedia untuk melihat show yang diinginkan.

Beberapa waktu lalu, saya baru mendapat info kalau kita bisa membuat kartu anggota untuk mengunjungi beberapa zoo di Thailand termasuk Chiang Mai Zoo. Biaya pembuatan kartu anggota 2000 THB, berlaku untuk membawa mobil plus 5 orang di dalamnya. Dulunya kartu ini bisa dipakai seumur hidup, lalu mereka mengurangi menjadi berlaku 5 tahun, dan sekarang dikurangi lagi masa berlakunya untuk 2 tahun.

Kami memutuskan untuk membuat kartu anggota, karena tahun ini saja kami rasanya sudah lebih dari 5 kali ke Chiang Mai Zoo. Rencananya dalam 2 tahun ini kami akan mengeksplorasi tiap titik yang menarik di Chiang Mai Zoo seperti halnya kami lakukan dengan Ratchapruek.

Dengan tiket standar ini saja sebenernya ada banyak yang bisa di lihat. Ada beberapa pertunjukkan yang bisa dilihat tanpa kita harus membayar ekstra. Pertunjukan ini ada jadwalnya, jadi kalau mau lihat sebaiknya atur waktu jangan terlalu lama di tempat lainnya.

Biasanya setiap ke Zoo kami merencanakan mau melihat apa. Tempat yang paling sering kami kunjungi itu Aquarium, Koala di Kids Zoo Zone dan Penguin. Kalau masih belum terlalu capai dan waktunya pas, kami melihat animal show. Kami pernah melihat seal show, tapi tempatnya waktu itu menurut kami bau amis jadi sekali saja cukup.

Kalau kami berencana ke aquarium, biasanya kami tidak akan mengunjungi yang lain, karena melihat aquariumnya saja sudah menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Jonathan senang memberi makan ikan pakai botol dot kalau kami mengunjungi aquarium. Kadang2 di dalam aquarium juga ada pertunjukkan di mana ada penyelam yang masuk ke dalam aquariumnya memberi makan ikan – ikan besar. Ada juga kegiatan memberi makan ikan pari. Untuk memberi makan ikan kita harus membayar 20 baht/botol nya.

Harga tiket masuk aquarium Chiang Mai lokal/asing

Dewasa 220 / 520 THB

Anak-anak 150 / 390 THB

Tiket aquarium ini kadang-kadang ada promosi, misalnya kadang ada promosi tiket masuk zoo plus aquarium hanya 220 Baht. Biasanya kalau mau ke aquarium kami akan langsung beli tiketnya di pintu masuk zoo, kalau beli belakangan di pintu masuk aquariumnya biasanya gak dapat promosinya, belum lagi kalau tiba-tiba di charge harga asing, kan berasa banget tuh beda harganya. Sejauh ini sih kami bisa dapat harga lokal dengan menunjukkan driving licence lokal.

Jonathan sudah pernah kami ajak ke snowdome dan melihat panda sebelum ada Joshua, tapi Joshua belum kami ajak. Rasanya biasa saja sih di dalam snowdomenya, Pandanya juga kelihatan malas-malasan doang. Panda dan snowdome ini tempatnya bersebelahan. Untuk masuk ke dalam Panda dan Snowdome kita harus membeli tiket lagi. Kadang ada promosi seperti aquarium juga, misalnya tiket masuk plus melihat panda hanya 120THB saja.

Tiket melihat Panda lokal/asing

Dewasa 50/100 THB

Anak-anak 20/50 THB

Tiket SnowDome harga lokal dan asing sama saja.

Dewasa 150 THB

Anak-anak 100 THB

Untuk masuk ke dalam Snow Dome, kita dipinjamkan jaket tebal dan sepatu boot yang sesuai berjalan di atas es. Masalahnya terkadang kalau anak kita badannya kecil banget, ukuran jaket dan sepatunya masih kegedean semua. Di dalam snowdome sudah pasti dingin, dan jalannya licin. Anak-anak ditemani orangtuanya mendapat kesempatan untuk meluncur di atas ban besar yang dibuat seperti boat.

Di dalam snowdome biasanya ya cuma foto-foto dan karena dingin banget kebanyakan ga berlama-lama di dalam.

Tempat yang dulu paling sering dikunjungi itu koala, karena tempat ini dekat ke kids zone yang ada playgroundnya. Belakangan ada library juga di dekat playground. Tapi setelah menemukan tempat parkir yang langsung ke perpustakaan dan playground tanpa lewati tempat koala, kami belakangan ga selalu mengunjungi koala.

Selain koala, kami sering mengunjungi pinguin. Dulu Jonathan pernah berkesempatan memberi makan pinguin (dengan biaya tambahan), tapi beberapa tahun terakhir pinguinnya dipindah ke tempat baru, dan sepertinya sudah tidak ada lagi kegiatan memberi makan pinguin. Tempat pinguin yang sekarang cukup menarik karena kita bisa melihat pinguin berenang seperti di dalam aquarium.

Hari ini kami mengunjungi turtle kingdom untuk pertama kali. Ada banyak berbagai species turtle dan tortoise. Ada yang besar dan kecil. Di turtle kingdom kami melihat ada buaya, iguana dan Boa Constrictor juga. Saya ga tahu kenapa mereka mengelompokkan buaya, iguana dan boa constrictor sebagai bagian dari turtle kingdom.

Waduh ceritanya sudah panjang, padahal ini belum semuanya. Masih ada beberapa tempat yang belum pernah kami kunjungi di dalam Chiang Mai Zoo. Tempat yang mungkin akan menarik buat anai-anak main air ada waterpark. Kita perlu bayar ekstra untuk masuk waterpark ini, tapi relatif murah. Dewasa 50THB, anak-anak 20THB. Mungkin lain kali kami akan ke sana.

Sebagai catatan, dulu selain shuttle berupa bus, kita bisa juga naik monorail untuk keliling Zoo, tapi sayangnya sejak beberapa tahun lalu monorailnya sudah tidak ada lagi. Jonathan pernah sekali kami ajak naik monorail, sayangnya monorailnya sudah ga ada lagi setelah Joshua lahir.

Di dalam Chiang Mai Zoo ini ada banyak sekali informasi yang bisa di baca mengenai binatang yang di display, selain informasi mengenai nama dan habitat atau negara asal, beberapa tempat juga memberikan gambaran sistem pernapasan ataupun sistem pencernaan dari hewan yang ada. Di bagian perpustakaan anak-anak, ada juga display mengenai perkembangan alat yang dipakai untuk menangkap hewan liar dari jaman dulu sampai jaman sekarang. Saya cukup senang melihat zoo di sini bukan karena melihat hewan dari dekat saja, tapi dengan adanya informasi yang didisplay, diharapkan anak-anak bisa belajar dari apa yang dilihat dan dibaca.

Big Bad Wolf Pertama di Chiang Mai

Beberapa minggu lalu dapat kabar kalau Big Bad Wolf Sale akan hadir di Chiang Mai untuk pertama kalinya. Buat yang belum tahu, event big bad wolf ini merupakan event jual buku berbahasa Inggris dengan harga yang lebih murah dari harga biasa. Klaimnya bisa lebih murah dari 50 sampai 90 persen. Sudah beberapa kali dengar cerita teman yang hunting buku di BBW Jakarta, dan bulan Agustus lalu saya sempat memanfaatkan jasa titip BBW Bangkok.

Dari foto-fotonya, banyak sekali buku yang kadang saya jadi terpikir sendiri apa ada yang beli buku itu ya. Dari pengalaman ikut jasa titip ternyata memang banyak yang beli buku di BBWSale. Kalau dari cerita teman-teman di Jakarta, datang ke BBW ini siap-siap rogoh kocek dan koper buat angkut buku pulang. Selain itu siapin waktu juga karena antrian bayarnya aja bisa sejam lebih. Antri masuk ke tempat event juga kadang dibatasi, intinya ternyata masih banyak yang suka buku fisik walau udah ada pilihan buku digital. Untuk buku anak-anak kami juga tentunya prefer buku fisik.

Acara di Chiang Mai katanya akan ada 1 juta buku dan akan ada hari dimana sale dilakukan 60 jam tanpa tutup. Semoga bisa menemukan banyak buku bagus dengan harga ekonomis di BBW ChiangMai.

Beberapa hari lalu, saya iseng menjawab kontes berhadiah VIP Pass buat 500 orang saja. Dengan Pass ini dapat kesempatan belanja sehari sebelum event dibuka untuk umum. Jadi bisa duluan borong dan tentunya ga antri buat masuk dan bayarnya. Saya sebenernya iseng doang, eh ternyata kemarin diumumkan saya jadi salah satu pemenang. Yay.

Siap-siap deh jual dulu buku yang udah ga dibaca lagi biar ada tempat di lemari buku buat koleksi yang akan dibeli 29 November nanti. Senang rasanya bakal bisa menyaksikan sendiri berapa banyak buku di event BBW ini, jadi ga cuma dapat cerita katanya orang-orang saja.

Musim Dingin di Chiang Mai

Hari ini, bangun pagi rasanya agak berbeda. Ternyata musim dingin sudah tiba. Musim dingin di sini merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan orang. Awal kami di Chiang Mai saya ga kebayang apa yang dimaksud dengan musim dingin di sini, karena di Indonesia dulu musim dingin itu disertai dengan hujan. Di Bandung juga hawanya sejuk, tapi ya kadang cuma pagi hari doang, dan ketika kami meninggalkan Bandung sebelum ke sini, Bandung sudah ga terlalu sejuk lagi.


Kami diberitahu kalau di Chiang Mai musim dingin itu berbeda dengan musim hujan. Akhirnya setelah mengalami kami jadi mengerti, kalau di sini walaupun hujan belum tentu dingin, dan biasanya sekitar November sampai Februari baru deh musim dingin yang tanpa hujan. Suhu udara memang jadi dingin berbeda dengan musim hujan. Tidak ada hujan tapi udara sehari-harinya sekitar 18 derajat celcius sampai 30 derajat celcius, dan akan ada hari-hari di mana bangun pagi itu 11 derajat dan rasanya susah banget buat bangun karena hawanya adem buat tidur. Matahari tetap bersinar terik, tapi udaranya dingin. Cuaca yang baik untuk jalan-jalan.


Jangan bandingkan musim dingin di sini dengan musim dingin di negeri bersalju. Di sini puji Tuhan ga ada salju, karena kadang-kadang ada masa beberapa hari di mana suhunya bisa berkisar 11 derajat celcius dan dingin sepanjang hari. Tahun lalu, waktu musim dingin yang lagi dingin banget begini, kepala saya pusing sangkin dinginnya. Dari pengalaman musim dingin di sini, saya jadi tahu kalau saya ga cocok di negeri yang mengalami dinginnya salju.


Karena musim dingin di sini gak seekstrim negeri bersalju dan sepanjang tahun umumnya panas menyengat, tentu saja kami ga prepare dengan pemanas udara. Pemanas air di kamar mandi sih ada, tapi untuk pemanas ruangan di sini bukan hal yang umum. Waktu beli AC harusnya bisa memilih AC yang punya pilihan mengeluarkan udara hangat selain udara dingin, tapi AC bawaan dari rumah yang disewa sering kali nggak punya fitur itu. AC di mobil kami cukup bisa menghangatkan mobil ketika di musim dingin, tapi sejauh ini AC di rumah kami cuma bisa mendinginkan saja.

Buat saya, musim dingin itu menyenangkan karena angka tagihan listrik bisa lumayan berkurang karena ga perlu nyalain AC lagi hahaha. Tagihan air juga berkurang karena mandi cukup 1 kali sehari hahaha. Dulu kalau dibilang orang ga mandi tiap hari saya akan terheran-heran, tapi sekarang jadi ngerti kalau musim dingin kita ga keringatan dan rasanya walau ada air hangat di kamar mandi tapi ogah masuk kamar mandi sering-sering karena udaranya dingin begitu selesai mandi hehehe.

Musim dingin di Chiang Mai itu musim untuk jalan-jalan. Udara sejuk, tanpa hujan. Matahari cerah tapi ga keringatan. Bunga-bunga yang indah juga bermekaran. Di bulan Januari, ada tempat yang cukup dingin untuk bunga Sakura berkembang. Kalau ada yang pengen datang berkunjung ke Chiang Mai, semua orang selalu akan menyarankan datanglah di musim dingin. Orang asing yang tinggal di negeri 4 musim juga sangat senang dengan musim dingin di sini, karena musim dingin di sini ga ada apa-apanya dibandingkan negara mereka. Di musim dingin di sini akan terlihat pemandangan mencolok di mana orang lokal pake baju tebal berlapis dan scarf (karena ini waktunya tampil beda mungkin ya) sedangkan orang asing berbaju singlet dan celana pendek.

Suhu di Doi Inthanon

Secara geografis, Chiang Mai ini terletak di bagian utara Thailand. Di bagian selatan Thailand seperti Phuket dan Krabi atau di bagian tengah seperti Bangkok dan Pattaya tentunya tidak akan sedingin di Chiang Mai. Sedingin-dinginnya Chiang Mai, ada bagian Thailand yang lebih utara lagi yang lebih dingin lagi. Di titik tertinggi seperti Doi Inthanon udaranya bisa sangat dingin sampai embun paginya berbentuk es. Beberapa tahun terakhir, suhu udara di Doi Inthanon bisa mencapai dibawah nol derajat celcius. Beberapa tahun lalu kami pernah ke Doi Inthanon di musim dingin, rasanya memang lebih menggigil dibanding di Chiang Mai, padahal kami ke sana bukan di saat suhunya paling dingin.

Bunga sakura (di Thailand) hanya berbunga di musim dingin

Musim dingin sudah tiba, saatnya mengeluarkan baju-baju hangat yang selama ini tersimpan di lemari dan menyusun jadwal rencana jalan-jalan akhir pekan untuk menikmati udara segar di Chiang Mai. Kalau ada yang mau ke Chiang Mai, sekarang ini saat yang tepat. Di bulan November ini akan ada Festival Lentera dan Loy Kratong sekitar tanggal 20-23, masih ada waktu buat memesan tiket hehehe.

Pajak Mobil di Thailand

Sejak mulai menyetir mobil di Chiang Mai, saya jadi tahu ada layanan bayar pajak mobil drive thru di sini. Di Indonesia saya ga pernah nyetir dan ga pernah tau urusan pajak mobil hehehe. Kebetulan lokasinya dekat sekali dengan rumah kami waktu pertama sampai di Chiang Mai. Karena hari ini saya baru membayar pajak mobil tahunan dan prosesnya ga lebih dari 15 menit, saya jadi kepikiran menuliskan ini. Hal ini merupakan salah satu hal yang bikin hidup lebih nyaman di sini.

Drive thru untuk bayar pajak mobil

Di Thailand, sebelum bayar pajak, setiap mobil yang berumur lebih dari 7 tahun harus diinspeksi dulu mesinnya. Proses inspeksi ini biasanya sekitar 10 menit. Setelah itu kita wajib membayar asuransi pemerintah yang di sini di kenal dengan nama Po Ro Bo. Asuransi wajib ini biayanya sekitar 600 baht. Karena mobil kami masih belum 7 tahun, tadi saya bahkan ga perlu turun dari mobil. Saya datang ke garasi yang menyediakan layanan pembuatan Po Ro Bo, lalu bilang mau bayar pajak mobil. Kurang dari 5 menit orangnya sudah selesai mencetak dokumen asuransi Po Ro Bo untuk dibawa ke bagian bayar pajak mobil

Tadi saya bikin Po Ro Bo di garasi seberang tempat bayar pajak, jadi dari sana saya tinggal bawa mobil melewati tempat drive thru dan menunggu giliran di dalam mobil saja. Di loket pembayaran ada tulisan kira-kira menyatakan waktu yang dibutuhkan untuk melayani 1 mobil itu sekitar 1 menit 45 detik. Wow banget ya, mereka bisa melayani banyak orang yang bayar pajak dalam 1 hari. Setelah sampai di loket, kita serahkan buku biru mobil dan bukti sudah memiliki Po Ro Bo, lalu kita diberi tahu berapa biaya yang harus dibayarkan. Biaya tiap mobil berbeda tergantung umur dan jenis mesin, untuk mesin kami Nissan Almera kami membayar 1070 baht per tahunnya. Untuk 5 tahun pertama harga pajak akan tetap, dan setelahnya akan ada penurunan harga sekitar 10 persen.

Buku biru dan stiker baru tahun 2562 = 2019 masehi

Buku biru di sini merupakan buku yang berisi informasi mengenai mobil dan pemiliknya. Setiap kali transaksi jual beli mobil, kita biasanya langsung ganti buku biru dan ganti nama pemilik.  Setiap bayar pajak juga akan ada catatannya di dalam buku biru ini. Stiker yang ditempel di kaca mobil berisi informasi bukti sudah membayar pajak dan kapan harus bayar pajak lagi. Angka besar yang tertera merupakan tahun dalam kalender Thai. Selain tahun itu ada informasi bulan dan tanggal expired dan nomor plat kita. Berbeda dengan yang saya ingat, di Indonesia orangtua saya ganti plat setiap 5 tahun, di sini kami ga pernah ganti plat tapi ya ganti stiker.

Stiker tanda bayar pajak



Setelah kita bayar pajak mobil, kita akan diberikan stiker yang harus ditempelkan di depan kaca mobil. Stiker ini untuk memudahkan polisi mengecek ketika ada razia. Pernah satu kali kami sudah bayar pajak, tapi Joe lupa belum ganti stikernya dan pas ada pemeriksaan. Akibatnya harus bayar denda deh karena stikernya juga ketinggalan di rumah. Dendanya juga lumayan, 500 baht. Denda nya bisa bayar di tempat, atau transfer di Bank. Joe waktu itu memilih bayar di tempat, daripada repot nyari banknya dan antri lagi di bank.

Kalau di Indonesia sekarang ini gimana ya kira-kira pembayaran pajak kendaraan bermotornya. Ada ga sih layanan bayar drive thru begini. Urusan bayar pajak jadi mudah dan ga makan waktu lama dengan pelayanan drive thru begini.

Mr. Rogers dan Daniel Tiger’s Neighborhood

Dari sejak Jonathan kecil, kami sudah tahu tentang serial Daniel Tiger’s Neighborhood. Sekarang sejak Joshua mulai mengerti juga, kami putar ulang film Daniel Tiger yang dibikin berdasarkan tokoh Mr. Rogers.

Baru-baru ini kami menonton dokumenter mengenai Mr. Rogers dan filosofinya mengenai anak-anak. Sejak dulu sampai sekarang saya terkesan dengan cara-cara dia menghadapi anak-anak yang mana saya masih sangat perlu banyak belajar. Katanya kita harus menaruh kepercayaan pada -anak. Kalau mau tahu siapa itu Mr. Rogers, bisa dibaca di link ini. Singkatnya Mr.Rogers ini orang baik yang perhatian untuk perkembangan anak-anak dan berusaha supaya ada tayangan tv untuk anak-anak yang bermutu.

Ada banyak hal yang dibahas dalam dokumenter tersebut, hal-hal yang mungkin sebelumnya sudah terpikir tapi ga pernah saya renungkan. Tulisan ini bukan mau mengajak merenung tapi sekedar menuliskan hal-hal yang ingin saya ingat dalam mendidik dan membesarkan anak-anak kami. Dalam dokumenter tersebut ditunjukkan bagaimana dia berargumen untuk mendapatkan dana meneruskan tayangan acara TV nya (dan PBS pada umumnya). Video argumennya ada di Youtube.

Mr. Rogers sewaktu kecilnya pernah menjadi korban bully. Setelah besar, dia tidak pernah menyukai menonton TV, tapi dia terinspirasi untuk menggunakan TV dalam mendidik anak-anak. Mungkin sekarang ini banyak yang bilang: ah no screen time lah, ga bagus itu TV. Tulisan ini bukan mau debat soal screen time.

Mr. Rogers memperlakukan anak-anak semuanya spesial. Katanya kita tidak perlu melakukan sesuatu yang khusus untuk mendapatkan kasih sayang dari orang lain. I like you just the way you are. Anak-anak juga diajarkan untuk menjadi diri sendiri dan menerima orang lain di sekitarnya tanpa membuat orang lain merasa kurang sesuatu. Dalam program TV nya dia juga mengajarkan bahwa ga semua orang sama, dan perbedaan itu biasa aja. Walau berbeda tapi bisa tetap bermain bersama.

Kebanyakan program TV untuk anak-anak yang menghibur seperti Tom dan Jerry, Mickey Mouse ataupun Donald duck sebenarnya kurang mendidik, kerjanya berantem mulu dan kejar-kejaran. Apalagi Donald Duck yang kerjanya ngomel mulu hehehe. Banyak tontonan anak-anak juga menunjukkan adegan tembak-tembakan atau tokoh superhero yang jago berantem dan bisa terbang. Ada banyak kasus di mana anak-anak tidak bisa membedakan apa itu imajinasi dan kenyataan. Anak yang berpikir hanya memakai cape/jubah seseorang bisa terbang bisa jadi cedera ringan sampai parah kalau dia coba-coba lompat dari ketinggian setelah memakai kostum berjubah.

Di acaranya Mr. Rorgers Neighborhood, dia mengenalkan banyak konsep dengan dunia imajinasi. Anak-anak diajak berimajinasi tapi ya disebutkan ayo kita berandai-andai/make believe. Dia juga berusaha memberikan pengertian dengan cara sesederhana mungkin ke anak-anak. Dia selalu berusaha mendengarkan dengan perhatian penuh kalau ada anak yang bertanya atau bercerita.

Sekarang ini salah satu kalimat yang sering disebutkan Joshua adalah: let’s make believe with me. Mungkin Joshua belum ngerti sepenuhnya apa yang harus dilakukan atau apa sih make believe itu, tapi kami berusaha meresponnya untuk mengembangkan imajinasinya juga.

Serial kartun Daniel Tiger yang diproduksi berdasarkan acara Mr.Roger’s Neighborhood mengenalkan instruksi berupa lagu yang mudah diikuti. Beberapa contoh yang dulu sering kami pakai ke Jonathan: When you sick, rest is best. Biasanya kalau Jona lagi sakit, dia suka bosan disuruh tidur terus dan ga boleh lari-larian atau lompat-lompat seperti biasa, tapi kalau diingatkan kalimat itu dia jadi ingat di kartun Daniel Tiger disarankan supaya cepat sembuh ya harus istirahat.

Kalimat yang juga sering sangat berguna adalah ketika udah harus tidur tapi anak-anak masih pengen main ini dan itu. Di film diajarkan: it’s almost time to bed, so choose one more thing to do. Biasanya kalau diingatkan begitu Jonathan ga ngeyel pengen begini begitu lagi.

Sekarang ini, Joshua masih sulit diajarkan untuk ga lari sendiri kalau di mall. Kalimat yang kami pakai meniru Daniel Tiger: Stop, and listen, to stay safe. Biasanya kalau kalimat-kalimatnya diucapkan sambil dinyanyikan, Joshua akan ikuti dan cukup berhasil buat dia berhenti. Dulu dia ga mau pegang tangan saya kalau lagi di luar, tapi sekarang dia sudah lebih mau pegang tangan dan mendengarkan instruksi.

Sebagai orang tua, kami ikut menonton apa yang anak-anak tonton, dan Daniel Tiger ini banyak memberi ide bagaimana mengajarkan sesuatu ke anak-anak. Ada pelajaran potty training, pelajaran ke dokter, ke pantai, taking turn waktu di playground, ada juga soal meminta maaf dan berterimakasih.

Anak-anak juga diajak mengenal emosinya, misalnya: it’s okay to be sad sometimes, little by little you’ll feel better again. Sekarang ini kami sedang mengajarkan Joshua ikut membantu beberes mainan, dan saya sering ajak nyanyi clean up, pick up, put away. Karena nulis blog ini saya jadi googling dan menemukan daftar lengkap lagu yang ada di film Daniel Tiger Neighborhood bisa dilihat di link ini.

Royal Flora Rajapruek Chiang Mai

Foto Royal Pavilion (diambil tahun 2009)

Tahun 2018 ini, tempat yang paling sering kami kunjungi adalah Royal Flora Ratchapruek (kadang dieja Rajapruek). Hampir setiap Jumat sore atau Sabtu pagi sejak Januari kami ke sana. Kadang-kadang bahkan 2 kali seminggu. Saking seringnya ke sana, saya pikir kami sudah pernah menuliskan tentang tempat itu, ternyata belum pernah. Kami pertama kali ke sana tahun 2009, biasanya hanya ke sana kalau ada yang berkunjung ke Chiang Mai.

Dulu, tempat ini terasa besar sekali, dan kurang menarik. Memang besar sih, tapi setelah sering di datangi jadi tau dan ga nyasar kalau mau ke tempat tertentu. Playgroundnya juga sempat beberapa tahun tidak bisa digunakan. Tahun kemarin waktu kami ke sana dengan Oppung, saya perhatikan mereka merenovasi playground dan sebelum akhir tahun sudah dibuka kembali. Saya juga baru dapat informasi kalau kita bisa membuat membership card seharga 400 baht/orang untuk bebas masuk selama setahun. Makin mantap deh kami memutuskan untuk bikin membership untuk 3 orang. Joshua masih gratis karena tingginya masih di bawah 100cm waktu kami membuat kartu.

Harga tiket masuk Royal Park Rajapruek

Di Royal Flora Rajapruek ada banyak Pokestop dan Pokegym. Jadi salah satu tujuan ke sana selain anak-anak main di playground, kami juga bisa main Pokemon Go :). Seringnya kami cuma mengunjungi 1 tempat setiap datang. Karena tempatnya luas dan di dalam cuma ada shuttle dan sepeda (sesekali ada motor dari pegawai yang membawa sesuatu), tempat ini cukup aman buat Joshua berlari-larian.

Kalau kami datang pagi hari, kami akan biarkan Joshua yang mencari tujuan, kalau kami datang agak sore biasanya langsung ke playground dan pulangnya naik shuttle hehe.

Shuttlenya tahun ini baru diupgrade, dari sebelumnya berbahan bakar minyak, digantikan dengan bahan bakar listrik dan lebih bagus kelihatannya. Shuttle yang lama digunakan sejak taman dibuka tahun 2006, jadi memang sudah waktunya diupgrade hehehe.

Shuttle bus yang lama

Shuttle yang baru bertenaga listrik

Selain playground, ada beberapa tempat yang menarik buat kami: Bug world (dengan butterfly garden), Amazing Mars Garden, taman anggrek dan rumah kaca, green house untuk hidroponik, skywalk di dekat shaded paradise dan Royal pavilion.

Butterfly Garden


Bug world dan butterfly garden ini letaknya persis di sebelah playground. Di dalam bugs world ada beberapa jenis serangga yang dikeringkan (Kumbang, kupu-kupu, ngengat dan beberapa serangga lainnya). Ada beberapa penjelasan dalam bahasa Thai mengenai masing-masing jenis serangga yang didisplay. Ada sudut untuk mewarnai juga buat anak-anak yang suka mewarnai.


Ke bug world waktu oppung datang

Di butterfly garden, bermacam warna kupu-kupu dilepas bebas dan tentunya kadang-kadang mereka diberi makan irisan buah-buahan selain bunga yang ditanam di dalam taman. Taman kupu-kupu ini ditutup dengan menggunakan tirai rantai besi supaya kupu-kupunya gak keluar dari taman. Ada beberapa display spider dan tarantula juga di taman ini.


Royal Flora Ratchpruek ini awalnya dibuat dengan konsep Internasional flower garden. Ada banyak tempat yang mewakili negara-negara tertentu termasuk Indonesia. Di taman Indonesia dibuat ada Joglo dan pintu selamat datang ala Bali. Tanamannya saya ga tahu namanya hehhee. Selain taman Indonesia, ada taman Cina, India, Cambodia, Jepang, Belanda, dan beberapa negara lain.



Selain taman negara-negara, sekarang ini banyak juga taman yang dikelola oleh bank ataupun perusahaan tertentu seperti maskapai penerbangan ataupun penjual makananan.

Sayangnya beberapa tempat seperti terbengkalai dan kurang dikelola dengan baik. Salah satu taman yang baru saja ada awal tahun kemarin namanya Amazing Mars Garden. Konsepnya memperkenalkan/ memberikan pengetahuan bagaimana dan apa yang perlu dilakukan kalau manusia ingin tinggal di Mars. Bagaimana kira-kira tanaman yang bisa tumbuh di Mars. Di awal tahun kemarin bahkan anak-anak diberi bibit tanaman untuk di bawa pulang dan ditanam di rumah.

Beberapa waktu belakangan ini saya perhatikan tidak ada yang menjaga tempat ini dan hampir selalu tutup. Bug world juga sekarang lebih sering tutup dan hanya dibuka bagian butterfly garden saja.

Salah satu tempat yang menarik buat Jonathan adalah taman Hidroponik. Di sana, ada penjelasan bagaimana langkah-langkah untuk memelihara tanaman secara hidroponik dan ada banyak tanaman mulai dari bibit sampai yang siap panen.

Tempat yang biasanya paling ramai dikunjungi orang kalau ke Ratchepreuk ini adalah Royal Pavilion. Sebuah arsitektur kerajaan Lanna yang dibangun tanpa menggunakan paku disekitar taman yang indah. Tempat ini merupakan tempat wajib foto dan instagramable banget hehehe. Beberapa waktu lalu Royal Pavilion ini baru di renovasi, dan sekarang saya perhatikan ada lift untuk naik ke atas walau sepertinya tidak dibuka untuk umum. Untuk masuk ke dalam bangunan sejenis istananya, kita harus naik tangga. Ga terlalu banyak sih, tapi ya lumayan kalau sambil gendong anak haha. Seperti umumnya di banyak tempat di di Thailand, kita harus membuka sepatu untuk melihat bagian dalamnya.

Setiap datang ke Rajapruek, tempatnya terasa sangat sepi dibanding luasnya area taman ini. Saya perhatikan walaupun sepi, tempat ini selalu berganti bunga di tengah tamannya. Tanaman hidroponiknya juga sepertinya hasilnya ya dijual, bukan cuma display, karena secara berkala saya liat ada yang berbuah, lalu diganti lagi dengan tanaman baru.

Sesekali ada event diselenggarakan di tempat ini, termasuk Jonathan pernah mengikuti kejuaraan taekwondo di sini. Event terakhir yang kami datangi tanpa sengaja event kids world di mana ada beberapa dinosaurus animatronic dari Hidden village selain bouncy houses.

Kekurangan dari tempat ini adalah, dulu ada coffee shopnya, sekarang gak ada lagi 🙁 untungnya masih ada yang jual ice cream. Penjualan makanan juga tidak selalu ada, dulu sempat ada roti bakar yang Joshua suka makan, eh karena tempatnya di renovasi, kami ga tau deh penjualnya pindah ke mana. Sekarang ini kami perhatikan ada makanan beku yang bisa di microwave, tapi ga tahu apakan makanan itu akan tetap ada atau menghilang seperti yang selalu terjadi. Untungnya kalau ada event besar, ada tukang jualan makanan dadakan, walau ga terlalu banyak pilihan makannya.

Sekarang ini, di bagian luar dari royal flora Ratchapruek disediakan beberapa alat untuk olahraga dan juga saya liat setiap jumat sore (dan sepertinya sabtu dan minggu pagi), banyak orang datang untuk berolahraga. Jumat sore kemarin ada event lari dan di luar ramai sekali. Ada juga yang suka berolahraga lari di dalam, tapi lebih banyak yang di luar lari, jalan, naik sepeda dan bawa anak-anak main balance bike. Beberapa orang juga membawa anjingnya ke bagian luar taman ini. Bagian membawa anjing ke taman ini menurut saya yang takut anjing rada bikin ngeri hehehe, tapi kalau buat yang punya anjing peliharaan pastinya menyenangkan bisa membawa anjingnya jalan-jalan di sana.

Mungkin akan ada yang bertanya-tanya, kalau jadi turis, menarik ga buat ke taman ini? Kalau menurut saya ya cukup menarik, tapi sebaiknya datang di musim dingin. Sepanjang tahun saya perhatikan tempat ini ramainya cuma di hari sabtu/minggu di musim dingin, Begitu musim panas, seringnya sepiiii sekali. Koleksi bunganya juga paling indah di musim dingin. Pernah juga sekali kami ketemu dengan rombongan turis dari Indonesia. Umumnya rombongan turis ini akan datang sekitar 1 – 2 jam saja. Kalau mau jalan-jalan santai sebenarnya bisa saja menghabiskan waktu 5 jam di taman ini, pastikan saja bawa bekal piknik karena ga selalu ada yang jual makanan di dalam, selain makanan ringan, mie instan dan minuman saja.

Phone Holder di Mobil

Sejak dulu, nyari tempat meletakkan handphone di mobil supaya gampang untuk melihat google map sambil nyetir. Kadang-kadang ya biar ga repot juga kalau misal lagi nyetir tau-tau telpon bunyi, bisa tau siapa yang nelpon dan apakah penting atau tidak untuk segera minggir angkat telepon.

Bisa main pokemon kalau macet

Untuk masalah terima telepon sambil nyetir, sudah pernah juga pake bluetooth earphone, tapi kadang lupa memakainya dan seringnya bluetooth earphonenya akhirnya rusak karena lupa di charge. Belakangan akhirnya nemu beberapa alternatif supaya bisa meletakkan handphone dengan mudah dan terutama bisa lihat google map kalau dibutuhkan. Kalau ada telepon masuk juga bisa terima telepon dengan aktifkan speaker phone dan tangan tetap ga terganggu bisa nyetir seperti biasa.
Magnet di air vent

Phone holder favorit sekarang ini model magnet yang diletakkan di air vent/ac di tengah mobil. Untuk memakainya, di belakang handphone kita harus memakai besi yang nempel ke handphone. Kepingan besi seperti koin yang sangat tipis ini cukup murah, phone holder magnet nya juga sangat kecil.

Bulatan logam
Beli 5 seharga sekitar 12 ribu rupiah


Kelemahan dari benda ini, setiap handphone harus ditempelin koin besi yang nempel ke magnet supaya bisa memakai phone holdernya. Tapi buat saya dan Joe hal ini ga jadi masalah karena kita bisa membeli koin besinya yang sudah ada stickernya untuk ditempel ke handphone sekaligus beberapa dengan harga cukup murah.

Model  pertama pakai penjepit yang agak merepotkan

Dulu, sebelum menemukan benda ini, saya pakai model jepit yang di air vent maupun yang bisa diletakkan di kaca mobil ataupun di dashboard dengan menggunakan suction. Kelemahan dari benda model ini, kadang-kadang jepitannya sangat pendek, dan kalau kita pakai case untuk handphone kita, jepitannya kurang kuat dan handphone bisa terlepas. Atau seringkali yang terjadi, waktu saya memasang handphone di phone holder, phone holdernya tepat berada di tombol off untuk handphone saya, dan handphone saya jadi mati atau kadang-kadang jadi menyalakan kamera.

Situasinya, masuk mobil kita pengen langsung meletakkan handphone di phone holdernya, tapi kalau dengan model yang lama, saya harus menggunakan 2 tangan untuk meletakkan handphone dan juga seringnya butuh tenaga untuk membuka penjepitnya dan tau-tau handphonenya lepas atau handphone mati, rasanya kalau lagi buru-buru mengesalkan sekali. Dengan phone holder yang model magnet, saya masuk mobil bisa langsung letakkan handphone di phone holdernya dengan cara mendekatkannya dan langsung nempel deh, tanpa drama handphone mati ataupun kamera nyala tanpa sengaja.

Ngomong-ngomong, kesannya tulisan ini lagi iklan ya haha, nggak kok, saya tidak sedang mengendorse merk tertentu, saya cuma berbagi pengalaman setelah gonta ganti berbagai phone holder baru nemu phone holder yang paling cocok dengan magnet dan koin besi. Siapa tau ada yang mengalami masalah yang sama dengan saya setiap kali masang handphone di phone holder model jepit hp mati ataupun terlepas karena hp terlalu tebal oleh case. Waktu saya pakai hp model asus zenphone, hp nya sangat tebal dibanding hp biasa, dan juga terlalu berat untuk beban phone holder hitam jepit. Akhirnya saya beli phone holder jepit yang putih dengan suction. Masalah dengan suction, karena saya tempel di kaca mobil, kadang-kadang daya suctionnya tiba-tiba melemah dan phone holder lepas. Masalah handphone mati karena kejepit dibagian tombol off juga sering terjadi seperti kejadian dengan penjepit versi sebelumnya.

Kelemahan phone holder magnet yang ditempel di air vent ini juga ada, kadang-kadang kalau kita masangnya ga terlalu bagus di air vent, waktu kita berhenti dan mau ambil handphonenya, phone holdernya ikut terlepas. Tapi masalah ini bisa terjadi juga dengan model pertama. Tapi masalah ini ga terlalu mengesalkan seperti masalah handphone mati. Masalah lain, kalau hp kita model yang agak berat, bisa jadi hp kita terlepas dari magnetnya kalau ada jalanan yg tidak rata dan mobil agak kencang.

Model jepit lain yang juga repot, plus suctionnya sering lepas

Baru-baru ini, saya baru tahu juga ternyata ada phone case yang langsung ditempelin koin besi di belakangnya dan dilengkapi dengan ring untuk membuat hp bisa diletakkan berdiri juga. Saya pernah 2 kali beli ring yang di tempel di belakang handphone, tapi tempelannya gampang lepas.

Dengan adanya tempelan besi koin yang sekarang, saya juga bingung kalau mau tempelin ring di mana sebaiknya, akhirnya Joe nemu ternyata ada phone case yang sudah dilengkapi dengan ring dan besi untuk tempelan ke phone holder magnet. Senangnya 3 kebutuhan terjawab dengan 1 benda. Case, koin besi untuk phone holder dan ring untuk meletakkan handphone supaya bisa berdiri.

Saya kagum dan berterimakasih, ada aja yang kepikiran buat bikin aksesori yang dibutuhkan pengguna Handphone. Kemarin waktu cerita ke sepupu saya, ternyata dia belum belum tau ada phone holder model magnet. Nah karena ada yang belum tau, maka saya tuliskan saja di sini, siapa tau udah kesel dengan phone holder jepit yang sering bikin handphone mati seperti sebelumnya yang saya alami hehehe.